Berita Edukasi 25 April 2011

1 ) Perguruan Tinggi Terapkan Jaminan Mutu http://www.jpnn.com/read/2011/04/25/90301/Perguruan-Tinggi-Terapkan-Jaminan-Mutu- Senin, 25 April 2011 , 07:07:00 JAKARTA - Kemauan Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia untuk menerapkan sistem jaminan mutus terus menurun. Dari total sekitar tiga ribuan PT di Indonesia, hanya 24 yang dinyatakan berhasil menerapkan sistem jaminan mutu tahun ini. Data di Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas menyebutkan, setiap tahun, angka PT yang mengajukan uji sistem jaminan mutu juga terus merosot. Uji tersebut diajukan PT ke Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT. Ditjen Dikti mencatat, pada 2008, ada 68 PT yang melakukan praktik jaminan mutu. Namun, pada 2009 turun menjadi 58 PT. kemudian pada 2010, kembali ajlok dan tinggal 24 PT saja. Dirjen Dikti Djoko Santoso mengatakan, sistem jaminan mutu di PT ini bersifat internal. "Beda dengan akreditasi yang selama ini memang terus digenjot," tandasnya di Jakarta kemarin (24/4). Djoko mengatakan, sistem jaminan mutu tersebut berada di bawah wewenang BAN PT. Meski begitu, pihaknya tak mau disebut kendur dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, kampus harus lebih termotivasi untuk mendaftarkan uji jaminan mutu. Jika belum lolos, bisa didaftarkan tahun berikutnya. ...dst 2 ) Kemendiknas Waspadai Radikalisasi Siswa http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/25/brk,20110425-329803,id.html Senin, 25 April 2011 | 11:26 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengawasan terhadap radikalisasi siswa sekolah akan dilakukan berjenjang. Hal ini disampaikan Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, usai memantau pelaksanaan ujian nasional di SLTPN 38, Senin (25/4). Pengawasan pertama dilakukan oleh sekolah. "Kalau ini lewat, ini gunanya otonomi pendidikan di daerah," tutur Fasli, "Kalau ini tidak juga, baru kami masuk," ujarnya. Fasli membenarkan temuan adanya oknum-oknum guru tertentu yang menyemai bibit radikalisme dalam proses pembelajaran atau kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Menurutnya, Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sekolah sedang mencari cara untuk menanamkan anti radikalisme di sekolah. Sosialisasi akan dilakukan kepada sekolah-sekolah di daerah-daerah yang rawan. "Semua pihak harus mewaspadai," kata Fasli. "Jangan sampai karena kelengahan kita, diam-diam orang-orang yang mau mengembangkan radikalisme menggunakan sistem sekolah." ...dst 3 ) ITB Waspadai Rekrutmen NII http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/25/brk,20110425-329798,id.html Senin, 25 April 2011 | 11:16 WIB TEMPO Interaktif, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) mengantisipasi upaya rekrutmen jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dengan memantau aktivitas dan keberadaan mahasiswa melalui absensi kuliah. Direktur Hubungan Masyarakat dan Alumni ITB Marlia Singgih mengatakan, kampus ITB memang menjadi incaran anggota jaringan NII. Karena itu, mahasiswa dan orang tua diminta waspada. "Saat ini belum ada indikasi mahasiswa terlibat," kata Marlia di gedung Rektorat ITB, Senin (25/4). Tahun lalu, kata Marlia, ada seorang mahasiswa yang diduga terlibat. Ia sempat menghilang hingga ditemukan di Sumatra. Anak seorang karyawan ITB pernah menjadi korban, hingga karyawan itu berhasil menculik anaknya sendiri dari kelompok NII di Bandung, Jawa Barat. Di dalam kampus, antisipasi keterlibatan mahasiswa dengan NII dilakukan dengan mengawasi kegiatan unit mahasiswa oleh dosen pembimbing ...dst 4 ) Inilah Empat Kegiatan Kampus Atasi Radikalisme http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/24/brk,20110424-329710,id.html Minggu, 24 April 2011 | 19:51 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi meminta kalangan kampus mengoptimalkan kegiatan kampus bagi mahasiswa. "Kalau kampusnya tidak mendidik dengan baik, maka akan dididik dari luar," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, kepada Tempo, Ahad, 24 April 2011.Radikalisme diduga telah tumbuh di kampus-kampus. Dugaan ini muncul setelah beberapa tersangka teroris yang ditangkap polisi terkait bom buku dan bom di Gading Serpong diduga merupakan bekas mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Menurut Djoko ada empat kegiatan yang bisa diterapkan tiap kampus untuk menekan terjadinya radikalisme kampus, inilah empat kegiatan itu: ...dst 5 ) Deradikalisasi, Menag Desak Tambah Jam Pelajaran Agama http://www.jpnn.com/read/2011/04/25/90303/Deradikalisasi,-Menag-Desak-Tambah-Jam-Pelajaran-Agama- Senin, 25 April 2011 , 07:29:00 TANGERANG - Sekarang ini muncul fenomena pelaku terorisme berasal dari sekolah maupun perguruan tinggi berbau Islam. Contohnya Pepi Fernando, alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Ciputat. Meskipun begitu, Kementerian Agama (Kemenag) tetap tidak mau melakukan revisi terhadap kurikulum pendidikan agama. Kementerian menilai, belum ada urgensi untuk merubah kurikulum. Sebab, kurikulum yang dipakai sekarang ini sudah proporsional dan tidak mengajarkan radikalisme. Menteri Agama Suryadarma Ali mengatakan, perlu penegasan dan pembedaan yang jelas antara rekrutmen dan pendidikan agama radikal. Rekruitment kelompok radikal sudah terlepas dari institusi pendidikan keagamaan. Selain itu, perekrutan bisa terjadi kepada siapapun. ...dst 6 ) Kampus Antisipasi Jaringan NII http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/394860/38/ Monday, 25 April 2011 YOGYAKARTA – Sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta merencanakan turun ke lapangan untuk mendatangi perangkat desa dan induk semang kos menyikapi modus perekrutan jaringan Negara Islam Indonesia (NII) yang mengincar kalangan mahasiswa. Upaya ini dilakukan untuk membentuk kerja sama mengantisipasi mahasiswa agar tidak menjadi korban perekrutan. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rachmad Wahab mengatakan, dengan turun ke lapangan diharapkan terjalin koordinasi dan saling memberi informasi. Nantinya, bisa dipantau siapa dari mahasiswa yang sekiranya mencurigakan mengikuti kegiatan yang dilarang. "Secara sistematis juga mengumpulkan perwakilan dari angkatan-angkatan. Dari sana dapat kita sisir informasi," ujar Rachmad di Yogyakarta kemarin. Upaya yang sama juga dilakukan di Universitas Islam Indonesia (UII). Jika nantinya ada mahasiswa yang diketahui masuk ke dalam jaringan ini, akan ada tindakan pembinaan secara khusus. ...dst 7 ) Kampus di Yogya Sisir NII http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/394822/ Monday, 25 April 2011 YOGYAKARTA- Empat perguruan tinggi di Yogyakarta akan turun ke lapangan mendatangi perangkat desa dan pemilik kos untuk menyikapi maraknya perekrutan jaringan Negara Islam Indonesia (NII) yang mengincar mahasiswa. Seperti diketahui, Jumat (22/4), Fenti, mahasiswi perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ditangkap polisi karena diduga kuat akan merekrut Yeti,seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di kota ini untuk masuk dalam jaringan NII. Dari penelusuran Polda DIY,setidaknya ada dua hingga empat kampus di Yogyakarta yang mahasiswanya diduga sudah terlibat dalam NII.Mereka memiliki keterkaitan dengan jaringan NII di Jakarta. Perekrut umumnya mengincar kalangan mahasiswi. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rachmad Wahab mengatakan,untuk menanggulangi mahasiswanya menjadi korban perekrutan jaringan NII, pihaknya akan melakukan langkah mendatangi perangkat RT maupun RW. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menjalin komunikasi dengan para takmir masjid dan musala sekitar kampus serta ke kos-kosan mahasiswa. ...dst 8 ) Ormas Radikal Dibekukan Revisi UU No 8/1985 ke DPR http://www.jpnn.com/read/2011/04/25/90312/Ormas-Radikal-Dibekukan- Senin, 25 April 2011 , 08:45:00 JAKARTA – Organisasi masyarakat (ormas) yang dianggap radikal akan dibekukan. Itulah salah satu klausal revisi Undang-undang No 8/1985. UU tersebut sudah rampung dan secepatnya diajukan untuk dibahas DPR RI. "Sudah siap dan masuk prolegnas," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi. Pengawasan dan penindakan terhadap ormas radikal selama ini mengacu pada UU No 8/1985 dan Peraturan Pemerintah No 18/1985. Namun peraturan tersebut dirasakan kurang pas, karena terlalu lambat dan berbelit. "Ormas yang melakukan pelanggaran harus ditegur dulu sebanyak dua kali. Jika masih melanggar akan dibekukan. Jika tetap melanggar, baru dibubarkan," jelasnya. Pembubaran ormas pun harus melalui fatwa Mahkamah Agung (MA). Jika pembubaran diusulkan pemerintah daerah, harus dengan persetujuan mendagri. Proses ini menjadi persoalan. "Jika dia sekarang melakukan lalu besok tidak lakukan bagaimana?" ujar Gamawan. ...dst 9 ) AMIKOM Gelar Temu Alumni http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/394712/ Monday, 25 April 2011 YOGYAKARTA – STMIK AMIKOM Yogyakarta akhir pekan kemarin menyelenggarakan Temu Alumni Tingkat Nasional.Acara di Hotel Sahid Raya Yogyakarta ini dihadiri ribuan alumninya. Pada perhelatan itu, dilangsungkan juga pembentukan pengurus alumni di setiap provinsi. Koordinator pengurus alumni tingkat nasional yang juga Wakil Ketua III AMIKOM,Muhammad Idris Purwanto menuturkan, Temu Alumni merupakan event rutin yang digelar AMIKOM tiap tiga bulan dan satu tahun sekali.Untuk momen tiga bulanan, pihaknya hanya mengundang alumni yang sudahmenjadipengusahadanprofesional. Mereka diminta untuk jadi motivator bagi para mahasiswa." Sementara Temu Alumni Tingkat Nasional ini berlangsung setahun sekali," katanya saat beramah tamah dengan mantan para anak didiknya. ...dst 10 ) Prodi Arab UI Akan Selenggarakan Reuni Akbar http://www.antaranews.com/berita/255662/prodi-arab-ui-akan-selenggarakan-reuni-akbar Senin, 25 April 2011 12:01 WIB Jakarta (ANTARA News) - Program Studi Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, akan mengadakan Reuni Akbar pada Minggu (1/5) dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-50 program studi tersebut. "Kegiatan Reuni Akbar yang berlangsung pada Minggu, 1 Mei 2011, pukul 09.00-12.00 WIB ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai wadah silaturahim para alumni Program Studi (Prodi) Arab UI, setelah bertahun-tahun mereka tidak saling bertemu," kata Ketua Peringatan 50 Tahun Prodi Arab UI, Yon Machmudi PhD, di Jakarta, Senin. Ia berharap, Reuni Akbar itu dapat dihadiri para alumni tahun 1960-an sampai 2000-an. "Tentu kehadiran para alumni akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa Prodi Arab UI yang saat ini sedang melaksanakan studi karena akan memberikan motivasi dan arahan bagi mereka saat lulus nanti," ujarnya. ...dst 11 ) Unsoed Buka Program S3 Biologi http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/04/25/144482/Unsoed-Buka-Program-S3-Biologi 25 April 2011 PURWOKERTO- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membuka progam studi S3 Ilmu Biologi di bawah Fakultas Biologi dengan fokus pengembangan biosains dan teknologi berbasis spesies indigenus tropis. Ketua Tim Penyusun Proposal PS S3 Ilmu Biologi Prof Agus Irianto PhD dalam acara workshop Pembukaan Program S3 PS Ilmu Biologi Unsoed mengatakan, ada dua faktor yang menjadi dasar pendirian program S3 tersebut, yakni eksternal dan internal. Faktor eksternal antara lain Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya hutan tinggi, tetapi terancam keberadaannya. ...dst >>> Untuk yang membaca berita edukasi: Mohon maaf sajian berita edukasi terpaksa disajikan di siang hari berhubung modeem di rumah terbakar semalam setiba di rumah, sehingga tak bisa pakai speedy, sementara telkom flex ada gangguan tak bisa akses. Tiba di kantor sudah banyak pekerjaan menanti sehingga baru bisa search dan post berita di jam makan. Salam, Fitri 12 ) Sekilas dalam Negeri Antasari Case Setelah Ahli Forensik, KY akan Panggil Ahli Balistik dan IT 10 Kejanggalan Kasus Antasari Azhar Versi Pengacara Soal Antasari, Patrialis Tuding KY Berlebihan KY: Patrialis Kurang Banyak Baca Patrialis: KY Tak Berhak Nilai Kasus Antasari Insiden Injak Bendera Inilah Kronologis Penginjakan Merah-Putih di Acara PKS Klarifikasi PKS Soal Insiden 'Injak Bendera' PKS Minta Maaf atas Insiden Injak Merah Putih Penjelasan Tifatul Soal Insiden Merah Putih Teror Bom Ormas Radikal Dibekukan Siapa Pepi, Tersangka Otak Bom Serpong "Ada 8 Bom Aktif 100% di Rumah Pepi" Buat Bom Roket Incar Istana-Mabes Teroris Generasi Baru Lebih Berpendidikan dari Pendahulunya Pepi dan Imam Telah Dicuci Otak? Pengamat: Pepi Bukan Teroris Skandal Bank Inilah Sederet Skandal Bank Pembobolan Rekening Elnusa Mulus dengan Bantuan Kepala Cabang Bank Mega KPK Sudah 13 Kali KPK DIlemahkan Undang- … Kasus debt kolektor Citibank Otopsi Irzen Octa Tidak Bisa Jadi Bukti Lain-Lain Ketidakpercayaan Publik terhadap Pemerintah Bertambah SBY: Percepatan Pembangunan Bisa Kurangi TKI Malaria Renggut 104 Nyawa Setiap Hari Penderita AIDS di Batam Naik 32 Persen Jepang Hari ini Ilmuwan Jepang Luncurkan Robot Pemantau Radiasi Jepang Kembali Gelar Operasi Pencarian Korban PM Jepang Naoto Kan Didesak Mundur Libya hari ini Qaddafi: NATO Mencoba Membunuh Saya Warga Libya Tinggalkan Misrata Minyak Naik di Perdagangan Asia Kantor Khadafi Dibom Nato Kapal Bantuan Qatar Selamatkan Pengungsi Libya Rusia Akhirnya Setuju Libya Diserbu Nama Arab Bikin Bank Bingung Yaman, Mesir dan Suriah Presiden Yaman Bersedia Mundur KBRI Sanaa Kembali Evakuasi WNI di Yaman Mubarak pindah ke rumah sakit militer Mubarak Akan Dipindah ke RS Dalam Bui Suriah Makin Panas, 120 Orang Tewas

Related posts

*

*

Top