Berita Edukasi 06 Mei 2011

1 ) Akademisi Tinjau Kebijakan Energi di Indonesia http://kampus.okezone.com/read/2011/05/05/373/453710/akademisi-tinjau-kebijakan-energi-di-indonesia Kamis, 05 Mei 2011 16:23 wib JAKARTA - Sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan berkumpul guna merumuskan kembali kebijakan energi untuk kelanjutan pembangunan di kawasan Asia. Para peneliti tersebut akan menghadiri Asia Public Policy Forum yang digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) pada 9-11 Mei mendatang di Bimasena, Dharmawang Jakarta Selatan. Forum ini merupakan hasil kerja sama antara FE UI dengan Harvard Kennedy School, Bimasena, dan Rajawali Foundation. Dekan FE UI menyatakan, forum dibuat menanggapi kenaikan harga minyak yang terus meningkat di atas USD122 per barel. "Apalagi terjadi disparitas antara bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan rencana kenaikan harga yang semakin lebar. Forum ini merupakan bentuk perhatian kami mengingat sumbangan Asia adalah yang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi dunia," kata Firmanzah, Kamis (5/5/2011). Dekan termuda UI itu menambahkan, sebagai tiga negara Asia anggota G20, China, Indonesia, dan India, dengan ekonomi yang positif tentu sangat membutuhkan energi untuk menopang kebutuhan ekonomi. Kebutuhan tersebut tak hanya pada lingkup Indonesia, tapi juga skala regional. ...dst 2 ) Dosen Honorer UI Demo Rektorat http://www.jpnn.com/read/2011/05/05/91125/Dosen-Honorer-UI-Demo-Rektorat- Kamis, 05 Mei 2011 , 03:03:00 DEPOK - Lebih dari 100 tenaga pengajar Universitas Indonesia (UI) berdemo. Mereka menuntut kepastian status sebagai tenaga pengajar di kampus negeri tersebut. Karena sudah lama mengabdi namun masih berstatus dosen honorer. Aksi para dosen itu didukung lebih dari 400 pekerja di lingkungan kampus yang berlokasi di Kota Depok tersebut. Para demonstran membawa berbagai atribut berisi pernyataan sikap.  Di antaranya, bertuliskan kekecewaan terhadap kebijakan kampus UI. "Bayangkan ada dosen honorer yang sudah lama mengabdi tetapi tak diberikan status jelas. Begitu pula terhadap ratusan pekerja lainnya. Ini sama saja menelantarkan pekerja," terang Presidium Paguyuban Pekerja UI, Andri G Wibisana di kampus UI, Depok, Rabu (4/5). Dia juga menyebutkan masa kerja para dosen dan karyawan UI banyak yang sudah puluhan tahun. Seharusnya sudah pantas mendapatkan status pegawai tetap. Dikatakan juga, berdasakan data kepegawaian UI tercatat 8 ribu dari 11 ribu pekerjanya berstatus honorer. ...dst 3 ) Mendiknas Jamin Angkat Guru Honorer http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396898/ Friday, 06 May 2011 JAKARTA– Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menjamin pengangkatan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun ini. Mendiknas menyatakan, setiap tahunnya selalu ada formasi pengangkatan guru honorer menjadi PNS. Karena itu,Nuh meminta agar para guru honorer tidak khawatir, terutama terkait belum berubahnya status kepegawaian. Selama ini, ujarnya, pemerintah selalu membuka lowongan PNS untuk yang baru lulus dan pengangkatan pengajar yang selama ini sudah dipekerjakan oleh instansi pemerintah. Namun, jelas mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini, pengangkatan guru honorer tetap harus mengacu pada beberapa persyaratan.Terutama, berdasarkan Undang- Undang (UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi guru honorer agar dapat diangkat PNS adalah kualifikasi akademik yang diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau diploma (D4). "Guru wajib memiliki kualifikasi akademik,kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional," tegas Nuh di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Jakarta, kemarin. Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengatakan, persyaratan itu merupakan prinsip dasar pengangkatan guru honorer. ...dst 4 ) PENGHARGAAN Wamendiknas Raih "Henry Kaufman Prize" http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/05/20202020/Wamendiknas.Raih.Henry.Kaufman.Prize Kamis, 5 Mei 2011 | 20:20 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Institut Pendidikan Internasional (The Institute of International Education) yang berkedudukan di Amerika Serikat (AS) memberikan penghargaan Henry Kaufman Prize kepada Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal. Fasli merupakan penerima pertama penghargaan internasional tersebut. Penghargaan tersebut sebagai pengakuan pada peran Fasli dalam mempromosikan dan mengembangkan pendidikan tinggi internasional di Indonesia dan dunia. Acara pengukuhan dilaksanakan di Washington DC, Rabu (4/5/211) waktu setempat, oleh Presiden IIE dan CEO Dr Allan E. Goodman. IIE merupakan lembaga terpandang dalam pertukaran orang dan ide di dunia internasional. Lembaga indepen nonprofit ini didirikan pada 1919. IIE mempunyai jaringan lebih dari 1.100 anggota lembaga dan 18 kantor di seluruh dunia. Adapun Fasli dinilai berkomitmen untuk memperkuat hubungan di bidang pendidikan antara Indonesia-AS. Fasli mendorong untuk memperluas kerjasama kedua negara dengan membentuk penelitian bersama bidang sains dan teknologi dan membangun kapasitas di pendidikan tinggi Indonesia untuk mempromosikan kajian-kajian soal AS. ...dst 5 ) Teknologi Hebatnya Robot Pemanjat Pita Ala Unikom http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/05/21160240/Hebatnya.Robot.Pemanjat.Pita.Ala.Unikom Kamis, 5 Mei 2011 | 21:16 WIB KOMPAS.com - Hampir setiap tahun, lomba robot di kalangan mahasiswa selalu menantang peserta merancang robot pemadam api. Kenyataannya, di negara manapun bahkan di kompetisi tingkat dunia, robot pemadam api memang menjadi standar perlombaan robot selama bertahun-tahun. Lomba tersebut juga menjadi ajang regenerasi. Namun, bukan berarti penelitian robotika statis karena lomba yang dilakukan dari tahun ke tahun terkesan monoton. Memadamkan api hanyalah objek atau sasaran saja, sementara di balik pengembangan robot banyak hal yang dilakukan dari perancangan hardware, pemilihan komponen dan material, desain, hingga algoritma program. Tantangan membuat robot tidak hanya berhenti pada robot pemadam api. Kemampuan mahasiswa Indonesia pun terus terasah. Misalnya seperti yang dilakukan Tim Divisi Robotika Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung. Para mahasiswa di sana diasah menciptakan robot-robot yang beragam kemampuannya. Selain robot pemadam api, juga ada robot pemanjat. ...dst 6 ) Delapan Robot Setengah Manusia Ramaikan Kontes Robot Indonesia http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/05/05/lkq90j-delapan-robot-setengah-manusia-ramaikan-kontes-robot-indonesia Kamis, 05 Mei 2011 21:45 WIB REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Sebanyak delapan "humanoid" (robot setengah manusia) yang mengikuti "Battle Humanoid League" akan menyemarakkan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011 di Gedung Robotika ITS Surabaya pada 7-8 Mei. "Mulai tahun ini, KRI dimeriahkan dengan KRCI Battle yang merupakan `robot soccer` (kontes robot pemain sepak bola) antar-humanoid," kata Wakil Ketua KRI-KRCI 2011 Regional IV (Jatim dan Indonesia Timur), Dr Ir Endra Pitowarno M.Eng, di Surabaya, Kamis. Didampingi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD, ia menjelaskan KRCI selama ini hanya mempertandingkan robot berkaki (pemadam api) dan beroda (pemadam api). "Namun mulai tahun ini, KRCI juga mempertandingkan `Battle Humanoid League` yang di tingkat dunia sudah ada sejak tahun 2007. Rencananya, tahun 2050 akan ada pertandingan humaniod dengan pesepakbola FIFA, karena humanoid saat itu diprediksi sudah sangat mahir bermain sepak bola seperti manusia biasa," katanya. ...dst 7 ) "Gatotkaca" IT Telkom Wakili Indonesia di New York http://www.pikiran-rakyat.com/node/144060 KAMIS, 05/05/2011 - 17:34 BANDUNG, (PRLM).- Tim Gatotkaca dari Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) menjadi juara pada Imagine Cup 2011 Indonesia yang diselenggarakan Microsoft, di Jakarta, Selasa (3/5). Dengan hasil tersebut, Gatotkaca berhak mewakili Indonesia di ajang International Imagine Cup 2011 di New York, Amerika Serikat, pada 8-13 Juli mendatang. "Tim Gatotkaca bangga bisa mewakili Indonesia di kancah internasional. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk dapat memenangkan babak final di New York, Amerika Serikat," ungkap Ketua Tim Gatotkaca Dody Qori Utama, di Bandung, Kamis (5/5). Pada lomba inovasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) itu, Tim Gatotkaca sukses mengungguli puluhan tim yang berasal dari perguruan tinggi se-Indonesia. Dewan juri yang terdiri dari tiga pakar ICT, yakni Developer and Platform Lead, Microsoft Indonesia Risman Adnan, Ketua ASPILUKI Djarot Subiantoro, dan Direktur GDP Ventures Martin Hartono, sepakat menilai inovasi aplikasi ponsel kesehatan Childhood buatan Tim Gatotkaca sebagai yang terbaik. ...dst 8 ) Perjokian SNMPTN Pelanggaran Berat Etika Akademik http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/06/223778/293/14/Perjokian-SNMPTN-Pelanggaran-Berat-Etika-Akademik Jumat, 06 Mei 2011 01:39 WIB JAKARTA--MICOM: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Djoko Santoso menilai sangat pantas ancaman dikeluarkan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi mahasiswa yang melakukan praktik perjokian dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011. "Ini termasuk pelanggaran berat akademik, bahkan lebih berat dari plagiat," tegasnya, saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (5/5). Menurutnya, pemecatan ini sebenarnya tidak memiliki payung hukum formal. "Maaf nih, kalau sampeyan ngencingi kepala bapak sampeyan, apa itu pelanggaran? Itu sangat berat. Tapi dasar hukumnya kan tidak ada. Jadi (dalam hal pemecatan mahasiswa), ndak perlu tanya-tanya soal pasalnya berapa, undang-undang apa. Ini pelanggaran etika akademik," ujarnya. Ancaman yang dikeluarkan panitia SNMPTN itu, menurutnya, bukanlah yang pertama kali dilakukan. Saat menjadi rektor di Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2008-2009, ia mengaku pernah memecat beberapa mahasiswa yang terbukti menjadi joki SNMPTN dari kampusnya. "Sudah ada kejadian (pemecatan mahasiswa)-nya. Jadi rektor jangan biarkan orang-orang melanggar etika akademik," tandasnya. ...dst 9 ) Undip Tambah Kuota SNMPTN Jalur Tulis http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396808/ Friday, 06 May 2011 SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menetapkan kuota lebih besar untuk jalur tertulis dibanding jalur undangan pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2011. Rektor Undip Semarang Sudharto P Hadi mengatakan, rincian kuota yang disediakan pada SNMPTN jalur tertulis ini,mencapai 3.768 mahasiswa. Sedangkan untuk jalur undangan disediakan kuota sebanyak 1.330 mahasiswa."Jadi, untuk yang melalui SNMPTN jalur tertulis akan jauh lebih besar,"paparnya,kemarin. Undip Semarang memiliki daya tampung sebanyak 8.000 mahasiwa baru tiap tahunnya. Kuota tersebut dibagi untuk 5.000 mahasiswa jalur undangan maupun tertulis,dan sisanya 3.000 mahasiswa baru melalui jalur penerimaan mandiri. "Untuk SNMPTN jalur tulis kan ada tesnya, sedangkan untuk SNMPTN jalur undangan penilaiannya dilakukan melalui nilai akadamis calon mahasiswa dari sekolah yang bersangkutan. Sekaligus berdasarkan prestasi-prestasi mereka di sekolah tanpa melalui tes masuk lagi,"papar Sudharto. ...dst 10 ) Universitas Brawijaya Kediri Menakutkan Kampus Swasta http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/05/brk,20110505-332349,id.html KAMIS, 05 MEI 2011 | 14:12 WIB TEMPO Interaktif, Kediri - Perguruan tinggi swasta di Kota Kediri menentang pendirian Universitas Brawijaya Malang di Kediri. Kampus negeri itu dikhawatirkan mengancam eksistensi mereka selama ini. "Pemerintah Kota Kediri tak memikirkan dampaknya," kata Mustain, Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Islam Kadiri (Uniska), Kamis, 5 Mei 2011. Menurut Mustain, Pemerintah Kota Kediri kurang fair soal pembangunan kampus Universitas Brawijaya. Pemerintah selalu menyampaikan alasan positif untuk mencari dukungan masyarakat. "Perguruan tinggi negeri itu akan membunuh perguruan tinggi swasta yang telah ada," kata Mustain. Menurutnya, kampus swasta selama ini telah berjuang mencari mahasiswa dan membiayai perangkat kampus secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah. Saat ini terdapat enam perguruan tinggi swasta di Kota Kediri, yaitu Universitas Islam Kadiri, Universitas Kadiri, Universitas Nusantara PGRI, Universitas Tribakti, Institut Ilmu Kesehatan (IIK), dan Politeknik Kediri. Kehancuran perguruan tinggi swasta ini menurut Mustain telah terjadi pada tiga kampus swasta di Malang, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangcucecwara, Universitas Merdeka Malang, dan Institut Teknologi Malang. Mereka kalah bersaing dengan perkembangan Universitas Brawijaya yang berstatus negeri. "Itu bukti konkret dampak dominasi perguruan tinggi negeri," kata Mustain. ...dst 11 ) Menjembatani Dunia Pendidikan dan Industri Perbankan http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396993/38/ Friday, 06 May 2011 Sebagai upaya menjembatani dunia pendidikan ke dunia kerja, Bank Mandiri, melalui program corporate social responsibility (CSR), menggelar kegiatan pelatihan di bidang statistik terkait risk management untuk mahasiswa, bertajuk "Mandiri Edukasi, Risk Management Goes to Campus"pada 20 April 2011 lalu. Menurut Senior Vice President Credit Risk & Portofolio Management Group Bank Mandiri, Tedi Nurhikmat, saat ini kebutuhan penerapan risk management menjadi mutlak di setiap perusahaan, khususnya perbankan. Peningkatan jumlah dan jenis transaksi yang semakin banyak dan beragam, kemajuan teknologi informasi perbankan (e-banking), ketidakpastian situasi politik dan ekonomi global yang berimbas pada perekonomian domestik, serta meningkatnya intensitas bencana alam, membutuhkan pengelolaan risiko yang memadai. ...dst 12 ) Mahasiswa Berdialog dengan Pejabat Kemdiknas http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/5/3/diaolog-mahasiswa.aspx 03 Mei 2011 | Laporan oleh aline Jakarta - Hari Pendidikan Nasional 2011 diwarnai aksi unjuk rasa sekitar 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia. Mereka kemduian diterima Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Ibnu Hamad, dan Kepala Subdirektorat Organisasi Mahasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Widyo Winarso. Dialog berlangsung dengan baik dan lancar. Perwakilan mahasiswa yang hadir dalam audiensi di antaranya berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Jakarta. Masing-masing perguruan tinggi menyampaikan aspirasi mereka mengenai permasalahan di bidang pendidikan, salah satunya mengenai ujian nasional. "Di negara lain, ujian nasional tidak dijadikan penentu kelulusan," ujar Fauzi, mahasiswa UNJ. ...dst 13 ) PENDIDIKAN HAKI Kurikulum HaKI dan Tren Plagiat Skripsi http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/05/16570257/Kurikulum.HaKI.dan.Tren.Plagiat.Skripsi Kamis, 5 Mei 2011 | 16:57 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Plagiarisme, mencontek, mencuri, atau menggunakan karya orang lain tanpa izin semakin marak dilakukan, khususnya dalam pembuatan skripsi di kalangan mahasiswa. Maraknya plagiat skripsi sebenarnya bisa disiasati atau bahkan ditekan dengan cara memberikan pemahaman dan sosialisasi mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) secara mendalam dan khusus. Donny A. Sheyoputra, Manager Business Software Alliance (BSA) Indonesia, menyayangkan longgarnya pengawasan perguruan tinggi dalam mengawasi praktek plagiarisme. Untuk itu, perguruan tinggi perlu menyiasati kelonggaran tersebut dengan memasukkan secara khusus kurikulum HaKI pada setiap program studi (prodi). "Kenapa HaKI tidak dijadikan mata kuliah HaKI di semua prodi di semua fakultas, ini supaya semua sadar. Sayangnya, kebanyakan perguruan tinggi sudah mulai longgar pengawasannya untuk hal-hal demikian. Jangan kaget, skripsi dibuatkan oleh lembaga lain, tidak merupakan karya mahasiswa itu sendiri, itu sudah merupakan hal yang umum. Pemberian kurikulum HaKI harus digalakkan dan lebih banyak lagi," ujar Donny, saat menjadi pembicara talk show bertema "Pemanfaatan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) melalui Pemuda", Kamis (5/5/2011), di Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. ...dst 14 ) Ditolak Mahasiswa, UPI Tetap akan Naikkan SPP http://bandung.detik.com/read/2011/05/05/155014/1633353/486/ditolak-mahasiswa-upi-tetap-akan-naikkan-spp?g991103485 Kamis, 05/05/2011 15:50 WIB Bandung - Meski mendapat penolakan dari mahasiswa, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) keukeuh ingin menjalankan tiga keputusan rektor yang sudah dikeluarkan. Keputusan yang menimbulkan kontroversi itu di antaranya kenaikan SPP, parkir bayar, serta pengaturan organisasi mahasiswa. "Keputusan-keputusan itu tidak ada yang merugikan mahasiswa," ujar Kepala Humas UPI Suwatno ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/5/2011). Keputusan yang menyangkut kenaikan SPP misalnya, hal itu hanya diberlakukan untuk mahasiswa baru yang akan masuk. Sementara mahasiswa yang ada saat ini tidak mengalami kenaikan biaya SPP. "Itu kan nanti disosialisasikan ke mahasiswa baru. Jadi begitu calon mahasiswa mendaftar ke UPI, mereka sudah tahu kemampuan yang harus dimiliki untuk membayar SPP. Itu sudah kebijakan," jelasnya.Namun bagi mereka yang tidak mampu, sambung Suwatno, UPI menyediakan beasiswa dengan persyaratan tertentu. "Kita justru ada program di mana mahasiswa bebas biaya kuliah, bahkan mereka diberi uang saku," jelasnya. ...dst 15 ) Ratusan Mahasiswa Tuntut Rektor untuk Membatalkan Kenaikan Biaya Masuk UPI http://www.pikiran-rakyat.com/node/144066 KAMIS, 05/05/2011 - 15:24 BANDUNG, (PRLM).-Sekitar 800 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar aksi di Kampus UPI, Jln. Setiabudhi Bandung, Kamis (5/5). Mereka menuntut rektor untuk membatalkan surat keputusan rektor yang salah satu isinya mengenai kenaikan biaya masuk UPI serta kenaikan SPP bagi mahasiswa baru 2011. Presiden BEM Rema UPI Ali Mahfud menuturkan, para mahasiswa memprotes sejumlah hal salah satunya SK rektor mengenai biaya masuk UPI 2011 yang kenaikannya mencapai 337 persen. Termasuk juga SPP yang kenaikannya mencapai 200 persen. "Biaya masuk naik drastis dibandingkan 2007, sementara SPP naik 200 persen dibanding tahun lalu. Ini sangat memberatkan," katanya, Kamis (5/5). Menurut Ali, biaya masuk UPI asalnya Rp 3,7 juta menjadi sekitar Rp 12,5 juta hingga Rp 17,5 juta. Sementara SPP naik dari Rp 700 ribu per semester menjadi Rp 1,7 juta per semester. "SPP ini rata bagi semua jurusan untuk mahasiswa 2011," ujarnya. Ali menuturkan, alasan rektorat menaikkan SPP dan uang masuk sangat tidak logis. Sebab alasannya karena sejak 1999 UPI tidak menaikkan SPP. "Padahal dari tahun lalu saja naik 50 persen. Belum lagi alasan lainnya yang menyebutkan karena UPI membutuhkan dana besar untuk perawatan gedung baru. Ini tidak logis," ungkapnya. ...dst 16 ) Unpas Gelar Seminar "Mengabdi Kepada Negeri" http://www.pikiran-rakyat.com/node/144059 KAMIS, 05/05/2011 - 16:33 BANDUNG, (PRLM).- Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional, Universitas Pasundan (Unpas) akan menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Mengabdi Kepada Negeri". Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu (21/5) mendatang, di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung. Akan hadir Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman.Ketua panitia Subur Dwiyono, Kamis (5/5) mengatakan, seminar ini juga menjadi ajang untuk temu alumni Unpas dari semua angkatan, program studi, dan jurusan. Menurut dia, para alumni juga akan mengisi kegiatan seminar untuk memaparkan sumbangsih alumni Unpas bagi negara. Beberapa alumni Unpas yang akan hadir sebagai pembicara adalah Engkos Koswara (staf ahli Kementerian Riset dan Teknologi) dan Farhat Abbas (pengacara). ...dst 17 ) Ahli Ekonomi Syariah Minim http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/05/14394878/Ahli.Ekonomi.Syariah.Minim Kamis, 5 Mei 2011 | 14:39 WIB MALANG, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan serta kondisi riil kebutuhan di tengah pasar bebas dinilai sangat dinamis. Karenanya, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sejak dini sudah menyiapkan lulusan bidang perekonomian syariah. Salah satu yang sudah mulai dilakukan adalah membuat kebijakan khusus bersifat strategis terkait dengan isi kurikulumnya yang akan diterapkan kepada mahasiswa. "Dengan perkembangan yang terjadi saat ini harus pandai-pandai menyiasati. Kalau tidak, bisa ketinggalan. Untuk itu, kami mengembangkan content kurikulum di setiap semesternya," kata Dekan FE UIN Maliki Malang, Muhtadi Ridwan, Kamis (5/5/2011). ...dst 18 ) MOTIVASI Saat Mahasiswa, Saatnya Bikin Kesalahan http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/05/21162758/Saat.Mahasiswa.Saatnya.Bikin.Kesalahan Kamis, 5 Mei 2011 | 21:16 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan zaman yang semakin dinamis menuntut para pelajar, mahasiswa, dan tenaga pengajar untuk mengikuti dan mengimbangi perubahan itu. Fokus pada prestasi akademik saja tidak cukup. Saat ini, lingkungan pendidikan tak hanya dituntut menyajikan kecakapan secara akademis, tetapi juga kreatif dan memperkuat soft skills. Perlu adanya suatu motivasi untuk mendorong siswa, mahasiswa, maupun tenaga pengajar agar mampu mencapai itu semua. "Cara memotivasi kreativitas sebenarnya akan muncul ketika ada gairah pada apa yang dilakukan. Ketika kita berharap seseorang mengeluarkan kreativitasnya, terlebih dahulu harus kita dorong gairahnya," kata Direktur Utama Kubik Training and Consultancy, Indrawan Nugroho, di acara "Menguak Revolusi SDM di balik Keberhasilan Bisnis XL", Kamis (5/5/2011) sore, di Jakarta. ...dst 19 ) Mahasiswa Terlibat NII Langsung DO http://www.jpnn.com/read/2011/05/05/91161/Mahasiswa-Terlibat-NII-Langsung-DO- Kamis, 05 Mei 2011 , 19:11:00 JAKARTA -- Guna membendung pengaruh gerakan Negara Islam Indonesia (NII) di kalangan mahasiswa, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengeluarkan ancaman. Sanksi drop out (DO) bakal dikenakan kepada mahasiwa yang terbukti terlibat jaringan NII.  "Jika memang terbukti terlibat organisasi yang aneh seperti NII itu, pastinya akan kami tindak tegas, kalau perlu drop out. Namun hingga saat ini, sebagian besar mahasiswa yang kami DO karena factor akademik, nilainya anjlok terus menerus. Ya keluar dengan sendirinya, karena sibuk berorganisasi," ungkap Herry kepada JPNN di Jakarta, Kamis (5/5). Dijelaskan, pihak rektorat terus memantau secara aktif seluruh kegiatan atau organisasi yang terbentuk di dalam lingkungan kampus. Herry menyatakan akan menyalurkan gagasan-gagasan mahasiswa ke arah yang benar. "Karena seorang mahasiswa ketika mengembangkan gagasan-gagasannya memang harus diarahkan pada pemikiran yang positif," tegasnya. ...dst 20 ) Anies: Keluarga Benteng Terdepan Cegah Radikalisme http://www.antaranews.com/berita/257051/anies-keluarga-benteng-terdepan-cegah-radikalisme Rabu, 4 Mei 2011 16:57 WIB | 2 Jakarta (ANTARA News) - Intelektual muda Indonesia, Anies Baswedan mengatakan, keluarga adalah benteng terdepan untuk mencegah radikalisme sehingga orangtua harus dibekali pengetahuan dan pemahaman nasionalisme. "Lahan yang paling penting untuk dipenetrasi adalah keluarga, karena benteng terdepan adalah keluarga. Orangtua harus dibekali pengetahuan apalagi mereka yang paling awal membaca tanda-tanda ekstrimisme di tiap-tiap individu," kata Anies di Jakarta, Rabu. Anies mengatakan hal tersebut dalam diskusi publik Indosiana tentang mengupas radikalisme di sekitar kita; langkah bersama mengembalikan iklim toleransi di Indonesia yang digelar Universitas Paramadina, Jakarta. Menurut Rektor Universitas Paramadina tersebut, orangtua perlu dibekali pengetahuan dan diberi materi mengenai kebangsaan sebab selama ini seakan-akan peran keluarga terlupakan dan anak dibiarkan tanpa pendamping. Pendidikan anak hanya diserahkan ke sekolah tanpa pengawasan orangtua. Dikatakannya, dengan memberi fokus pada orangtua diharapkan perlahan-lahan bisa mencegah tumbuhnya radikalisme. ...dst 21 ) Menteri Pendidikan Keluarkan Instruksi Cegah Radikalisme di Kampus http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/05/brk,20110505-332244,id.html KAMIS, 05 MEI 2011 | 07:46 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh akan mengeluarkan instruksi untuk mencegah dan mengawasi masuknya paham radikal ke kampus. "Perlu ada arahan dalam bentuk instruksi," kata Nuh usai membuka pertemuan antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), Rabu malam 4 Mei 2011.Menurut Nuh,ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengimplementasikan instruksi tersebut. Pertama, mencakup pengamanan terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan RI dan Bhinneka Tunggal Ika melalui pendidikan karakter. "Medianya adalah pendekatan-pendekatan akademik," tutur Nuh. Namun, kata dia, tidak harus melalui penambahan bahan pengajaran. ...dst 22 ) Mengurai Radikalisme di UIN http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396990/38/ Friday, 06 May 2011 Merespons tentang keterlibatan mahasiswa maupun alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam aksi teroris beberapa pekan lalu,diperlukan sikap yang lebih seragam dan bertanggung jawab dari pimpinan UIN. Respons yang demikian bukan saja penting sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai pemangku lembaga pendidikan tinggi Islam,melainkan juga strategis dalam mengurai beberapa persoalan ke depan. Kasus teror bom yang melibatkan alumni UIN boleh jadi sekadar anomali, yakni fenomena khusus yang karena berbagai alasan, tidak ada kaitannya dengan proses belajar di UIN.Tapi peristiwa itu juga mencerminkan fenomena lebih luas, bahwa lembaga tinggi yang mengkhususkan pada pengkajian agama tidak imun dari serangan ideologi agama radikal. Dengan demikian, merespons bahwa aktivitas alumni UIN dengan aksi teror itu terjadi setelah yang bersangkutan menamatkan belajar di UIN, sama halnya dengan mengabaikan fakta bahwa pelaku pernah mengenyam pendidikan dan sosialisasi intelektual di UIN. ...dst 23 ) Dua Mahasiswi Undip Jadi Korban NII http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396881/ Friday, 06 May 2011 SEMARANG– Setelah seorang mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi korban pencucian otak gerakan Negara Islam Indonesia (NII), kini giliran dua mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) yang diduga menjadi korban gerakan tersebut. Dua mahasiswa itu SF, warga Wedung, Demak dan HR,warga Bawen, Kabupaten Semarang. Keduanya merupakan mahasiswi Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan. RektorUndip SemarangProf Sudharo P Hadi mengatakan, dugaan keduanya menjadi korban NII setelah adanya laporan dari orangtua yang bersangkutan karena hingga kini keberadaannya belum diketahui. Laporan diterima saat orangtua dua mahasiswi tersebut datang ke Undip untuk pelaksanaan wisuda. Namun, dalam daftar wisuda kedua mahasiswi itu tidak tercatat sebagai peserta." Orangtua mereka kemudian mengecek ke fakultas,dan berdasarkan catatan yang ada difakultas keduanya sudah lama tidak aktif kuliah sejak semester dua,"bebernya kemarin. Menurut pengakuan orangtuanya, kata Sudharto,dua mahasiswi itu masih sering minta uang biaya kuliah. ...dst 24 ) Ratusan Mahasiswa Purwokerto Deklarasi Anti NII http://kampus.okezone.com/read/2011/05/05/373/453729/ratusan-mahasiswa-purwokerto-deklarasi-anti-nii Kamis, 05 Mei 2011 16:28 wib BANYUMAS - Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan deklarasi anti-NII. Deklarasi ini sebagai wujud perlawanan mahasiswa terhadap jaringan NII yang selalu membidik mahasiswa sebagai sasaran jemaatnya. Para mahasiswa menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan disaksikan Kolonel Inf. Nono Sumarno Komandan Korem 071 Wijayakusuma, AKBP Untung Widyatmoko, Kapolres Banyumas, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, dan Bupati Banyumas.Mahasiswa tidak menampik jika hingga kini kampusnya selalu dijadikan ajang perekrutan jaringan NII. Oleh karena itu, mahasiswa beranggapan, deklarasi anti NII ini nantinya bisa mencegah masuknya jaringan NII melalui perguruan tinggi. ...dst 25 ) Pendidikan Pancasila Dihapus http://cetak.kompas.com/read/2011/05/06/03075643/pendidikan.pancasila.dihapus Jumat, 06 Mei 2011 Jakarta, Kompas - Dihapuskannya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi hanya Pendidikan Kewarganegaraan di semua jenjang pendidikan membawa konsekuensi ditinggalkannya nilai-nilai Pancasila, seperti musyawarah, gotong royong, kerukunan, dan toleransi beragama. Padahal, nilai-nilai seperti itu kini sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan suatu bangsa yang pluralistis. Sejumlah guru di beberapa daerah, Kamis (5/5), mengatakan, kini sangat sulit menanamkan nilai-nilai seperti musyawarah, gotong royong, dan toleransi beragama kepada murid-murid karena pelajaran Kewarganegaraan lebih menekankan aspek wacana dan hafalan."Sesuai kurikulum, materi yang diberikan memang hanya hafalan dan penambahan pengetahuan. Sedikit peluang penanaman nilai dan pembentukan moral anak," kata Kepala SMAN 1 Lawa, Muna, Sulawesi Tenggara, La Ose. ...dst 26 ) Pendidikan Karakter Jangan Andalkan Pelajaran Formal http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/06/145662/Pendidikan-Karakter-Jangan-Andalkan-Pelajaran-Formal 06 Mei 2011 SEMARANG - Pengembangan pendidikan karakter seharusnya tidak hanya mengandalkan mata pelajaran formal di sekolah. Sudah saatnya pendidikan karakter diintensifkan pada kegiatan ekstrakurikuler, bahkan keluarga dan masyarakat. Drs Hardjono MPd, dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang mengemukakan hal itu di kampus Sekaran, Kamis (5/5). Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan Semarak Bulan Pendidikan yang digelar di fakultas yang dipimpinnya. "Memang pendidikan karakter tidak harus berdiri sendiri sebagai mata pelajaran. Ia bisa masuk ke pelajaran apa saja. Namun jika melihat tantangan saat ini, rasa-rasanya jam pelajaran yang ada belumlah cukup," katanya. Meski demikian, dia tidak menyarankan penambahan jam pelajaran, mengingat beban siswa sudah demikian berat. "Justru di sekolah, berbagai ekstrakurikuler harus diberdayakan agar fungsional dan efektif sebagai wahana pengembangan karakter siswa. Di samping itu, tentu saja keluarga dan masyarakat tak boleh dikesampingkan," tutur dosen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan ini. ...dst 27 ) "Soal Video Komisi8@yahoo.com, DPR Seharusnya Tak Garang" http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/05/05/brk,20110505-332485,id.html KAMIS, 05 MEI 2011 | 20:17 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Diunggahnya video dialog Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, hal yang wajar. "Komisi 8 tak perlu garang atas pemuatan suasana debat soal email itu diwww.youtube.com," kata Rangkuti, Kamis, 5 Mei 2011. Video berdurasi satu menit duapuluhtujuh detik itu diunggah ke situswww.youtube.com sejak 30 April 2011. Isinya menggambarkan dialog tentang alamat surat elektronik resmi dari Komisi Agama dan Kesejahteraan Rakyat ini. Salah satu anggota Komisi Agama yang disebut bernama Astriana Sinaga dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjawab pertanyaan soal e-mail itu. "Komisi8@yahoo.com," katanya daLam video. Rupanya jawaban itu menarik komentar dan peminat video yang kini sudah diakses lebih dari 70 ribu pengguna internet. Menurut Ray, tak ada yang berlebihan dalam pemuatan video itu. Justru menunjukkan, hal mudah dan elementer tak juga bisa dibenahi anggota Dewan. "Apalagi dilihat sebagai upaya menjatuhkan wibawa DPR, wah berlebihan sekali," kata dia. ...dst 28 ) IDI Dorong Implementasi Jaminan Sosial http://cetak.kompas.com/read/2011/05/06/03295888/idi.dorong.implementasi...jaminan.sosial.. Jumat 06 Mei 2011 Jakarta, Kompas - Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Boediono, Ikatan Dokter Indonesia mendorong implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional. Meskipun demikian, Wapres menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional secara hati-hati. Namun, untuk mendapatkan sistem yang terbaik, Wapres belum bisa menjanjikan secepatnya. "Beliau (Wapres) sampaikan, mari kita mencari sistem yang terbaik," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo, mengutip pernyataan Wapres Boediono, sesuai bersama pengurus IDI lainnya menemui Wapres di Jakarta, Kamis (5/5). Dalam pertemuan itu, kata Prijo, IDI mendorong pemerintah segera mengimplementasikan Sistem Jaminan Sosial Nasional mengingat seriusnya persoalan-persoalan kesehatan yang akan dialami Indonesia ke depan. ...dst 29 ) @dpr.go.id Nggak Tau Tuh! http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396899/ Friday, 06 May 2011 Surat elektronik atau yang lebih dikenal dengan electronic mail (email) saat ini sedang menghebohkan gedung parlemen. Kebanyakan anggota Dewan saat ini belum memiliki e-maildengan domain resmi dari webmailDPR dengan format @dpr.go.id. Seperti Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah yang memercayakan pembuatan akun e-mail-nya kepada staf pribadinya.Edo yang menjadi staf pribadi Jafar Hafsah mengaku ada tim khusus yang menangani soal teknologi informasi (TI),termasuk pembuatan e-mailuntuk Jafar. "E-mailpribadi ada,emailfraksi juga ada. ...dst 30 ) Info Studi Lanjut Pilih ke Australia? Ini Infonya! Sekolah Perhotelan, Swiss Tak Diragukan Jangan Lupa, Inggris Juga Tujuan Utama Nih... Info Penting Studi ke Kanada! Osama Bin Laden Osama Dikhianati Orang No 2 Al Qaeda Obama: Kematian Osama Pesan Bahwa Amerika Tidak Pernah Lupa Simpang-Siur Kematian Usamah Bin Ladin Amnesti Internasional: Amerika, Mengapa … Khawatir Aksi Balasan, Foto Jenazah Osama Urung Dipublikasi Terkait Pembunuhan Osama, Pakistan Peringatkan AS soal Operasi Militer Sepihak Para Tetangga Mengenang Osama SEALs, Prajurit Pilihan Idola Hollywood Cerita tentang pasukan Navy SEAL 3 Jenazah di penyergapan Babak baru setelah Osama Film tewasnya Osama Petinggi Al Qaeda Menyerahkan Diri Sekilas dalam Negeri Menghadapi KTT Asean 11 Titik Pengalihan Arus Lalu Lintas Selama KTT ASEAN 7-8 Mei Nasib Guru Honorer Mendiknas Jamin Angkat Guru Honorer Pendidikan Kemdiknas Genjot Pendidikan Inklusi (anak berkebutuhan khusus) Kemdiknas: Swasta Diharap Perbanyak Lomba "Jurnalis Cilik" Wajib Lapor Pecandu Narkotika Mulai November 2011, Pecandu Narkotika Wajib Lapor Pecandu Narkoba Diberi Kartu Khusus Ekonomi PDB Tumbuh 6,5 Persen Pemerintah Siap Lanjutkan RUU BPJS Inflasi Turunkan Daya Beli Masyarakat Kemensos Ajak Dunia Usaha Tangani Anak Jalanan Kemana Indonesia Membawa ASEAN ASEAN Jadikan Uni Eropa Mitra Terkuat ASEAN-Uni Eropa Selangkah Lebih Serius KTT ASEAN Kesempatan Kokohkan Posisi ... Pembobolan Bank Mega Elnusa Minta Bank Mega Kembalikan Rp 111 Miliar DPR RI Kunjungan Kerja ke Australia: Ironi Insiden Email Komisi VIII DPR DPR Merasa Diperolok PPI "Soal Video Komisi8@yahoo.com, DPR Seharusnya Tak Garang" @dpr.go.id Nggak Tau Tuh! DPR menjawab kunjungan ke Australia Priyo Minta Insiden E-mail Komisi VIII Tak Dibesar-besarkan NII Soal Alamat E-mail Roy Suryo Sebut Komisi VIII Ngaco PMII: Pemerintah Jangan Lepas Tangan Soal NII Saran KPK Ketua KPK: Kepolisian dan Kejaksaan Jangan di Bawah Kekuasaan Presiden PT DI PT DI Butuh Modal Kerja Rp 600 M untuk Bisa Bertahan PT DI Minta Utang Rp 3 Triliun Jadi Penyertaan Modal Negara PTDI Serahkan Pesawat CN 235-220 Pesanan Senegal Bencana Alam Intensitas Bencana Cuaca Meningkat Tanggap Darurat Tanggap Darurat (Sultan Minta Segera Cabut Status Tanggap Darurat!) Air Asia Beri Diskon Diskon Penerbangan Domestik-Mancanegara (Air Asia) Libya Hari Ini NATO Kesulitan Pukul Mundur Tentara Khaddafi Pemberontak Libya Adakan Pemilihan Lokal Si Pirang Bekas Perawat Qaddafi Minta Suaka Politik di Norwegia Pantai Gading Swiss bekukan aset Laurent Gbagbo (mantan Presiden Pantai Gading) Jepang Karyawan Fukushima Masuk Kerja

Related posts

*

*

Top