Berita Edukasi 08 Juni 2011

1 ) Kemdiknas Dirikan Rumah Sakit Pendidikan http://edukasi.kompas.com/ Selasa, 7 Juni 2011 | 18:51 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Nasional membangun sejumlah rumah sakit pendidikan di beberapa kampus di Indonesia. Menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohamad Nuh, Selasa (7/6/2011) di Jakarta, pembangunan rumah sakit (RS) pendidikan tetap penting, meskipun setiap daerah telah memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD). RS dengan RSUD memiliki perbedaan, terutama fungsinya bagi mahasiswa fakultas kedokteran. Selain sebagai rumah sakit, RS pendidikan juga berfungsi sebagai pusat penelitian bagi para mahasiswa kedokteran. "Memang saat ini banyak pertanyaan, mengapa didirikan rumah sakit pendidikan. Apakah tidak cukup dengan RSUD? Ada filosofi, RSUD itu fokus pada layanan publik, sementara RS pendidikan untuk pengembangan pendidikan," kata Nuh. Ia menjelaskan, saat ini proses pembangunan RS pendidikan di sejumlah kampus di daerah sudah hampir selesai. Tahun depan fungsi RS pendidikan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhannya. "Kami sudah bangun di USU (Universitas Sumater Utara) yang kini belum selesai. Kemudian di Unhas, Unpad, Universitas Mataram, dan daerah lain yang totalnya ada enam," ujar Nuh. ...dst 2 ) Mendiknas dan Rektor PTN Matangkan Kurikulum Baru Pancasila http://www.jpnn.com/read/2011/06/07/94315/Mendiknas-dan-Rektor-PTN-Matangkan-Kurikulum-Baru-Pancasila- Selasa, 07 Juni 2011 , 23:03:00 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bersama dengan seluruh Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tengah merumuskan kurikulum baru tentang pendidikan pancasila. Perumusan kurikulum ini dibahas di dalam pertemuan rektor PTN yang digelar pada 7-8 Juni 2011 di Gedung Kemdiknas. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, perumusan kurikulum ini akan lebih ditekankan pada penguatan, revitalisasi dan aktualisasi Pancasila agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari anak didik. Menurutnya, kurikulum baru pendidikan Pancasila itu baru akan diterapkan pada tahun ajaran 2012/2013. Menurut Nuh, untuk membuat kurikulum baru itu masih ada tahapan-tahapan lain yang harus dilakukan setelah perumusan materi selesai dilakukan. "Kalau kurikulum, itu ada tahapan-tahapannya. Oleh karena itu, kurikulum mungkin baru bisa dilakukan pada tahun 2012," terang Nuh di Gedung Kemdiknas, Selasa (7/6). Ada pun untuk reaktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila di sekolah, sambungnya, sudah dapat dilakukan mulai tahun ajaran 2011/2012 yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang. "Di semester depan sudah bisa diterapkan reaktualisasi serta revitalisasinya. Sedangkan di jenjang Perguruan Tingi (PT), penerapan reaktualisasi Pancasila tidak harus menunggu ada mata kuliah, atau mata pelajaran dulu. Namun bisa berbentuk school culture, melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada perilaku Pancasila," imbuhnya. ...dst 3 ) Dapat Disclaimer, Mendiknas Anggap Biasa http://www.jpnn.com/read/2011/06/07/94303/Dapat-Disclaimer,-Mendiknas-Anggap-Biasa- Selasa, 07 Juni 2011 , 20:30:00 JAKARTA - Laporan keuangan Kemdiknas 2010 mendapat opini disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, Mendiknas M Nuh menganggap itu sebagai hal biasa. Katanya, penilaian BPK memang bisa naik turun, berbeda-beda setiap tahun. "Laporan keuangan Kemdiknas yang dinyatakan disclaimer itu kan biasa saja. Jadi begini, laporan keuangan itu setiap tahun bisa naik dan bisa turun . Biasa saja, yang penting kami akan tetap mencari tahu dimana penyakitnya ini," ungkap Nuh ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (7/6). Nuh menjelaskan, Selasa (7/6) malam pihaknya telah mengagendakan akan bertemu dengan ketua BPK Hadi Poernomo untuk membahas mengenai laporan keuangan Kemdiknas tahun 2010 tersebut. Mantan Menkominfo ini juga berjanji akan segera mempublikasikan seluruh hasil temuan BPK. "Nanti saya akan bertemu dengan Ketua BPK untuk mengetahui dimana letak disclaimernya? Apa ini murni terletak di kewenangan Diknas? Atau terkait dengan kementerian lain? Atau terletak di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan)? Atau di universitas? Ini kan masuk semua," jelas Nuh. ...dst 4 ) Internasionalisasi Pendidikan Indonesia Punya Daya Tarik Tinggi http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/07/21583334/Indonesia.Punya.Daya.Tarik.Tinggi Selasa, 7 Juni 2011 | 21:58 WIB BALI, KOMPAS.com - Saat ini belum terbentuk sinergi yang maksimal dari beberapa institusi pemerintah, yaitu antara Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), dan Dinas Imigrasi untuk menerbitkan student visa. Hal ini menjadi salah satu hambatan bagi percepatan konsep Internasionalisasi Perguruan Tinggi (Internationalization of Higher Education) atau IHE. Demikian diungkapkan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti Kemdiknas Achmad Jazidie dalam paparannya pada seminar dan workshop "Internationalisation on Higher Education: Challenges and Opportunities for Indonesian-Dutch Academic Collaboration" di Bali, Selasa (7/6/2011). Untuk sementara, kata Jazidie, sebagai jalan keluarnya Dikti Kemdiknas tengah menyiapkan sistem administrasi online bagi pelajar asing yang ingin kuliah di Indonesia yang akan diluncurkan Agustus 2011 mendatang. "Selain itu, saya rasa, kita harus meningkatkan peran penguatan kantor kelembagaan urusan internasional (PKKUI) di perguruan tinggi masing-masing," ujarnya. ...dst 5 ) Visa Pelajar Asing Masih Sulit http://cetak.kompas.com/read/2011/06/08/03102157/visa.pelajar.asing.masih.sulit 08 Juni 2011 Nusa Dua, Kompas - Belum adanya kebijakan pemerintah menerbitkan visa pelajar menyebabkan mahasiswa asing sangat kesulitan jika akan belajar di Indonesia. Padahal, banyaknya mahasiswa asing di Indonesia akan sangat menunjang internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia. Demikian salah satu persoalan yang mengemuka dalam workshop "Internasionalisasi Pendidikan Tinggi: Tantangan dan Peluang Kerja Sama Indonesia- Belanda" yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, mulai Selasa (7/6). Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia itu digagas Nuffic Neso Indonesia (lembaga perwakilan pendidikan tinggi Pemerintah Belanda) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Achmad Jazidie, Direktur Kerja Sama dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiknas, mengatakan, hingga saat ini harapan supaya Pemerintah Indonesia segera menerbitkan visa pelajar belum bisa terwujud. Padahal, Indonesia mulai gencar mempromosikan pendidikan tingginya ke luar negeri, termasuk dengan cara menyediakan beasiswa Pemerintah Indonesia bagi 750 mahasiswa asing."Soal visa pelajar, di luar kewenangan Kemdiknas. Mengurus visa untuk mahasiswa juga birokrasinya panjang dan berbelit- belit," kata Achmad. ...dst 6 ) Student Visa Kendala Internasionalisasi http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/07/20492017/Student.Visa.Kendala.Internasionalisasi Selasa, 7 Juni 2011 | 20:49 WIB BALI, KOMPAS.com - Internasionalisasi bidang pendidikan tinggi tidak bisa berjalan satu arah atau bukan hanya mahasiswa Indonesia menuntut ilmu ke luar negeri, tapi dalam pengertian sebanyak mungkin mahasiswa asing harus belajar di Indonesia. Demikian diungkapkan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti Kemdiknas Achmad Jazidie dalam paparannya pada seminar dan workshop "Internationalisation on Higher Education: Challenges and Opportunities for Indonesian-Dutch Academic Collaboration" di Bali, Selasa (7/6/2011). Jazidie mengatakan, Pemerintah dalam hal ini mendukung perguruan tinggi baik negeri dan swasta untuk "go international" melalui kolaborasi internasional. "Kolaborasi dengan Belanda misalnya, kita punya potensi yang mereka tidak punya seperti studi terkait vulkanologi, juga seni dan budaya yang beragam. Sejauh ini kita belum menarik banyak mahasiswa asing kecuali melalui program berbeasiswa pemerintah, yaitu Darmasiswa, yang tahun lalu sudah mencapai 700 mahasiswa," ujar Jazidie. ...dst 7 ) Undip Ikuti Forum ASEA Unimet http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/08/148986/Undip-Ikuti-Forum-ASEA-Unimet 08 Juni 2011 SEMARANG - Undip menghadiri Forum Kerja Sama antar-Perguruan Tinggi ASEAN dan Eropa yang tergabung dalam ASEA Unimet. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada 7 - 11 Juni di Universitas Trento, Italia. Kepala UPT Humas Undip Agus Naryoso mengatakan, Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi hadir pada forum tersebut. Tujuan pertemuan itu untuk meningkatkan jaringan ilmiah antaranggota. "Lewat pertemuan itu bisa dijajaki kemungkinan mengembangkan kerja sama lebih lanjut, terutama dalam melaksanakan kegiatan penelitian bersama yang bisa diaplikasikan di dua kawasan" papar Agus. Dia mengatakan, kemungkinan realisasi kerja sama dapat dilakukan dalam bentuk upgrage pengetahuan dan teknologi serta pertukaran dosen mengajar dan double degree. "Pertemuan dan forum tersebut diharapkan membawa perguruan tinggi anggota tumbuh maju dan berkembang bersama," tuturnya.Perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi anggota adalah Undip, UGM, ITB, UI, dan Universitas Udayana, sedangkan negara ASEAN lainnya meliputi perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Philipina. Sementara perguruan tinggi Uni Eropa selain Italia adalah Jerman, Spanyol, Austria, dan Yunani. (H35-37) ...dst 8 ) Peserta Tes Tertulis Isi Kursi Kosong Jalur Undangan http://www.jpnn.com/read/2011/06/07/94305/Peserta-Tes-Tertulis-Isi-Kursi-Kosong-Jalur-Undangan- Selasa, 07 Juni 2011 , 21:00:00 JAKARTA -- Sisa kuota atau sisa kursi jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 sebanyak 10.561 kursi akan diisi oleh peserta yang lulus ujian tulis. Mekanisme ini sekaligus memberikan peluang lebih besar kepada peserta seleksi lewat ujian tertulis, untuk bisa mengenyam bangku PTN. "Mengenai sisa kursi di jalur undangan, telah diputuskan bahwa nanti akan ditutupi dengan ujian tulis SNMPTN. Jadi misalnya jalur undangan itu kuotanya 100 dan yang mendaftar ulag hanya 50 orang, maka sisanya 50 kursi akan diisi dengan peserta yang lolos ujian ujian tulis," ungkap Mendiknas M Nuh di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (7/6). Nuh juga menjelaskan bahwa pemerintah bersama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap berpegang pada ketentuan minimal 60 persen untuk jalur ujian tulis dan undangan secara nasional, 40 persen untuk jalur mandiri. Untuk jalur mandiri tersebut, lanjut Nuh, PTN juga diperbolehkan untuk membaginya ke dalam beberapa jenis tes. "Misalnya, ada mandiri 1, mandiri 2, bahkan kalau mau membuat cara seleksi lain, dengan menggelar tes lagi juga boleh. Atau mungkin (kuota mandiri) tidak mau dipakai dan diganti dengan menambah beasiswa Bidik Misi juga tidak apa-apa," terangnya. ...dst 9 ) UI Tak Akan Membedakan Mahasiswa Jalur Mandiri http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/06/07/brk,20110607-339057,id.html SELASA, 07 JUNI 2011 | 09:58 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Rektor Universitas Indonesia, Gumilar Rusliwa Somantri, meyakinkan akan memberikan perlakuan yang sama kepada mahasiswa yang lulus UI melalui jalur mandiri. "Mahasiswa yang lulus SIMAK/mandiri ini diperlakukan sama dengan yang lulus lewat SNMPTN," kata Gumilar melalui pesan singkat, Perlakuan yang sama akan diberikan baik dalam hal besaran Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) ataupun kesempatan memperoleh beasiswa. Gumilar menjelaskan bahwa mahasiswa dikenai SPP dengan sistem berkeadilan mulai Rp 100 ribu per semester hingga Rp 7,5 juta per semester. "Tergantung pada kemampuan orang tua," katanya. Selain itu, Gumilar juga menjelaskan bahwa UI memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu melalui beasiswa Bidik Misi Diknas untuk 500 mahasiswa. Beasiswa diberikan dari industri sebesar 16 miliar per tahun. UI sendiri memberikan beasiswa sebesar 20 miliar per tahun berupa keringanan SPP dan uang pangkal. Gumilar memastikan UI siap menggelar penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri melalui SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia). "Ujian Mandiri UI sudah siap 100 persen," tuturnya. Sebelumnya, Gumilar menjelaskan bahwa UI menyediakan kuota 35-40 persen untuk penerimaan mahasiswa dari jalur ini. ...dst 10 ) Terancam Tak Bisa Kuliah di Perguruan Tinggi http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/404377/ Wednesday, 08 June 2011 Rumah bercat tembok warna hijau yang telah lusuh dan berada di Kampung Panyusuhan RT 03/04, Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi,Kabupaten Tasikmalaya,ternyata rumah peraih perak International Earth Science Olympiade 2010 dan Medali Emas Olimpiade Sains Nasional IX 2010 Pasalnya, rumah semi permanen itu jauh dari kesan kediaman seorang yang cerdas. Saat SINDOmendatangi rumah Kamil,di halaman rumah dicegat pria setengah baya berkaos putih lusuh dan celana kain yang sangat sederhana. Ya,dialah Ishak Syaripudin, 46,penjual mainan anak-anak di Pasar Ciawi,ayahanda Kamil Ismail sang geologis muda yang mampu menorehkan nama Indonesia dan daerahnya, Kabupaten Tasikmalaya, di kancah nasional dan internasional karena kecerdasannya ...cu... Ishak mengaku,tidak habis pikir dengan berubahnya keputusan Kemendiknas yang sebelumnya menyebutkan jika Kamil akan masuk tanpa tes ke UGM Jurusan Ilmu Geologi serta biayanya ditanggung pemerintah hingga jenjang S2. Sebab,saat ini kenyataannya Kamil harus mengikuti tes SNMPTN seperti halnya lulusan setingkat SMA lainnya,apalagi khawatir jika akan dihadapkan dengan biaya kuliah yang tidak sedikit. ...dst 11 ) Calon Mahasiswa Serbu Jalur Mandiri http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/404375/ Wednesday, 08 June 2011 BANDUNG– Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMTPN) 2011 belum diumumkan,namun calon mahasiswa berbondong-bondong mendaftar ke jalur mandiri yang diselenggarakan perguruan tinggi. Seperti yang dilakukan Ina Fakhrunnisa,17. Demi mewujudkan keinginan menjadi mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad), peserta SNMPTN ini segera mendaftar melalui Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP)."Saya takut tidak lulus di SNMPTN makanya walaupun belum ada pengumuman SNMPTN saya daftar lagi ke SMUP," kata siswa Madrasah Aliyah Pesantren Persis Ciganitri Kota Bandung ini. Dia mengatakan,ingin mencari opsi lain agar bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN), meski mengeluarkan biaya jauh lebih besar. "Perguruan tinggi negeri dan swasta jelas beda,walaupun uang pertamanya besar tapi untuk ke depannya tidak semahal di swasta," ungkapnya. Saat mengikuti ujian tertulis SNMPTN, Ina memilih program studi Keperawatan dan Pertanian Unpad.Namun melalui jalur SMUP, dia memilih S1 Keperawatan dengan besaran dana pembangunan yang harus dibayar Rp 27.000.000. "Kalau memang bisa masuk melalui jalur mandiri, kenapa tidak,"katanya. Jalur mandiri sering kali dijadikan alternatif untuk calon mahasiswa untuk masuk PTN yang diinginkannya. ...dst 12 ) Penelitian Mahasiswa IPB Bermanfaat Bagi Pembangunan Kepariwisataan http://www.antaranews.com/berita/261958/penelitian-mahasiswa-ipb-bermanfaat-bagi-pembangunan-kepariwisataan Rabu, 8 Juni 2011 00:22 WIB | Batusangkar (ANTARA News) - Asisten II Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Muzwar M mengatakan penelitian dan praktik kerja lapangan mahasiswa ekowisata Institut Pertanian Bogor telah meletakkan dasar bagi perencanaan pembangunan kepariwisataan di daerah itu. "Bagaimanapun juga kerja keras adik-adik mahasiswa ekowisata IPB melalui penelitian selama empat bulan terakhir, telah meletakkan nilai dasar untuk membangkitkan pembangunan kepariwisataan di Tanah Datar," katanya mewakili bupati pada seminar hasil penelitian mahasiswa IPB bertema `Perencanaan Nagari Wisata` di kantor Bupati Tanah Datar, Batusangkar, Selasa. Pada 2011 sebanyak 10 mahasiswa telah menyelesaikan penelitian dan praktik kerja lapangan selama empat bulan di berbagai "nagari" (desa), yakni delapan di Kabupaten Tanah Datar dan dua di Kota Sawahlunto. Mereka adalah Sri Wulandari di Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Novianty Nurul Fauziah di Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Emma Ardiningsih di Nagari Padang Gantiang, Kecamatan Padang Gantiang, Karina Basha di Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Pratiwi Suryani di Nagari Sungayang Kecamatan Sungayang. ...dst 13 ) Universitas Kelas Dunia Djarum Foundation Bantu FE Undip http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/07/14501220/Djarum.Foundation.Bantu.FE.Undip Selasa, 7 Juni 2011 | 14:50 WIB SEMARANG, KOMPAS.com - Djarum Foundation memberikan bantuan pembangunan gedung baru Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (7/6/2011). Acara ditandai dengan proses pemancangan tiang pertama dan penandatanganan kerjasama oleh Dekan Fakultas Ekonomi Undip Muhammad Nasir dan perwakilan Djarum Foundation Satata Sutedja. Pembangunan gedung baru (gedung C) ini untuk melengkapi berbagai fasilitas yang terdapat di Fakultas Ekonomi, sebagai bagian meretas jalan menuju universitas kelas dunia (world class university ). "Kami mendukung agar Undip tidak hanya bisa bersaing di level nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Pembangunan gedung ini penting sehingga ke depannya Undip diakui di kancah dunia," kata Satata, dalam sambutannya, pada acara yang juga dihadiri oleh Pembantu Rektor II Undip M. Chabachib, di Kampus FE Undip, Tembalang. ...dst 14 ) Ayo Raih Gelar S-2 dan S-3 di Austaralia http://kampus.okezone.com/read/2011/06/06/368/465177/ayo-raih-gelar-s-2-dan-s-3-di-austaralia Selasa, 07 Juni 2011 12:10 wib JAKARTA – Bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan program pascasarjana di luar negeri, beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) 2012 dapat menjadi alternatif pilihan. Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyebutkan, program beasiswa ini yang ditawarkan bagi 400 warga Indonesia. ADS merupakan salah satu program bantuan Australian untuk Indonesia yang telah dilakukan sejak 1950. "Beasiswa Australian Development Scholarship bertujuan memberi sumbangsih pada sasaran-sasaran pengembangan sumber daya manusia dalam jangka panjang di Indonesia dan untuk mengukuhkan hubungan antarwarga kedua negara kita," ujar Dubes Moriarty, demikian dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (7/6/2011). Program beasiswa dari Negeri Kanguru ini bermaksud memajukan prioritas pembangunan yang ditentukan oleh kedua belah pihak, Indonesia-Australia. Tahun ini tema yang disorot yaitu, Perkembangan Berkelanjutan dan Manajemen Ekonomi; Demokrasi, Keadilan dan Tata Kelola Pemerintahan; Berinvestasi pada Orang; serta Keselamatan dan Perdamaian...cut...Pendaftaran untuk program ADS 2012 sudah dapat dilakukan mulai hari ini hingga 25 Agustus 2011. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui http://www.adsindonesia.or.id atau http://www.australiaawards.gov.au. ...dst 15 ) Ada 257 Mahasiswa Unpad Diduga Terlibat NII http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/06/07/brk,20110607-339048,id.html SELASA, 07 JUNI 2011 | 09:21 WIB TEMPO Interaktif, Bandung - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang terlibat kelompok Negara Islam Indonesia (NII) saat ini diduga berjumlah 257 orang. Pihak kampus belum membenarkan angka tersebut. Politik Unpad Iman Soleh mengatakan, lansiran angka itu muncul saat diskusi Islamic Intelectual Forum Unpad dan Forum Ulama Ummat Indonesia akhir pekan lalu. Forum Komunikasi Dawah Fakultas Unpad yang hadir sebagai peserta saat itu menyebutkan 257 mahasiswa terlibat NII, kebanyakan mahasiswi. "Unpad terkontaminasi (NII) iya, tapi jumlahnya berapa masih diinvestigasi," kata Iman di Bandung. Sejak tiga minggu lalu, rektorat telah meminta seluruh Pembantu Dekan di semua fakultas mendata mahasiswa yang terlibat NII. Namun, sejauh ini belum ada laporan yang masuk. Data yang diberikan forum mahasiswa tersebut, kata Iman, akan dijadikan sebagai acuan tak resmi. "Sebab, forum itu belum formal sebagai unit kegiatan mahasiswa," ujarnya. ...dst 16 ) RI dan Austria Gelar Dialog Lintas Agama http://www.antaranews.com/berita/261960/ri-dan-austria-gelar-dialog-lintas-agama Rabu, 8 Juni 2011 02:49 WIB London (ANTARA News) - Indonesia dan Austria mengelar dialog lintas agama (DLA) untuk ketiga kalinya yang diselenggarakan di kota Wina dan Salzburg, Austria sejak Senin (6/6) dan berakhir Jumat (10/6). Dialog lintas agama membahas tanggung jawab negara, pemuka agama dan masyarakat dalam mengelola keberagaman dan kebebasan beragama, ujar Sekretaris Tiga KBRI Wina Luna Amanda Sidqi dalam keterangannya yang diterima ANTARA News London, Selasa. Dialog tahun ini mengusung tema "Religious Pluralism, Freedom of Religion Responsibilities of State, Society and Religious Communities". Acara pembukaan berlangsung di Akademi Diplomatik Wina (Diplomatische Akademie Wien/DA Wien) Senin dan terbuka untuk masyarakat umum. Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Direktur DA Wien, Ny Elizabeth Bertagnoli menyampaikan sejarah singkat pendirian DA Wien dan komitmen institusi tersebut dalam mendukung kegiatan DLA antara kedua negara yang dimulai sejak tahun 2009 lalu. ...dst 17 ) Bahas Konflik Agama, Paramadina Undang Utusan Perancis http://kampus.okezone.com/read/2011/06/07/373/465521/bahas-konflik-agama-paramadina-undang-utusan-perancis Selasa, 07 Juni 2011 16:31 wib JAKARTA - Berbagai konflik yang terjadi belakangan ini, baik dalam skala nasional maupun internasional, banyak menyinggung soal agama. Salah satu permasalahan yang tengah menjadi sorotan antara lain terorisme. Pelaku terorisme kerap kali dikaitkan dengan jaringan Al-Qaeda. Hal ini dapat menimbulkan persepsi negatif dalam benak masyarakat dunia. Maka untuk mengantisipasi pemahaman yang salah terhadap permasalahan tersebut, Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina bekerja sama dengan Kedutaan Besar Perancis mengadakan diskusi terbuka bertajuk Perubahan-Perubahan Aktual dan Aspirasi Demokrasi di Dunia Arab. Direktur Riset CNRS (Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Perancis), Francois Borguat, sebagai pembicara dalam diskusi yang diadakan di Ruang Granada, Universitas Pramadina itu. Diskusi yang berlangsung sejak pukul 13.00-15.00 WIB tersebut, dihadari oleh mahasiswa dari berbagai universitas serta para tenaga pengajar (dosen dan guru). Dalam diskusi, Francios mengimbau agar masyarakat maupun pemerintah tidak mengaitkan agama dengan segala peristiwa yang marak terjadi. ...dst 18 ) Kemendiknas Minta Ulama Beri Pengertian Soal Bendera Merah Putih http://www.detiknews.com/read/2011/06/08/022535/1655386/10/kemendiknas-minta-ulama-beri-pengertian-soal-bendera-merah-putih?n991101605 Rabu, 08/06/2011 02:25 WIB Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional meminta supaya ulama turun tangan dalam kasus 2 sekolah di Karanganyar yang menolak menghormati bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan. Para ulama harus bisa memberikan penjelasan mengenai aturan penghormatan kepada simbol negara. "Para ulama harus bisa memberikan perspektif supaya tidak kaku," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal kepada detikcom, Selasa (7/6/2011). Ulama itu harus dapat memberikan pemahaman yang jelas mengenai arti perbuatan syirik dan gerakan i'tidal dalam salat. Pasalnya, dua paham inilah yang membuat kedua sekolah itu menolak menghormati simbol-simbol negara. Selain itu, Fasli juga meminta dinas pendidikan setempat untuk ikut menyelesaikan permasalahan ini. Pusat memberikan wewenang penuh kepada daerah untuk dapat memberikan pengertian mengenai kewajiban memberi penghormatan kepada simbol negara. "Kan ada dinas pendidikan daerah, mereka harus dapat juga memberi penjelasan," tandasnya. ...dst 19 ) Wamendiknas Nilai Penutupan Sekolah Bukan Solusi http://www.detiknews.com/read/2011/06/08/051519/1655396/10/wamendiknas-nilai-penutupan-sekolah-bukan-solusi?n991101605 Rabu, 08/06/2011 05:15 WIB Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal menilai penutupan sekolah yang menolak hormat kepada bendera merah putih bukan solusi yang jitu. Fasli mendorong penyelesaian masalah ini diselesaikan lewat jalur dialog. "Selalu ada pintu untuk dialog," kata Fasli kepadadetikcom, Selasa (7/6/2011). Fasli menjelaskan, semua pihak harus bisa memberikan pencerahan kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran UU ini. Namun ia menolak jika dua sekolah tersebut sampai harus ditutup. "Orang kalau makin dikerasin, justru bisa makin keras. Nanti mereka bisa melakukan cara-cara lain," lanjut Fasli. Semua pihak diharapkan dapat memberi pemahanan. "Supaya mereka tidak makin mengental," lanjutnya. Fasli juga meminta supaya dicari siapa orang yang pertama kali mengajarkan paham penolakan itu. Fasli yakin, murid-murid di sekolah itu hanya menuruti aturan yang ada. ...dst 20 ) E-coli di Eropa Berbeda dengan di Indonesia http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/07/232106/293/14/E-coli-di-Eropa-Berbeda-dengan-di-Indonesia Selasa, 07 Juni 2011 22:01 WIB JAKARTA--MICOM: Strain bakteri Escherichia Coli (E-coli) yang berada di Eropa belum ditemukan di Indonesia. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir atas mewabahnya bakteri E-coli yang melanda Eropa. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan bakteri E-coli di Eropa berbeda dengan yang ada di Indonesia. Hingga kini belum ditemukan strain bakteri yang serupa di eropa. "Di dalam negeri saja banyak bakteri E-coli dan karena tidak melakukan cuci tangan. Tapi untuk E-coli di Eropa strain-nya berbeda, sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan bahwa ada strain itu di Indonesia," ujarnya ketika ditemui di Istana Kepresidenen, Jakarta, Selasa (7/6). Namun masyarakat tetap perlu melakukan antisipasi atas persebaran bakteri E-coli. Endang meminta masyarakat membiasakan cuci tangan dan mencuci buah atau sayuran sebelum mengonsumsinya. Ia menegaskan hingga kini tidak terdapat produk pertanian berupa sayuran yang diimpor dari Eropa. Menurutnya desakan untuk kontrol khusus terhadap sayuran dan buahan impor berlebihan. "Mengupas buah atau mencuci sebelum mengkonsumsi itu semua sudah cukup," katanya. ...dst 21 ) Memetakan Otak untuk Masa Depan http://cetak.kompas.com/read/2011/06/08/02361078/memetakan.otak.untuk.masa.depan 08 Juni 2011 oleh AGNES ARISTIARINI Komisi Eropa baru saja memilih enam proyek penelitian untuk memperebutkan dua tempat terbaik sebagai teknologi masa depan. Tidak tanggung-tanggung, setiap kandidat menerima 1,5 juta euro—lebih kurang Rp 18 miliar—untuk menyempurnakan proposal selama setahun. Tujuannya, apalagi kalau bukan mendorong para ilmuwan menghasilkan terobosan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus solusi terhadap tantangan utama umat manusia ke depan. Dua proyek terbaik akan mendapat anggaran 100 juta euro (Rp 1,2 triliun) setiap tahun selama 10 tahun. Di antara keenam proyek itu—teknologi informasi untuk atasi krisis, uji materi baru grafen, peranti mini untuk deteksi kesehatan, pemetaan otak manusia, teknologi digital untuk pengobatan, dan robot teman manusia— pemetaan otak termasuk yang diunggulkan. Proyek ini berupaya memahami cara kerja otak dan kemudian mengembangkannya untuk berbagai cabang ilmu dari pengobatan, arsitektur, hingga kecerdasan buatan. ...dst 22 ) DPR RESMI BATASI KUNJUNGAN LUAR NEGERI http://www.dpr.go.id/id/berita/pimpinan/2011/jun/07/2817/dpr-resmi-batasi-kunjungan-luar-negeri 07-Jun-2011 Dewan Perwakilan Rakyat RI melalui surat yang telah ditandatangani pimpinan per tanggal 30 Mei 2011 resmi membatasi kunjungan kerja keluar negeri, terlebih kunjungan kerja yang tidak penting yang diselenggarakan komisi-komisi di DPR tanpa kejelasan tujuan dihentikan sementara. "Surat sudah ditandatangani pimpinan per tanggal 30 Mei 2011. Kunker itu hanya diizinkan yang berkaitan dengan revisi UU yang kita perlukan. Untuk UU yang bersifat biasa, maka tidak diizinkan, " jelas Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, dihadapan wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/6). Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa sejumlah kunjungan yang dipandang penting masih diagendakan, misalnya kunker BKSAP dalam rangka membina hubungan diplomasi dengan parlemen negara tetangga. Pramono menambahkan, selain BKSAP, Muhibah serta Grup Kerjasama Bilateral, diluar yang disebutkan, pimpinan DPR menginstruksikan kunker di stop dulu karena banyak yang belum memberikan laporan. ...dst Artikel: 23 ) Perguruan Tinggi Negara http://cetak.kompas.com/read/2011/06/08/02544553/perguruan.tinggi.negara 08 Juni 2011 Oleh Eko Prasojo-Ketua Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP UI Saat ini DPR dan pemerintah sedang membahas RUU Pendidikan Tinggi. Penyusunan RUU ini merupakan respons atas pembatalan UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan oleh Mahkamah Konstitusi. Dalam pandangan MK, UU BHP tersebut tak sesuai dengan konstitusi karena berdampak pada pendiskriminasian hak-hak warga negara untuk mendapatkan pendidikan. Ada dua masalah yang penulis lihat dalam substansi UU BHP sehingga dibatalkan oleh MK. Pertama, UU tersebut mengatur semua level pendidikan, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan atas, dan pendidikan tinggi, yang pada dasarnya memiliki karakter pengaturan berbeda. Kedua, UU tersebut tak membedakan antara domain pendidikan yang diselenggarakan negara dan domain pendidikan yang diselenggarakan masyarakat. Beranjak dari dua persoalan tersebut, tampaknya DPR dan pemerintah berkeinginan menyusun RUU yang secara khusus mengatur pendidikan tinggi. ...dst 24 ) Sekilas Dalam Negeri Pendidikan Dasar dan Menengah Siapkan Edaran Larangan Pungli di Sekolah NegeriMendiknas Minta Pemda Lakukan Pengawasan Australia Bantu Indonesia Biayai Pendidikan Dasar Tolak Hormati Merah Putih, Dua Sekolah Teracam Ditutup Wamendiknas Nilai Penutupan Sekolah Bukan Solusi Kemendiknas Sesalkan Ada Sekolah yang Tolak Hormati Bendera Kemendiknas Minta Ulama Beri Pengertian Soal Bendera Merah Putih Ekonomi dan Politik RI Targetkan Pendapatan Tinggi Jelaskan Newmont, Menkeu Dikawal 8 Ahli Hukum DPR Minta BPK Audit Pembelian Saham Newmont PLN Bangun Menara Listrik Tertinggi di Dunia Konversi Elpiji Hemat Rp 33,3 Triliun DPR Awasi Konversi Minyak Tanah ke Gas Indonesia Serius Selesaikan Masalah Laut China Selatan Lingkungan hidup Jakarta, Kota Berkualitas Lingkungan Hidup Terburuk Penerimaan CPNS 11 Lembaga Tak Terima CPNS Studi lanjut DPR DPR Stop Studi Banding ke Luar Negeri Kasus Andi Nurpati Komisi II DPR Juga Usut Kasus Andi Surat Palsu MK, Ganjar Usulkan Bentuk Panja Kasus Nazaruddin Bank BUMN Lapor Transaksi Suap Sesmenpora Kasus Hakim Syarifuddin Tim MA Periksa Semua Hakim PN Pusat Kejagung Siapkan Memori Kasasi Agusrin KY: MA Tidak Beres Promosikan Hakim Kasus Nunun KPK Buru Nunun dengan Melibatkan Interpol KPK: Jadi Buron Internasional, Interpol Dikerahkan Cari Nunun Hikmahanto: Penarikan Paspor Perlu Peran Negara Setempat KPK Koordinasi dengan Kemenlu Thailand Anggap Kasus Nunun Sensitif Kasus Pollycarpus Pollycarpus Ajukan 122 Alasan PK Pollycarpus Kantongi Tiga Bukti Baru Polly Tak Bertemu Munir di Coffee Bean Istri Munir Luncurkan D`ploso untuk ... Kasu Malinda Malinda Kecewa Polri Umumkan Radang Payudara Kisruh PSSI Majukan Tanggal Kongres PSSI Antisipasi Deadlock Jilid II Warga Solo Doakan Kongres Sukses Kongres PSSI Terancam Gagal Lagi Lagi-lagi KN "Ditempeleng" K-78 Osama Bin Laden Walau Osama Tewas, Kenapa Pasukan AS Masih Tetap Ngotot di Afghanistan … Wabah E-coli WHO: Sudah 22 Meninggal Akibat Bakteri E.Coli E-coli di Eropa Berbeda dengan di Indonesia Libya hari ini Gaddafi Bersumpah Lawan NATO Hingga Mati Khadafi Serukan Terus Lawan Serangan Udara NATO NATO Tegaskan Tak Ada Pasukan Darat di Libya Dalam Konflik Libya, China Berada di Dua Sisi Ada Ledakan di Kompleks Khadafi 29 Tewas Dalam 60 Serangan NATO di Tripoli Wah..Menteri Perburuhan Libya Membelot Saat Pertemuan Buruh Internasional Putri Gaddafi Ajukan Tuduhan Kejahatan Perang Terhadap NATO Perang Libya Kian Jauh Dari Hukum Jepang Jepang Naikkan Estimasi Radiasi Nuklir Kebocoran Radiasi Lebih Besar Suriah Dalang di Balik Kerusuhan Suriah: AS dan Israel Lagi, Kerusuhan di Suriah Tewaskan 120 Orang Yaman Presiden Terluka, Yaman Kian Kisruh Tentara Yaman Bentrok dengan Milisi Al-Qaidah di Zinjibar Australia X-File Tentang UFO Milik Militer Australia Hilang  

Related posts

*

*

Top