orthopedic pain management

Surat Terbuka untuk Bapak Menteri

Logo-Universitas-Darussalam-Undar-Ambon-300x286

Surat Terbuka untuk Bapak Menteri RISTEK DIKTI

Saat kami menulis surat terbuka ini kami berharap Bapak Menteri selalu dikarunia kesehatan lahir dan bathin dalam menjalankan aktivitas sebagai orang yang berkompoten dalam mengurusi bidang RISTEK dan Perguruan Tinggi RI.

Bapak Menteri yang terhormat

Perkenalkan kami adalah Seluruh Mahasiswa Universitas Darussalam Ambon yang saat ini merasa kehilangan masa depan karena konflik yang berkepanjangan. Setelah lebih dari satu tahun berkonflik, maka sejak 19 Januari 2015 persoalan yang dialami oleh Kampus Merah telah memasuki babak baru karena penyelesaiannya harus dilakukan di Pengadilan Negeri Ambon terkait hak kepemilikan dalam mengelolah Universitas Darussalam Ambon. Meskipun telah ada Keputusan di Pengadilan Negeri Ambon dan pengadilan Tinggi Ambon yang memenangkan Yayasan Darussalam Maluku, namun sampai saat ini belum menjadikan itu sebagai keputusan berkekuatan hukum tetap karena Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku telah mengajukan Kasasi ke MA pada tanggal 31 Maret 2016.

Lebih lanjut penyelesaian masalah yang di mediasi oleh Kementerian Ristek dan Dikti sebanyak 3 (tiga), antara lain Tim Kementerian sudah berkoordinasi dengan 2 (dua) belah pihak bahkan bapak menteri sendiri dalam berkunjungan ke Ambon membicarakan secara khusus kondisi Unidar dengan Pihak Yayasan dan Pihak Rektorat Univ. Darussalam Ambon.
Disisi lain harapan bahwa Kopertis Wilayah XII sebagai perpanjangan tangan Bapak Menteri di daerah tidak mampu berbuat lebih, bahkan ikut terlibat dalam conflik of interest sehingga nasib kami para mahasiswa tak menentu, banyak orang tua selalu bertanya terkait masa depan anak-anaknya. Bapak Menteri sudah rahasia umum bahwa ketika surat Keputusan tentang Pengelolahan Universitas Darussalam Ambon tidak segera terbitkan sampai akhir tahun 2016, maka kampus ini hanya akan menjadi cerita romantisme ke setiap generasi.

Bapak menteri yang baik hati.

Universitas Darussalam Ambon adalah salah satu Kampus Swasta terbesar di wilayah Timur Indonesia yang di dirikan oleh Bapak Hasan Slamet (Gubernur Provinsi Maluku periode 1975-1985) tahun 1986 dan pada tahun 1987 Institusi ini memperoleh Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0794/O/1987 tanggal 12 Desember 1987 tentang Pemberian Status Terdaftar.  Pada tahun 1993 Penetapan Kembali Status Terdaftar dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 50/DIKTI/Kep/1993 tanggal 29 Januari 1993 tentang Penetapan Kembali Status Terdaftar. Kedua SK tersebut di atas diselenggarakan oleh Yayasan Darussalam Maluku.

Bapak Menteri yang Bijaksana.

Sekedar berbagi cerita, sebelum konflik pada tahun 2012 jumlah mahasiwa Aktif di Universitas Darussalam Ambon 10.377 Mahasiswa, Awal konflik tahun 2014 turun menjadi 6.191 Mahasiswa  dan saat ini tersisa 2.398 Mahasiswa di bawah Yayasan Darussalam Maluku, 1.165 diantaranya yang menunggu Wisuda. Penurunan ini menyebabkan pengelolahan akademik, keuangan dan berbagai aktivitas di kampus tidak berjalan efektif disisi Pihak Lembaga tidak menerima mahasiswa baru mulai dari tahun 2015 sampai saat ini. Kondisi ini menjadi paradoks untuk lembaga kami Universitas Darussalam Ambon yang dalam pembiayaan akademik sumber utama berasal dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mahasiswa.

Bapak Menteri yang kami hormati

Kami ingin sedikit berbagi cerita Kronologis dalam beberapa tahapan penyelesaian konflik Unidar antara lain yakni Pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015 terjadi Pertemuan di Kopertis Wilayah XII bahwa yang benar terkait Masalah Sengketa Yayasan pada Perguruan Tinggi Swasta adalah “Siapa yang Mendapat SK Pertama Kali”. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri RISTEK dan DIKTI RI di hadapan Bapak Gubernur Provinsi Maluku bersama Dr. Ir. M. Saleh Latuconsina (Mantan Gubernur Provinsi Maluku selaku Pembina Yayasan Darussalam Maluku), dr. A. Rachman Polanunu (selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Darussalam Maluku), dan Rektor Universitas Pattimura, di Rumah Dinas Gubernur Provinsi Maluku di pagi hari sebelum Bapak Menteri menghadiri Acara silaturahmi tersebut.

Selanjutnya Arahan   dan   penjelasan   dari   Sekretaris  DIRJEN Kelembagaan IPTEK dan DIKTI RI di hadapan Perangkat Kementerian RISTEK dan DIKTI RI, Kopertis Wilayah XII, Yayasan Darussalam Maluku dan Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku saat pertemuan Penyelesaian Konflik Universitas Darussalam Ambon yang berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Gedung D lantai 9 Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta pada hari Selasa tanggal 19 Juli 2016 adalah KEMENRISTEK dan DIKTI RI mempunyai hak dan wewenang untuk memberikan izin penyelenggaraan pendidikan yang berlangsung di Perguruan Tinggi, baik Pemerintah maupun Swasta khususnya kepada Universitas Darussalam Ambon. KEMENRISTEK  dan  DIKTI RI akan  tetap  konsisten  memberikan  izin penyelenggaraan Pendidikan Tinggi di Universitas Darussalam Ambon, kepada  Yayasan yang pertama kali mendapatkan izin penyelenggaraan pendidikan pada institusi tersebut.

Izin penyelenggaraan pendidikan yang diberikan kepada Yayasan Darussalam Maluku sebagai penyelenggara pendidikan pada Universitas Darussalam Ambon, merupakan izin pertama kali dengan No. 0794/O/1987 tanggal 12 Desember 1987. Hal yang sama juga telah sesuai dengan penjelasan dan arahan Bapak Menteri Saat Petemuan yang Bapak Pimpin Sendiri di Kantor Kemenristekdikti Gedung D lantai 18 di Jakarta, pada hari Kamis tanggal 11 Agustus 2016.

Pada Panduan Pengaktifan Kembali Status PT/Program Studi Non-Aktif pada PDPT Bagi KOPERTIS, Manakala dalam proses memperoleh putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum mengikat (in Kracht) terjadi dalam waktu yang relatif lama (lebih dari 2 (dua) semester akademik berturut-turut, terhitung mulai sejak sengketa/ konflik memasuki ranah peradilan), maka Ditjen Kelembagaan IPTEKDIKTI mengambil keputusan berdasarkan hasil kajian Tim Evaluator Perguruan Tinggi Bermasalah Ditjen Kelembagaan IPTEKDIKTI sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Olehnya itu kami sangat memahami apa yang dilakukan oleh Kementerian RISTEK dan DIKTI telah sesuai dengan peraturan yang ada sehingga terjadinya Pertemuan Peyelesaian Konflik Universitas Darussalam Ambon pada tanggal 19 Juli 2016 dan 11 Agustus 2016 dan telah mengirimkan TIM Pemantauan Akademik Perguruan Tinggi KEMENRISTEK-DIKTI pada tanggal 29-30 Agustus 2016.

Sebagai pemegang kebijakan tertinggi dalam kemajuan Pendidikan Tinggi di Negara ini kami mohon dengan sangat perhatian bapak, fakta dan data telah terang dan jelas dihadapan bapak, bagai terang dan jelasnya siang dan malam. Kami menanti keputusan bapak sesuai dengan hati nurani yang mengedepankan azas kebenaran dan keadilan.

Bapak menteri yang kami banggakan.

Harapan kami, tuntutan kami, doa kami, semoga menjadi harapan yang baik, diharapkan banyak orang, mahasiswa bersuara dengan kesadaran kolektif sebagai generasi bangsa ini yang membutuhkan panggilan hati bapak menteri agar memberikan kepastian nasib mahasiswa yang kurang lebih kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir.
Doa orang tua yang mengharapkan anak-anaknya yang berhasil, bangga melihat anak-anaknya diwisuda dan bisa mencari kerja, bangga seorang petani, nelayan dan pedagang yang bisa membiayai pendidikan anaknya sampai selesai.

Bapak Menteri yang Kami Hormati.

Terakhir, Tak banyak yang kami minta, hanya kebijaksanaan bapak, semoga hati Pak Menteri tersentuh dan menganggap kami para mahasiswa seperti anak-anak Bapak sendiri. Tolonglah kami Pak! Dengarkan keluhan kami, bagian anak Bangsa Indonesia. Jangan biarkan masalah kampus kami berlarut-larut hanya karena surat pengakuan yang membutuhkan tangan bapak, apa yang menjadi harapan kami pada surat terbuka ini adalah suatu harapan tentang masa depan kami para mahasiswa nantinya.

Ambon, 28 Oktober 2016
Seluruh “Mahasiswa Universitas Darussalam Ambon”

lecturer & IT Development

Related posts

*

*

Top