Mahasiswi Berkeringat Darah: Kegigihan Dora Banyak Dipuji

PASIEN KERINGAT DARAH : Kegigihan Dora Banyak Dipuji PDF Print
Monday, 13 June 2011
Perjuangan Dora Indrayanti Trimurni,25, pasien berkeringat darah asal Padang,Sumatera Barat,untuk sembuh dari penyakitnya terus mendapat simpati dari banyak kalangan, mulai dari Pemerintah Kota Padang,Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Menteri Agama Suryadharma Ali. 
Didampingi Direktur Madrasah,Kementerian Agama Ace Syaifuddin, Menteri Agama Suryadharma Ali yang mengenakan baju batik berwarna merah marun bersama beberapa stafnya terlihat memasuki ruang perawatan Dora di Gedung A Lantai 8 RSCM,Jakarta Pusat, kemarin. Sementara itu,Dora yang hingga kini masih tercatat sebagai mahasiswi semester VII Fakultas Hukum, Universitas Bung Hatta, Padang,terlihat terbaring di peraduannya.  Perasaan bahagia tampak terpancar jelas dari wajah Dora ketika menerima kunjungan tersebut.Sesekali,wanita berkulit sawo matang ini menyunggingkan senyum lebar dari bibirnya. Sebelum menjalani perawatan di RSCM,Jakarta Pusat,tidak banyak yang tahu bahwa anak sulung dari tiga bersaudara ini mengidap penyakit aneh,yaitu darah selalu keluar dari balik poripori kepalanya dengan bercampur keringat. Kondisi ini terjadi jika Dora mengalami stres akibat berpikir terlalu keras.Terlahir sebagai anak pertama,Dora memiliki tanggung jawab yang besar untuk menafkahi kedua adiknya. Sejak memasuki masa remaja,gadis kelahiran Payakumbuh,22 September 1985 silam ini selalu berjuang keras untuk mewujudkan citacitanya, termasuk menafkahi adik-adiknya. Kerja keras pun dilakukannya untuk mendapatkan uang.Setiap pagi,waktu dihabiskannya untuk mengikuti kuliah. Sepulang kuliah,mulai sore hingga malam Dora bekerja sebagai petugas keamanan atau Satpam PLTD Pauh Limo, Padang,yang juga merangkap sebagai petugas kebersihan. Sebagai tulang punggung keluarga,Dora yang telah piatu sejak ditinggal ibunya pada 2007 memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Sementara ayahnya hingga kini pergi ke Duri,Riau,untuk mencari pekerjaan. Keputusan berani pun ditempuhnya dengan melakoni pekerjaan apa pun demi membiayai adik-adiknya yang masih bersekolah dengan mengojek.Sadar bahwa dirinya sebagai perempuan akan kerap mengalami hambatan untuk kerja kasar,Dora kemudian mengubah penampilannya layaknya seorang pria. Setiap kali selesai melakukan pekerjaannya di siang hari,Dora kerap mengojek pada malam hingga dini hari.Kerja keras tanpa mengenal lelah guna meraih impiannya ternyata harus dibayar mahal.Sejak tiga tahun lalu,gadis perkasa itu harus menanggung penyakit langka yang belum diketahui obatnya.Bila sedang berpikir keras,Dora akan mengeluarkan keringat darah dari bagian kepalanya. Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSCM Andhika Rahman yang menangani Dora menganalisis ada tiga kemungkinan penyebab penyakit yang dialami Dora, yakni kemungkinan pertama saat mengandung Dora, ibunya mengonsumsi suplemen yang mengganggu fungsi trombosit. Kemungkinan kedua,Dora pernah mengalami benturan hebat atau trauma di kepala sehingga kepalanya mengeluarkan darah akibat trauma tersebut. Kemungkinan terakhir terjadi jika yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit lupus.“Kita belum bisa memastikan apa penyakitnya,”ungkap dia. Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui, apa yang dilakukan Dora merupakan kegigihan tiada tanding. Dora mampu berjuang untuk mengatasi kemiskinan dengan cara-cara terpuji dan tetap menjaga martabatnya sebagai seorang perempuan.Bagaimana tidak, Dora rela mencukur rambutnya layaknya seorang laki-laki agar bisa mengumpulkan uang. ”Ini menurut saya perlu menjadi pelajaran buat kita semua,betapa gigihnya Dora untuk menghidupi dirinya dan adik-adiknya,”katanya.?
>>>
Menteri Agama Janjikan Bea Siswa untuk Dora http://berita.liputan6.com/sosbud/201106/339026/menteri_agama_janjikan_bea_siswa_untuk_dora 13/06/2011 04:42 Liputan6.com, Jakarta: Dora Indrayanti Trimurni, wanita yang memiliki kelainan keringat darah, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Simpati untuk gadis asal Padang, Sumatra Barat, itu terus berdatangan, termasuk dari Menteri Agama Suryadharma Ali yang datang membesuk, baru-baru ini. Tak hanya membesuk, Suryadharma beserta staf juga mendoakan kesembuhan Dora. Mereka berharap Dora bisa sembuh dan kuliah kembali. Dalam kesempatan itu, Menteri Agama memberi bantuan berupa uang tunai dan berjanji memberikan bea siswa. Suryadharma Ali merasa kagum akan kegigihan Dora selama ini. Dia bekerja keras dengan menjadi tukang ojek, tukang batu, dan berbagai pekerjaan kasar lain untuk membiaya kuliah dan sekolah adik-adiknya. Tim dokter RSCM telah melakukan observasi untuk mengetahui penyebab penyakit dan upaya kesembuhan permanen untuk Dora. Wanita yang masih duduk di bangku kuliah semester tujuh ini menderita kelainan penyakit, yakni mengeluarkan darah saat berkeringat.(ULF)

Related posts

*

*

Top