Berita Edukasi 05 Mei 2011

1 ) Perguruan Tinggi Deklarasikan Empat Pilar Kebangsaan http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/05/223536/293/14/Perguruan-Tinggi-Deklarasikan-Empat-Pilar-Kebangsaan Kamis, 05 Mei 2011 05:21 WIB JAKARTA--MICOM: Para pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Kopertis) mendeklarasikan untuk mengawal perwujudan empat pilar kebangsaan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Keempat pilar tersebut yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Deklarasi itu dibacakan oleh Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim, selaku Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia di Kantor Kemendiknas, Jakarta, Rabu (4/5) malam. Hadir pada deklarasi itu, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, Rektor Universitas Gadjah Mada Sudjarwadi, Rektor Institut Teknologi Bandung Akhmaloka, Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto, Rektor Universitas Sriwijaya Badia Perizade, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas Djoko Santoso. ...dst 2 ) Menteri Nuh: Tak Ada Tawar Menawar Soal Ideologi http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/05/brk,20110505-332240,id.html KAMIS, 05 MEI 2011 | 07:21 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menegaskan, pemerintah, pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) telah memiliki sikap bersama terkait masalah ideologi. Sikap itu adalah, "Tidak ada kata tawar menawar terkait ideologi," ujarnya menjelang rapat bersama antara Kementerian Pendidikan Nasional, para Rektor PTN dan Kopertis di kantor kementerian, semalam, Rabu 4 Mei 2011. Pemerintah dan kalangan perguruan tinggi juga akan mensosialisasikan soal sikap bersama ini. "Kami punya tekad yang sama untuk terus mensosialisasikan, meneguhkan, dan menginternalisasikan ideologi berbangsa dan bernegara kepada peserta didik," tutur Nuh.Tentang gerakan Negara Islam Indonesia (NII), Nuh mengingatkan agar masyarakat tidak menanggapinya secara berlebihan. Tapi di sisi lain juga tidak meremehkan hal itu. "Kalau sudah menyangkut masalah keutuhan bangsa dan negara, sekecil apapun tidak boleh dianggap remeh," kata Nuh. ...dst 3 ) Pertemuan Rektor PTN-Mendiknas (1) Cegah Ideologi NII KW IX dengan Wajib Lapor hingga Dialog http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/05/145587/Cegah-Ideologi-NII-KW-IX-dengan-Wajib-Lapor-hingga-Dialog 05 Mei 2011 BANYAKNYA mahasiswa yang tiba-tiba menghilang membuat sejumlah kampus gelisah. Terlebih sebagian dari mahasiswa yang menghilang itu pulang dengan membawa banyak perubahan sikap dan perilaku. Diduga mereka telah dicuci otak dan direkrut gerakan yang menamakan dirinya Negara Islam Indonesia Komando Wehrkreise IX (NII KW IX). Hal itu membuat Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh merasa perlu untuk mengundang rektor dan pembantu rektor bidang kemahasiswaan dari Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia. Para rektor yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu, berkumpul di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas, untuk membahas persoalan tersebut. Menurut Ketua MRPTNI Musliar Kasim, pertemuan tersebut terkait dengan keresahan mahasiswa dan orang tua terhadap kegiatan perekrutan NII KW IX. Rektor Universitas Andalas itu menambahkan, mahasiswa yang rentan digaet NII KW IX adalah mereka yang berasal dari kawasan pinggiran kota.Selain itu, mahasiswa dengan pendalaman ilmu keagamaan yang dangkal juga mudah diajak untuk dibaiat. ...dst 4 ) Aparat Diminta Bersinergi dengan Kampus untuk Tangkal NII http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/05/brk,20110505-332231,id.html KAMIS, 05 MEI 2011 | 06:36 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, merasa heran dengan sikap pemerintah, khususnya aparat keamanan dan intelijen yang sebenarnya sudah mengetahui ihwal penyusupan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) di kalangan mahasiswa. Namun hingga kini tidak bersinergi dengan pihak kampus untuk menangkalnya. "Harusnya sudah diketahui dari dulu. Buatlah persoalan menjadi terang," kata Anies dalam diskusi publik Indonesiana dengan topik "Mengupas Radikalisme di Sekitar Kita" di Auditorium Universitas Paramadina Jakarta, Rabu 4 Mei 2011 kemarin. Acara ini digelar atas kerjasama Tempo Interaktif, Tempo Institute dan Paramadina..Karenanya, jika aparat keamanan mendapatkan informasi adanya gerkan NII di kampus, Anies meminta segera mengabarkannya ke kampus bersangkutan dan institusi pendidikan agar bisa dimonitor secepatnya. "Tapi kalau kita tahunya dari media, bagaimana kita bisa berbuat?" ...dst 5 ) Pengajar Beraliran Radikal Harus Ditarik dari Kelas http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/04/brk,20110504-332196,id.html RABU, 04 MEI 2011 | 20:25 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan berpendapat, pengajar, guru dan dosen yang terbukti memiliki pandangan radikal dan menoleransi kekerasan harus ditarik dari kelas untuk kembali dibina. "Kalau terbukti tidak mengajarkan kekerasan baru boleh kembali ke dalam kelas," kata Anies dalam diskusi publik Indonesiana dengan topik "Mengupas Radikalisme di Sekitar Kita" di Auditorium Universitas Paramadina Jakarta, Rabu 4 Mei 2011. Pemerintah, menurut Anies, perlu menerapkan kebijakan tegas itu kepada seluruh pengajar, sebagai respons atas sejumlah penelitian yang menyebutkan pandangan radikal dan menoleransi kekerasan dijumpai pada anak-anak sekolah, mahasiswa, termasuk para pengajar. "Karena efeknya seumur hidup. Itulah yang fundamental, karena persoalannya di akar rumput," kata dia. ...dst 6 ) Kemendiknas Deklarasikan Anti Menyontek dan Anti Plagiat http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/04/brk,20110504-332212,id.html RABU, 04 MEI 2011 | 21:34 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian pendidikan nasional mendeklarasikan gerakan anti menyontek dan plagiat di lingkungan pendidikan tinggi, malam ini di gedung, Direktorat Perguruan Tinggi, Jakarta, Rabu, 4 Mei 2011. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dalam penjelasannya mengatakan budaya menyontek itu merupakan ekspresi dari sebuah pelanggaran. Perlu ada upaya dari pemerintah memberantas itu. "Budaya itu kalau larinya ke negatif harus kita tindak tegas," ujarnya. Budaya menyontek ujar Nuh sudah menjadi budaya meraih prestasi secara instan tanpa memperhatikan moralitas. "Berprestasi harus punya ilmu yang cukup," ujarnya. Adanya deklarasi ini ia berharap menghasilkan generasi muda bangsa berprestasi yang menjunjung nilai moralitas. ...dst 7 ) Waspadai Penipuan SNMPTN http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396708/ Thursday, 05 May 2011 YOGYAKARTA – Pengelola sekolah dan siswa diminta waspada terhadap proses seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang telah dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan penipuan. Tindakan penipuan dengan modus SNMPTN jalur undangan dialami salah seorang siswa SMA Muhammadiyah III Yogyakarta pada akhir pekan lalu. Caranya sang penipu menyampaikan informasi diterimanya siswa yang bersangkutan dalam program Bidik Misi SNMPTN 2011 melalui telepon. Beruntung,karena kesigapan pihak sekolah, aksi penipuan tersebut tidak sampai memakan korban. Ini juga disebabkan pihak sekolah telah mendapatkan sosialisasi dari Panlok SNMPTN, bahwa pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 18 Mei mendatang. Pengumuman hasil seleksi tetap menunggu pengumuman hasil kelulusan siswa SMA pada 16 Mei nanti. "Untungnya, siswa saya langsung konfirmasi ke saya dan bisa langsung kita cegah. Telepon itu diterima siswa pada Jumat (29/4), dan sudah saya konfirmasikan ke UNY. Dan benar itu hanyalah penipuan," papar Wakil Kepala SMA Muhammadiyah III Yogyakarta Arif Jamali kemarin. ...dst 8 ) Daya Tampung Siswa Miskin Bertambah http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/05/145590/Daya-Tampung-Siswa-Miskin-Bertambah 05 Mei 2011 JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menegaskan, kesempatan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi siswa dari keluarga kurang mampu semakin besar. "Hal itu karena daya tampung PTN meningkat," katanya seusai menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2011 di Kemdiknas, Senin (2/05). Menurutnya, mulai tahun ini PTN berkewajiban menerima 20% dari total mahasiswa yang diterima, dari keluarga tidak mampu. Dengan naiknya kuota itu, kesempatan untuk masuk ke PTN dari keluarga yang tidak mampu semakin besar. "Naiknya daya tampung membuat akses bagi siswa kurang mampu semakin terbuka," ujarnya. Seperti diketahui, pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 jalur Ujian Tertulis dibuka mulai 2 Mei. Sementara menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, daya tampung SNMPTN 2011 sebanyak 108.535. Jumlah tersebut ditampung oleh 60 PTN di seluruh Indonesia. "Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 82.000. ...dst 9 ) Perubahan Sebutan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi Aceh http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2132:layanan-informasi&catid=68:berita-pengumuman&Itemid=160 Written by Layanan Informasi Wednesday, 04 May 2011 12:01 Berdasarkan ketentuan pasal 251 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh menegaskan bahwa: Nama Aceh sebagai daerah provinsi dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan gelar pejabat pemerintahan yang dipilih akan ditentukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh setelah Pemilihan Umum Tahun 2009. Berikut terlampir surat Gubernur Aceh terkait Perubahan Sebutan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menjadi Aceh. http://www.dikti.go.id/attachments/article/2132/nad_a.bmp ...dst 10 ) Universitas Negeri Malang Berganti Nama http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/03/brk,20110503-331772,id.html SELASA, 03 MEI 2011 | 13:42 WIB TEMPO Interaktif, Malang - Senat Universitas Negeri Malang memutuskan mengubah nama Universitas Negeri Malang menjadi Universitas Malang (UM). "Nama UM secara resmi dimulai bulan ini," kata Rektor UM Suparno, Selasa, 3 Mei 2011. Keputusan mengubah nama dihasilkan dalam rapat Senat UM, Kamis, 28 April 2011 lalu. Perubahan nama dilakukan karena UM sudah mempunyai kredibilitas dan popularitas yang baik, sehingga tak perlu mencantumkan identitas "negeri" di dalamnya. "Sudah waktunya kami percaya diri dengan menghilangkan identitas negeri," ujar Suparno. Selain itu, perlu konsistensi antara nama panjang dan singkatan. Sebelumnya, Universitas Negeri Malang menggunakan singkatan UM. Masyarakat sering bingung akibat penggunaan singkatan yang tak sesuai dengan nama panjangnya itu.Dengan perubahan nama tersebut, Rektorat UM telah menyiapkan sejumlah langkah yang menyangkut aspek hukum dan administrasi. Selain itu, juga melakukan upaya pencitraan melalui sosialisasi dan publikasi. "Kami yakin perubahan itu akan membawa kebaikan," ujar Suparno. ...dst 11 ) UI: Kami Serahkan Masalah Status Pada Pemerintah http://kampus.okezone.com/read/2011/05/04/373/453389/ui-kami-serahkan-masalah-status-pada-pemerintah Rabu, 04 Mei 2011 19:05 wib DEPOK– Universitas Indonesia (UI) mengaku berbesar hati dan secara terbuka menerima tuntutan para pegawai honorer yang mendesak perubahan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pihak rektorat UI juga mengklaim telah memperjuangkan status para pegawai honorer dengan mengajukan nama kepada pemerintah. Hal itu diungkapkan Rektor UI Gumilar R Somantri yang menerima para pegawai di Perpustakaan UI. Menurut Gumilar, tuntutan para karyawan tersebut adalah ekspresi demokrasi yang dapat dipahami oleh seluruh pihak. Aksi tersebut juga merupakan aksi lanjutan para pegawai saat berunjuk rasa di istana presiden beberapa waktu lalu. "Tak ada yang bertentangan. Aksi teman–teman dosen dan karyawan adalah ekpresi demokrasi yang berujung dengan hangat. Saya pun berada dalam satu rel yang sama dengan mereka, saya upayakan daya kekuatan dengan menempuh jalur formal, dan tidak akan berhenti," jelasnya di Perpustakaan UI, Rabu (4/5/2011). Gumilar juga menawarkan alternatif bagi para pegawai honorer berupa persamaan pelayanan, jaminan, dan fasilititas PNS bagi para pegawai honorer. Masalah status, hanya pemerintah yang berwenang memutuskan pengangkatan PNS. ...dst 12 ) Dosen dan Karyawan UI Tuntut Diangkat Jadi PNS http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/03/brk,20110503-331671,id.html SELASA, 03 MEI 2011 | 07:31 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Ratusan dosen dan karyawan Universitas Indonesia berunjuk-rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin 2 Mei 2011 kemarin. Dalam aksi yang digelar bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, mereka menuntut adanya kejelasan mengenai status kepegawaian. Ketua Presidium Paguyuban Pekerja UI, Andri Wibisana, menjelaskan bahwa persoalan ini terjadi setelah diberlakukannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan. "Kami minta multisistem kepegawaian dihentikan. Tetapkan semuanya menjadi PNS," tuntutnya saat berorasi. Oleh sebab itu, aksi protes dilakukan di depan Istana Negara agar mendapat perhatian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Massa mengenakan ikat kepala berwarna dan membentangkan sejumlah spanduk. Dalam salah satu spanduk tertulis "Segera Laksanakan Pengalihan Status Pekerja UI ke PNS". Sementra spanduk lainnya berisi tuntutan kejelasan status kepegawaian menjadi pegawai negeri sipil. ...dst 13 ) Keraton Hibahkan Kerangka Gajah Nyi Bodro ke UGM http://kampus.okezone.com/read/2011/05/04/373/453383/keraton-hibahkan-kerangka-gajah-nyi-bodro-ke-ugm Rabu, 04 Mei 2011 18:56 wib YOGYAKARTA – Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat menghibahkan bangkai Gajah Nyi Bodro yang mati tahun 2000 lalu, kepada Fakultas Biologi UGM Yogyakarta. Bangkai Gajah yang sudah dikubur selama 11 tahun ini digali di Gajahan, Kompleks Alun-Alun Selatan dari kedalaman tanah sekira 4-5 meter. "Kerangka Gajah ini nanti setelah disusun kembali akan dipajang di Museum Biologi UGM Yogyakarta. Harapan kami supaya lebih bermanfaat khususnya di dunia pendidikan, dari pada lebur menjadi tanah," kata GBPH Prabukusumo, Selasa (4/5/2011).Adik Sri Sultan Hamengkubuono ini menambahkan, meski kuburan yang digali itu sudah 11 tahun tidak menjadi masalah. Sebab yang diambil dari kerangka gajah itu berupa tulang-tulangnya saja. "Mudah-mudahan ini nanti kerangkanya (tulang) tidak rusak," ucapnya. Dekan Fakultas Biologi UGM, Peni Retno Sancayaningsih, menambahkan bangkai gajah setelah direkonstruksi akan dibersihkan kerangkanya, kemudian diawetkan, setelah itu baru disusun kembali. "Setelah tersusun rapi nanti, kita akan tampilkan dalam display pameran di Museum (Biologi UGM)," paparnya. ...dst 14 ) Kerangka Nyai Bodro Disusun Ulang http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396716/ Thursday, 05 May 2011 YOGYAKARTA– Kerangka Nyi Bodro,gajah milik Keraton Yogyakarta yang dikubur di sekitar Alun-alun Selatan Yogyakarta akhirnya kemarin dibongkar. Penggalian atau ekskavasi terhadap Nyi Bodro yang sudah dikubur 11 tahun lalu ini dilakukan oleh tim Fakultas Biologi UGM. Tulang gajah tersebut akan direkonstruksi atau dirangkai lagi seperti kerangka gajah kemudian dipamerkan di Museum Biologi UGM. Prosesi ekskavasi dan rekonstruksi diawali dengan serah terima dari Keraton Yogyakarta yang diwakili GBPH Prabukusumo kepada Dekan Fakultas Biologi UGM Retno Peni Sancayiningsih. "Semoga kerangka gajah Nyi Bodro bisa memberi manfaat terhadap dunia pendidikan. Ini juga sebagai bentuk kepedulian Keraton terhadap dunia pendidikan seperti yang diamanatkan Raja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X,"kata Prabukusumo. Adik kandung Sri Sultan HB X ini menceritakan, gajah Nyi Bodro mati karena sakit saat berumur 29 tahun.Gajah tersebut ditangkap di Way Kambas Lampung pada 10 Maret 1987. Saat itu diperkirakan berusia 16tahun.Gajah itu dibawa ke Keraton Yogyakarta pada 1996. ...dst 15 ) Pembangunan Universitas Brawijaya di Kediri Macet http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/04/brk,20110504-332027,id.html RABU, 04 MEI 2011 | 12:14 WIB TEMPO Interaktif, Kediri - Rencana pendirian Universitas Brawijaya (Unibraw) di Kota Kediri, Jawa Timur, tak berjalan mulus. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat meragukan komitmen Rektor Unibraw Yogi Sugito dalam proses pendirian kampus.Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Solahudin mengatakan hingga kini Yogi Sugito belum berani menandatangani nota kesepahaman pembangunan kampus itu dengan Pemerintah Kota Kediri. Hal itu dikawatirkan berdampak pada proses pembangunan kampus. "Bagaimana kalau Pak Yogi tak lagi menjabat rektor? Apakah ada kepastian dilanjutkan rencana pembangunan kampus di Kediri?" kata Solahudin, Rabu, 4 Mei 2011. Hingga kini proses kerja sama dengan Unibraw masih sebatas perencanaan program perkuliahan dan lokasi pembangunan kampus. Universitas di Malang itu minta tanah seluas 24 hektare milik Pemkot Kediri sebagai lokasi kampus. Rencananya pemerintah akan melepaskan aset tanah di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, yang dianggap strategis sebagai kawasan kampus. ...dst 16 ) Informasi Studi di Macquarie University http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/05/145589/Informasi-Studi-di-Macquarie-University- 05 Mei 2011 SEMARANG- Macquarie University Australia dan Alfalink Semarang mengadakan informasi sesi yang ditujukan untuk murid SMA (Year 11, Year 12, O Level, dan A Level) serta dosen, calon dosen, dan staff universitas, pada Jumat (6/5) pukul 14.00-17.00 di Alfalink Semarang, Perumahan Kartini No 7. Informasi tersebut mengenai jurusan dan program studi yang ada di Macquarie University seperti Linguistics, Business, Commerce, Arts, MBA, Psychology, Computing/IT, Security Systems, Science, dan Biotechnology. Menurut Pimpinan Alfalink Semarang Imam P Santoso, partial scholarship ditawarkan untuk murid murid yang berprestasi untuk mendaftar S1 di bawah skema beasiswa Navitas. Scholarship untuk S2 diberikan di bawah beasiswa Macquarie Univeristy International Scholarship (MUIS) atau di bawah skema beasiswa unggulan Dikti. ''Scholarship untuk S3 diberikan di bawah skema beasiswa Macquarie Research Excellency Scholarship (MQRES) atau Cotutelle (joint PhD) atau skema beasiswa Dikti,'' jelasnya, kemarin. ...dst 17 ) Karyawan dan Dosen Unika Berprestasi Maju ke Tingkat Nasional http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/05/145588/Karyawan-dan-Dosen-Unika-Berprestasi-Maju-ke-Tingkat-Nasional 05 Mei 2011 SEMARANG- Dosen dan karyawan berprestasi Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata akan mewakili Kopertis Wilayah IV Jateng pada pemilihan akademisi berprestasi antarperguruan tinggi tingkat nasional 2011. Mereka adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi Prof Dr Vincent Didiek WA MBA, dan Ketua Program Studi Akuntansi Yusni Warastuti SE MSi. Kabag Humas Unika Antonius Juang Saksono mengatakan, accounting di Biro Keuangan, yakni Yuliana Sri Wulandari AMd juga berhasil menyabet juara III kategori pengelola keuangan berprestasi. ''Di tingkat nasional, dosen dan karyawan PTS terbaik di lingkungan Kopertis VI itu akan bersaing dengan akademisi lain,'' ujarnya, kemarin. Apresiasi ini, lanjut Antonius, diharapkan bisa memicu akademisi PTS agar bekerja profesional. Dengan adanya karyawan dan dosen yang memiliki kualitas kerja baik, secara tidak langsung bisa meningkatkan kualitas PTS itu dalam persaingan yang semakin ketat. ...dst 18 ) Tips Mengerjakan Tes Potensi Akademik http://kampus.okezone.com/read/2011/05/04/373/453156/tips-mengerjakan-tes-potensi-akademik Rabu, 04 Mei 2011 16:43 wib HARI pertama ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan mengujikan Tes Potensi Akademik (TPA). Sebagai tes yang mengandalkan kemampuan alamiah peserta, TPA bisa dilatih, meski tidak bisa dihafalkan. Yuk, simak tips mengerjakan TPA seperti yang dilansir situs snmptn.or.id, Rabu (4/5/2011). 1. Rutin berlatih Seperti halnya tes bidang studi prediktif (TBSP), kamu juga bisa berlatih soal-soal TPA sesering dan sebanyak mungkin. Latihan akan membuatmu akrab dengan berbagai jenis dan model soal. Kemampuan analisamu juga akan meningkat melalui berbagai latihan tersebut. ...dst 19 ) Nasib PDS HB Jassin Masih Tidak Jelas http://cetak.kompas.com/read/2011/05/05/0411353/nasib.pds.hb.jassin.masih.tidak.jelas Kamis, 05 Mei 2011 Jakarta, Kompas - Nasib Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin masih terkatung-katung. Janji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan dana Rp 1 miliar belum jelas realisasinya. Pengelola Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin berulang kali diundang rapat oleh Pemprov DKI Jakarta, tetapi tak satu pun agenda rapat menyinggung soal dana yang akan digulirkan tahun ini. Menurut Ariany Isnamurti, Kepala PDS HB Jassin, Rabu (4/5), agenda rapat lebih banyak membahas soal revitalisasi pengelolaan PDS HB Jassin. "Pemerintah menginginkan agar PDS HB Jassin menjadi unit pelaksana teknis di bawah Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Alasannya agar PDS HB Jassin bisa mendapat dana tetap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," tutur Ariany. Ketua Dewan Pembina Yayasan Dokumentasi Sastra HB Jassin, Ajip Rosidi, mengatakan, pihaknya menolak keinginan pemerintah agar PDS HB Jassin murni menjadi milik pemerintah. Ia meragukan komitmen dan keprofesionalan pemerintah dalam mengurus pusat dokumentasi sastra ini. "Selama ini penempatan pejabat sering kali tidak berdasarkan kemampuan dan keahlian seseorang," tutur Ajip. Karena itu, PDS HB Jassin harus tetap berbentuk yayasan agar bisa dikelola secara profesional. ...dst 20 ) Sekilas dalam Negeri SNMPTN 2011 Apa Sih Tes Potensi Akademik? Tips Mengerjakan Tes Potensi Akademik Cari Info SNMPTN di Mana Ya? Bagaimana Cara Daftar SNMPTN? Cara Menghitung Nilai SNMPTN Ini Cara Daftar Beasiswa Bidik Misi Pendaftaran SNMPTN Nonsetop 24 Jam! Kasus Debt Collector Citibank Polisi Bantah Dibilang Main Mata dengan … Ekonomi JP Morgan Kucurkan Utang untuk Indonesia 10.000 Bayi Lahir Setiap Hari di Indonesia Mobil Murah Diproduksi Mulai 2012 Hidup Susah di Dalam Negeri, Warga Terpaksa Migrasi KPK Pemerintah Siap-siap Lagi Pilih Pimpinan KPK Pansel Pimpinan KPK Tinggal Diketok KPK Dalami Soal Dana Talangan di Kemenpora Hukuman Mati Alasan Pemerintah Hilangkan Pasal Hukuman Mati di RUU Tipikor Studi Banding DPR Potong Anggaran Studi Banding Anggota DPR ke Luar Negeri! Lawatan DPR Jadi Sindiran Lima Bukti Kunjungan DPR ke Australia Sia-sia Tak Ingin Ketinggalan, Kini Giliran Komisi II Sambangi India DPR Minta Anggaran Dana Reses Dinaikkan Perompak Somalia ASEAN Bahas Perompak Somalia 20 ABK Kapal Sinar Kudus Diprediksi Tiba di Jakarta Minggu Menlu: Partisipasi Pesisir Kurangi Pembajakan di Laut Arab NII Jakarta Menjadi Basis NII Terbesar Polisi Diminta Usut Kaitan Panji Gumilang dengan NII Setoran NII ke Al-Zaitun Rp 110 Miliar Pertahun Osma Bin Laden Ditangkap Hidup, Usamah Dieksekusi dan Diseret ke Helikopter Obama Perintahkan Eksekusi Usamah Bin Ladin Rating Obama Naik Setelah Tewasnya Bin Laden Penemuan Penting di Kantung Baju Os … Mengapa Osama Bin Laden Diberi Kode 'Geronimo'? AS tidak akan terbitkan foto Osama AS: Jika Dirilis, Foto Jasad Osama Bisa Timbulkan Kemarahan Al-qaeda Yaman Janji Balas Kematian Osama Bin Laden Navy Seal, pasukan pembunuh Osama Saat Diserbu, Osama Tak Bersenjata Pakistan Tak Mau Disalahkan Usamah Bukan Geronimo Ketua Al Qaeda Baru Jadi Target AS Bidik Pengganti Osama Babak Baru Setelah Osama Tewas Umar Patek Tertangkap di Pakistan karena … Meski Osama Tewas, Inggris Tak Akan Kurangi Pasukan di Afghanistan Bisnis Suvenir Bertema Osama Marak di Internet Libya Hari Ini NATO: Kami Tidak Incar Khadafi Qaddafi Bakal Diseret ke Pengadilan Kejahatan Perang Akhir Bulan Ini? PBB Akan Tangkap Khadafi Yaman Partai yang Berkuasa di Yaman Terima Rencana bagi Pengunduran Diri Saleh Partai Berkuasa Yaman Setujui Rencana GCC Akhiri Krisis Jepang Inggris Dukung Keinginan Jepang Jadi Anggota DK PBB

Related posts

*

*

Top