Berita Edukasi 12 Juni 2011

1 ) KONTES ROBOT NASIONAL Pemenang Regional Beradu di UGM http://cetak.kompas.com/read/  Minggu, 12 Juni 2011 YOGYAKARTA, KOMPAS - Sebanyak 101 tim dari 51 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti Kontes Robot Nasional 2011, Sabtu (11/6) hingga Minggu ini di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kontes ini merupakan ajang pertemuan pemenang kontes robot tingkat regional yang sebelumnya digelar di lima wilayah. Kontes robot tingkat regional digelar di lima region, yaitu Politeknik Negeri Batam (Regional I), Institut Teknologi Telkom Bandung (Regional II), Universitas Negeri Yogyakarta (Regional III), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Regional IV), dan Universitas Tadulako Palu (Regional V). Kontes Robot Nasional 2011 memperlombakan tiga kategori, yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI)."Khusus untuk kategori KRI, tim juara berhak mewakili Indonesia dalam kontes robot tingkat internasional Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon 2011 di Bangkok, Thailand, tanggal 9 September 2011," kata Ketua Penyelenggara KRI 2011 Arif Wibowo. ...dst 2 ) Kontes Robot Nasional Robot Karya Mahasiswa Bisa Dijadikan Industri http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/11/15350445/Robot.Karya.Mahasiswa.Bisa.Dijadikan.Industri Sabtu, 11 Juni 2011 | 15:35 WIB YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Joko Santoso mengharapkan, robot karya mahasiswa tidak hanya merupakan karya yang ditujukan untuk mengikuti kejuaraan. Tetapi, bisa juga memberikan manfaat bagi sektor ekonomi dan industri. Hal itu disampaikan Joko di sela pembukaan Kontes Robot Nasional (KRN) 2011, di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Sabtu (11/6/2011). "Dengan demikian, hasil karya robotika para mahasiswa itu tidak hanya berhenti pada sisi kejuaraan, tetapi juga ditindaklanjuti untuk kepentingan kedua bidang tersebut,"kata Joko. Dengan keterlibatan dan dukungan dunia industri pada pengembangan robot itu, menurutnya, di masa yang akan datang pengembangan robotika di Indonesia diperkirakan akan semakin maju. "Bagi kontingen dan mahasiswa yang menang pada kompetisi tersebut kami berharap dapat menunjukkan kekuatannya di kancah internasional. Di era persaingan yang ketat seperti saat ini kita harus terus berusaha agar dapat menunjukkan kekuatan kita di tingkat global pada bidang robotika," katanya. ...dst 3 ) Robot Beradu Indah Menari http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/405115/ Sunday, 12 June 2011 YOGYAKARTA– Sebanyak 101 tim dari 51 perguruan tinggi se- Indonesia berlaga dalam ajang Kontes Robot Nasional (KRN) 2011 yang diselenggarakan di Grha Sbha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM),kemarin hingga hari ini. Juara kategori Kontes Robot Indonesia (KRI) berhak mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional ABU Robocon 2011 di Bangkok,Thailand, 9 September mendatang. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Joko Santoso berharap robot karya mahasiswa buka hanya berhenti sebagai karya kejuaraan, tetapi juga bermanfaat di industri dan sektor ekonomi."Bagi mereka yang menang diharapkan nanti bisa menunjukkan kekuatannya di level internasional," kata Joko saat membuka KRN 2011 kemarin. Pada kesempatan yang sama, Rektor UGM Sudjarwadi mengutarakan bahwa KRN tahun ini dapat dijadikan sebagai sarana mengembangkan dan memajukan dunia robotika di Tanah Air. Ajang ini sekaligus untuk melatih sikap siap berkompetisi secara profesional bagi para mahasiswa. Ketua panitia KRN 2011 Muh Arif Wibisono menjelaskan, acara bertema "Jogja Robot Under Attack"ini mempertandingkan lima kategori. ...dst 4 ) ITS Bentuk Komunitas Satelit http://kampus.okezone.com/read/2011/06/10/373/466919/its-bentuk-komunitas-satelit Sabtu, 11 Juni 2011 11:03 wib JAKARTA - Meski saat ini teknik robotika sedang naik daun, namun masih ada mahasiswa yang tertarik mendalami teknologi satelit. Mereka bahkan membentuk komunitas sebagai wadah pengembangan teknologi tersebut. Komunitas ini diinisiasi oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Awalnya, komunitas ini merupakan kumpulan lima perguruan tinggi yang mengerjakan proyek nano satelit Indonesia Inter University Satelit (IINUSAT I) dua tahun lalu. Kelima kampus tersebut yakni ITS, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Surabaya (PENS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bergabung ke dalam komunitas satelit.Para anggota komunitas satelit ini nantinya akan melakukan berbagai hal terkait pengembangan satelit di Indonesia. Mereka bahkan sedang menggarap proyek IINUSAT II yang akan diluncurkan pada 2015 mendatang. Pada proyek IINUSAT I, kelima perguruan tinggi memiliki tugas masing-masing. ITS bertanggung jawab menyelesaikan ground station atau stasiun bumi satelit. UI merampungkan bagian communication payload satelit, ITB menangani Power System, UGM menggarap On board Data Handling (OBDH), dan PENS ITS mengerjakan Attitude determination Control System (ADCS). ...dst 5 ) 30% PTS Terancam Bangkrut http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/405145/ Sunday, 12 June 2011 BANDUNG– Sekitar 30% dari 374 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Barat terancam bangkrut akibat terus menurunnya jumlah calon mahasiswa selama periode 2008-2011.Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jabar Didi Turmudzi, kondisi ini bukan lagi hanya sekadarisu, melainkan sebuah kenyataan yang harus diwaspadai. Selain itu banyak program studi (prodi) yang kekurangan pendaftar atau bahkan tidak ada lagi pendaftar.Kalaupunada,jumlah pendaftarnya kurang dari 10 orang.Jurusantersebutadalahilmu sosial dan eksakta,terutama ilmu murni."Masalahnya hampir semua PTS membuka jurusan ilmu sosial,mungkin dalam tiga tahun terakhir ini sudah ada yang bangkrut," ujar Didi Turmudzi yang juga Rektor Universitas Pasundan (Unpas) ini. Keadaan ini semakin diperparah dengan kebijakan pendidikan tinggi yang menyerahkan PTS pada mekanisme pasar, sehingga PTS harus bersaing dengan perguruan tinggi negeri (PTN). ...dst 6 ) Kemdiknas Segera Larang MOS dan Pungutan http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/11/22333836/.Kemdiknas.Segera.Larang.MOS.dan.Pungutan Sabtu, 11 Juni 2011 | 22:33 WIB BANTEN, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan Nasional akan segera mengeluarkan peraturan menteri yang mengatur mengenai masa orientasi siswa (MOS) dan pungutan biaya di sekolah. "Peraturan pemerintah (permen) tersebut akan mengatur tentang MOS, juga penarikan iuran dan sebagainya. Pada intinya dalam MOS atau OSPEK mohon dilakukan dengan tata cara yang tidak menimbulkan kekerasan", kata Sekretaris Jenderal Kemdiknas, Dodi Nandika, Sabtu (11/6/2011) di Serang, Banten. Dodi menjelaskan, permen tersebut akan diberlakukan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga ke jenjang perguruan tinggi. Mengenai pungutan, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 31 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), pendidikan dasar dan menengah pada hakikatnya harus tanpa biaya sehingga segala macam praktik pungutan dan dengan alasan apa pun tidak diperbolehkan sama sekali. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas telah ditetapkan, setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Dalam Pasal 34 Ayat 2 disebutkan, pemerintah dan pemerintah daerah menjamin keterselenggaraan wajib belajar, minimal pada jenjang pendidikan dasar, tanpa memungut biaya. ...dst 7 ) Permendiknas Larang Kekerasan MOS Atau Ospek Mengatur Juga Larangan Pungutan Siswa Baru http://www.jpnn.com/read/2011/06/12/94812/Permendiknas-Larang-Kekerasan-MOS-Atau-Ospek- Minggu, 12 Juni 2011 , 10:05:00 JAKARTA - Menyambut masa penerimaan siswa baru, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional (Permendiknas) tentang penerimaan siswa baru. Diantaranya yang bakal diatur adalah pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) atau Ospek (Orientasi Pengenalan Akademik).Sekjen Kemendiknas Dodi Nandika mengatakan Permendiknas itu bisa diterbitkan sekitar pekan depan. Khusus untuk aturan MOS dan Ospek, Dodi menjelaskan Kemendiknas melarang adanya praktek kekerasan. "Selain mengatur tentang MOS dan Ospek, Permendiknas itu juga bakal mengatur penarikan biaya pendidikan siswa baru," tutur Dodi saat dihubungi, Sabtu (11/6). Khusus pelaksanaan MOS dan Ospek, selama ini sudah lazim diidentikkan dengan kegiatan perploncoan. Di dalamnya, siswa baru menjadi bulan-bulanan kakak angkatan mereka. Kekerasan yang bakal diatur di Permendiknas tersebut, meliputi kekerasan fisik maupun mental. ...dst 8 ) Pendidikan Kearifan Lokal Dirumuskan di Bali http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/06/10/brk,20110610-339825,id.html JUM'AT, 10 JUNI 2011 | 13:28 WIB TEMPO Interaktif, Denpasar -Sebuah ajang yang berusaha merumuskan pendidikan kearifan lokal Bali digelar 10-13 Juni di Denpasar, Bali. Acara bertajuk Bali World Culture Forum (BWCF) itu akan dibuka Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.Budayawan Bali, Wayan Geriya--yang juga menjadi Ketua Panitia Pengarah, mengatakan rumusan itu akan mengangkat nilai budaya Bali sebagai jawaban atas masalah-masalah kontemporer saat ini. "Seperti soal kerusakan lingkungan, perdamaian dunia, dan keadilan," kata Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana, Jumat 10 Juni 2011. Nilai kearifan lokal yang akan dikaji adalah ajaran Trikaya Parisudha, yaitu ajaran untuk berpikir, berkata, dan melakukan perbuatan yang benar.Kegiatan utama adalah seminar dengan menampilkan 12 pembicara lokal, nasional dan internasional. Pembicara dari luar antara lain Prof. Hubert Gijzen (UNESCO), Dr. Lisa Gold Brinner (Amerika Sertikat), Prof. Dr. Adrian Vickers (Australia), Dr. Olga Witte (Denmark), dan Dr. Neeru Misra (India). Pembicara nasional antara lain Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Dr. Ignas Kleden, Prof. Dr. Irwan Abdullah, dan Ayus Dyah Pasha. Pembicara dari Bali adalah, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Prof. Dr. Made Bandem, dan Wayan Juniartha. ...dst 9 ) IPB Ajak PT Jabar-Lampung Kembangkan Posdaya http://www.antaranews.com/berita/262515/ipb-ajak-pt-jabar-lampung-kembangkan-posdaya Sabtu, 11 Juni 2011 19:20 WIB | Bogor (ANTARA News) - Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2SDM-LPPM) Institut Pertanian Bogor, mengajak perguruan tinggi di Provinsi Jawa Barat dan Lampung mengembangkan pos pemberdayaan keluarga melalui kuliah kerja nyata mahasiswa. Kepala P2SDM LPPM IPB Dr Pudji Mulyono di Bogor, Jabar, Sabtu menjelaskan, ajakan tersebut didiskusikan dalam rapat koordinasi program pengembangan SDM dan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) wilayah Jawa Barat dan Lampung di Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Sejumlah perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Univesitas Pakuan Bogor, Universitas Surya Kancana Cianjur, Universitas Subang, Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang, Universitas Lampung, Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu, dan Universitas Muhammadiyah (UMMI) Sukabumi. "Sejumlah perguruan tinggi se-Jawa Barat dan Lampung untuk pertama kalinya diajak untuk turut serta mengembangkan Posdaya-Posdaya melalui kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswanya," katanya. Menurut Pudji Mulyono, perguruan tinggi tersebut akan menurunkan lebih dari 200 mahasiswa untuk melakukan KKN yang akan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2011. ...dst 10 ) IA ITB Sediakan Rp 2 M untuk Riset dan Inovasi http://www.pikiran-rakyat.com/node/148160 JUMAT, 10/06/2011 - 18:55 BANDUNG, (PRLM).- Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung menyediakan anggaran sekitar Rp 2 miliar per tahun. Anggaran ini diperuntukkan untuk mendukung penelitian, riset, serta inovasi bagi mahasiswa dan dosen ITB. "Sekitar Rp 1 milyar untuk program hibah riset, sisanya hampir Rp 1 milyar lagi untuk mendukung inovasi yang dikerjakan oleh dosen dan mahasiswa. Termasuk di antaranya bagi mahasiswa robotik," kata Sekjen Ikatan Alumni ITB Prof. Freddy P.Zen, di sela-sela Seminar Hasil Penelitian Program Hibah Rioset Ikatan Alumni ITB 2011, di Kampus ITB Jln. Ganesa Bandung, Jumat (10/6). Menurut Freddy, jumlah pengajuan untuk program hibah riset setiap tahun cukup banyak. Tahun ini misalnya, dari pengajuan 50 riset, hanya 20 yang dibiayai. ""Karena memang mudah dan setiap riset yang kita biayai otomatis masuk jurnal internasional. Ini yang paling penting. Untuk dana penelitian biasanya berkisar antara Rp 50-70 juta yang dibiayai untuk setiap riset," ucapnya. (A-157/das)*** >>> 11 ) Mahasiswa Unram Gagal Kelola Dana Kemendiknas http://www.antaranews.com/berita/262584/mahasiswa-unram-gagal-kelola-dana-kemendiknas Minggu, 12 Juni 2011 11:39 WIB Mataram (ANTARA News) - 50 persen mahasiswa Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, penerima modal usaha dari Kementerian Pendidikan Nasional gagal mengelola bantuan tersebut karena bisnis yang dijalankan tidak berkembang. "Ada sekitar 50 persen dari total mahasiswa penerima bantuan modal yang masih menjalankan usahanya, 50 persennya gagal," kata Ketua Gerakan "Entrepreunership" Mahasiswa (Gema) Universitas Mataram (Unram), Lalu Martadinata, di Mataram, Minggu. Ia mengatakan, program pemberian bantuan modal usaha kepada mahasiswa tersebut dibentuk oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) untuk meningkatkan jiwa wirausaha mahasiswa. Setiap perguruan tinggi diberi kewenangan untuk mengelola program itu. Kemdiknas memberikan dana untuk pengembangan minat mahasiswa dalam berwirausaha kepada Unram pada 2009 dan 2010 masing-masing sebesar satu miliar rupiah, untuk mengembangkan minat berwirausaha para mahasiswa. ...dst 12 ) Australian Alumni Award 2011 Zuhdi Raih Penghargaan Excellence in Education http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/12/00582812/Zuhdi.Raih.Penghargaan.Excellence.in.Education Minggu, 12 Juni 2011 | 00:58 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Muhammad Zuhdi, mendapatkan penghargaan Excellence in Education dalam acara Australian Alumni Award 2011. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, Sabtu (11/6/2011) malam, di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta. "Ini suatu kegiatan yang mengakui prestasi luar biasa oleh sekelompok warga Indonesia yang menonjol dalam bidang pilihan mereka. Merupakan pengalaman yang mengesankan bagi kami untuk menyaksikan begitu banyak warga Indonesia yang kembali dari studi mereka di Australia dan memberikan sumbangsih yang signifikan bagi kemajuan Indonesia," kata Greg saat memberikan sambutan. ...dst 13 ) Jurusan Filsafat Bisa Kerja di Mana Ya? http://kampus.okezone.com/read/2011/06/10/370/467014/jurusan-filsafat-bisa-kerja-di-mana-ya Minggu, 12 Juni 2011 10:10 wib JAKARTA – Pilihan jurusan ketika masuk perguruan tinggi menjadi kesempatan untuk menekunipassion yang kita miliki. Namun, bagaimana jika jurusan yang kita pilih dan sesuai dengan passion kita ternyata menyulitkan kita memperoleh pekerjaan? Inilah yang dialami oleh para lulusan filsafat seperti yang disebutkan dalam sebuah forum online. Salah seorang sarjana Filsafat mengeluhkan minimnya kesempatan kerja bagi lulusan filsafat. "Saya bingung dengan kenyataan yang ada bahwa tidak ada satu pun lowongan kerja yang dicari oleh perusahaan swasta maupun negeri bagi S-1 Filsafat yang sudah kuliah selama empat bahkan enam tahun," tulisnya dalam forum tersebut. ...dst 14 ) Sepertiga Penduduk Dunia Terinfeksi Basil TB http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/11/233185/293/14/Sepertiga-Penduduk-Dunia-Terinfeksi-Basil-TB Sabtu, 11 Juni 2011 17:06 WIB YOGYAKARTA--MICOM: Sepertiga penduduk dunia terinfeksi basil tuberkulosis, yang merupakan salah satu penyakit mematikan. Demikian dikatakan pakar pulmonologi penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Bambang Sigit Riyanto di Yogyakarta, Sabtu (11/6). "Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit mematikan karena setiap 10 detik satu penderita meninggal. Penyakit itu membunuh lebih banyak remaja dan dewasa dibanding penyakit infeksi lainnya," katanya. Menurut dia, pada seminar Continuing Medical Education XXXI, TB pada manusia disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis atau Mycobacterium bovis dengan gejala konstitusi dan pulmonal. "Gejala itu meliputi batuk, demam, penurunan berat badan, berkeringat saat malam, nyeri dada pleuritik, dan nafas pendek," katanya. Ia mengatakan, TB merupakan penyakit menular, tetapi hanya TB paru yang infeksius. Jika tidak segera diobati, seorang dengan TB aktif dapat menginfeksi 10-15 orang setiap tahunnya. ...dst 15 ) Mahasiswa Rusia Dalami Studi Islam di Indonesia http://id.berita.yahoo.com/mahasiswa-rusia-dalami-studi-islam-di-indonesia-233512313.html 12 Juni 2011 REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Sebanyak 27 mahasiswa muslim Rusia memperdalam studi keislaman di sejumlah perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia, antara lain di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada ANTARA London, Sabtu menyebutkan, selain itu mereka juga akan belajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta. Dikatakannya, para mahasiswa yang tiba di Indonesia Sabtu lalu itu, berasal dari berbagai wilayah di Rusia, yaitu Moskow, Kazan, Tatarstan, Grozny, Chechnya dan Makhachkala, Dagestan. Mereka mengambil berbagai progam pendidikan baik sarjana (S-1) maupun master (S-2) dan doktor (S-3) pada berbagai jurusan atau spesialisasi, seperti syariah, ekonomi Islam dan tilawah. ...dst 16 ) MDI: Kemdiknas Harus Cerdas Rumuskan Pendidikan Pancasila http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/06/12/lmnohd-mdi-kemdiknas-harus-cerdas-rumuskan-pendidikan-pancasila Minggu, 12 Juni 2011 09:34 WIB Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah, Deding Ishak meminta Kementerian Pendidikan Nasional harus bekerja cerdas untuk merumuskan Pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan. Anggota Komisi III DPR RI (bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan) ini di Jakarta, Minggu mengingatkan, perumusan Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan, saat ini sangat urgen ketika bangsa ini mulai digoyang berbagai ideologi sesat, termasuk yang mengatasnamakan agama. "Perumusan kurikulum Pendidikan Pancasila dimaksudkan dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sejak dini pendidikan dasar) hingga perguruan tinggi, dengan metode yang menarik, tepat dan efektif sesuai kondisi para peserta didik," ujarnya. Karena itu, menurut dia, Majelkis Dakwah Islamiyah (MDI) merespons positif sekaligus mendukung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dalam proses perumusan Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan tersebut. ...dst 17 ) Indonesia Perlu Tingkatkan Riset Sel Punca http://id.berita.yahoo.com/indonesia-perlu-tingkatkan-riset-sel-punca-003615678.html 12 Juni 2011 Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan riset pemanfaatan sel punca atau dikenal dalam dunia kedokteran sebagai stem cell bagi peyembuhan penyakit. "Saat ini anggaran riset kesehatan di Indonesia baru 0,2 persen dari PDB, padahal di luar negeri rata-rata sudah 2 persen," kata Wakil Ketua Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI), dr. Boenjamin Setiawan, Ph. D di Jakarta, Mingggu, saat dihubungi terkait penyelenggaraan simposium riset dan aplikasi sel punca di Indonesia. Menurut Boenjamin yang juga penasehat senior PT Kalbe Farma Tbk., tubuh manusiia terdiri 100 triliun sel yang membentuk jaringan bagi organ tubuh. Boenjamin mengatakan, saat ini tengah dikembangkan sel punca bagi penderita sakit jantung, tujuannya mengembalikan kondisi jantung agar sehat seperti sediakala. "Prinsip pengobatan sel punca ini untuk menggantikan sel-sel organ tubuh yang sakit. Biasanya organ yang sakit beberapa selnya mati maka ditempatkan sel baru untuk mengobatinya," ujar dia. ...dst 18 ) Misteri Keringat Darah Dora http://fokus.vivanews.com/news/read/226014-misteri-keringat-darah-dora JUM'AT, 10 JUNI 2011, 20:06 WIB VIVAnews - Mungkin Anda sering mendengar istilah 'berkeringat darah' untuk menunjukkan takar keseriusan kerja luar biasa. Namun, pernahkah Anda membayangkan istilah itu nyata terjadi, seperti dialami Dora Indrianti Tri Murni? Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatra Barat, itu benar-benar mengucurkan darah dari pori-pori kulit kepalanya saat dia lelah atau stres. Darah segar juga kerap mengucur dari selaput mulut, telinga, dan hidungnya. Kisah bermula pada 2003 silam. Rembesan darah muncul pertama kali di kulit kepalanya, setelah jatuh dari tangga sebuah gedung perkantoran di Batam. Hasil scan menunjukkan, terjadi pembengkakan pembuluh darah di bagian kepala. Tanpa operasi, rembesan darah itu terhenti sekitar enam bulan kemudian. Kehidupan Dora kembali normal. Sembari menyelesaikan pendidikannya, ia bekerja keras menghidupi dua adiknya selepas ibunya meninggal. Menjadi tenaga kebersihan, tukang ojek, hingga satpam dijalaninya. "Saya hanya tidur dua jam dalam sehari," ujar Dora kepada VIVAnews, pekan lalu. Namun, masalah kembali muncul sekitar dua tahun lalu. Darah segar kembali membasahi kulit kepalanya saat otaknya terbebani pikiran terlalu berat. Juga selaput mulut, telinga, dan hidungnya. Dengan kondisi kian parah, ia menjalani perawatan di rumah sakit. ...dst 19 ) "Tak Ada Kata Sembuh untuk Penyakit Dora" http://nasional.vivanews.com/news/read/225944--tak-ada-kata-sembuh-untuk-penyakit-dora- JUM'AT, 10 JUNI 2011, 15:07 WIB VIVAnews - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan penyakit Dora Indrianti Tri Murni kemungkinan besar tidak akan sembuh. Diperlukan perawatan rutin untuk mengatasi kelainan trombosit pasien asal Padang tersebut. "Tidak ada kata sembuh bagi penyakit ini. Secara berkala, pasien harus menerima transfusi darah," kata Menteri Endang pada konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jumat, 10 Juni 2011. Menurut Endang, penyakit kelainan darah (trombopaty) yang diderita Dora mirip seperti kelainan darah lainnya seperti talasemia yang membutuhkan perawatan secara teratur. Seperti diberitakan sebelumnya, Dora yang tercatat sebagai mahasiswi ini menderita penyakit aneh. Jika banyak pikiran, darah segar akan keluar dari pori-pori kulitnya bagai keringat. Saat kondisinya menurun, darah bahkan mengucur dari telinga, mulut, dan hidung Dora. ...dst 20 ) Diusir Warga karena Lapor Contek Massal Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur Jumat, 10 Juni 2011 | 07:18 WIB SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur! Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki. Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya. ...dst 21 ) Jangan Biarkan Percontekan Melanda Sekolah http://www.antaranews.com/berita/262482/jangan-biarkan-percontekan-melanda-sekolah Sabtu, 11 Juni 2011 14:41 WIB Jakarta (ANTARA News) - Pakar Pendidikan Nasional Prof Dr Arif Rahman Mpd mengingatkan semua pihak tidak membiarkan fenomena percontekan yang terjadi di sekolah-sekolah terutama ketika penyelenggaraan Ujian Negara. "Membiarkan percontekan, berarti menumbuhsuburkan ketidakjujuran. Ini akan mengakibatkan negara kita tidak bermartabat," tegasnya di Jakarta, Sabtu, dalam suatu perbincangan khusus yang disiarkan melalui sebuah media. Menurut Arif, buat apa mengejar angka kelulusan tinggi, jika kualitas kejujuran diabaikan. "Karena itu, saya setuju dengan penangkapan dan pemecatan terhadap tenaga pendidik (guru) akibat ulahnya membantu aktivitas percontekan selama pelaksanaan ujian," tandasnya. Baginya, masyarakat boleh-boleh saja memberi atensi berwujud keprihatinan, tetapi jangan sekali-kali membela hal-hal yang tidak jujur. "Ini harus diproses hukum dan diadili dengan seadil-adilnya. Sekali lagi, jangan biarkan anak didik kita dan generasi masa depan bangsa ini tidak bermartabat," pungkas Arif Rahman. ...dst 22 ) Sekilas dalam Negeri Forum Ekonomi Dunia dibuka di Jakarta Pariwisata Indonesia Mendapat Pujian RI Destinasi Wellness Terbaik (SPA) Indonesia Sangat Ketinggalan Dalam Sistem Jaminan Sosial Dora Indrianti Tri Murni Misteri Keringat Darah Dora "Tak Ada Kata Sembuh untuk Penyakit Dora" Dokter RSCM: Kasus Dora Penuh Kejanggalan RSCM Belum Tentukan Tim Dokter Untuk Dora Biaya Pasien Berkeringat Darah Dibayar Negara Korupsi Sudah 45 Koruptor Kabur ke Luar Negeri Menteri dari Parpol Picu Korupsi Indonesia Bukan Lagi "Surga" Bagi Koruptor Kursi Haram Kursi Haram Bisa Mengubah Komposisi Anggota DPR Kasus Nunun Wasekjen PKS Pertanyakan Sikap KPK Buru Nunun Nurbaeti PKS: Sikap Adang Daradjatun Wajar Lindungi Istrinya ICW : Tim Pemburu Koruptor Mati Suri Jenderal Adang & Keluarga Seharusnya Beri Contoh Taati Hukum Kasus Nazaruddin Tak Datang ke KPK, Nazaruddin Bak Hilang Akal Sehat Pimpinan MPR Minta Nazaruddin Pulang Kasus Syarifuddin MA Diminta Laksanakan Rekomendasi KY Soal Hakim Syarifuddin MA Akan Pertimbangkan Rekomendasi KY Terkait Hakim Syarifuddin Inilah Alasan Ketua MA Meneteskan Air Mata untuk Syarifuddin Kisruh PSSI Terapkan E-Voter dalam KLB PSSI Tanggal Ancaman Jatuhnya Sanksi FIFA Juga Ikut Mundur Mengembalikan Khittah PSSI Penipu Pulsa Jaringan SMS Minta Pulsa Dibekuk, Puluhan WNA Berita Libya Pemberontak Libya Tangkap 17 Tentara Gaddafi Pembantu Senior Gaddafi Terluka Dalam Serangan NATO Turki Tawarkan Qadafi Jaminan Kabur dari Libya Yaman Presiden Yaman Kritis Pejabat AS: Saleh Luka Bakar Parah Anak Presiden Yaman Kerahkan Kekuatan Militer  

Related posts

*

*

Top