Berita Edukasi 21 April 2011

1 ) UNM Temukan 64 Ijazah Palsu Lulusan Tahun 2010 http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/04/20/ljyhlu-unm-temukan-64-ijazah-palsu-lulusan-tahun-2010 Rabu, 20 April 2011 21:58 WIB REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR--Universitas Negeri Makassar menemukan sedikitnya 64 ijazah palsu saat melakukan verifikasi ijazah di lima provinsi di kawasan timur Indonesia. Pembantu Rektor III Universitas Negeri Makassar (UNM), Sofyan Salam di Makassar, Rabu, mengaku menemukan puluhan ijazah bermasalah itu saat melakukan verifikasi lulusan angkatan 2010 di 34 kabupaten/kota di KTI. "Sudah puluhan ijazah yang kami curigai palsu. Beberapa ijazah menggunakan nomor register yang salah, ada juga tanda tangan yang tidak sesuai dengan ijazah yang sebenarnya," ucap dia. Menurut dia, ciri-ciri ijazah palsu sangat mencolok karena banyak temuan ijazah tersebut yang tidak sesuai dengan ijazah yang asli. "Perbedaannya sangat mencolok, tidak sulit menemukan ijazah palsu," ucap dia. Hasil temuan ijazah palsu itu, dia mengaku telah dilaporkan ke kepolisian daerah masing-masing pemilik ijaah palsu itu termasuk menyerahkan barang bukti ke pihak yang terkait. ...dst 2 ) Bangun Institut Perikanan, Pemerintah Gandeng ITB dan IPB http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/394169/ Thursday, 21 April 2011 BANDUNG– Pemerintah akan mendirikan institut perikanan pertama di Indonesia dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, pembangunan institut perikanan direalisasikan pada 2012 mendatang."Institut perikanan ini atas bantuan pemerintah Korea dan Taiwan, dengan bantuan senilai Rp350 miliar, semua dananya full dari mereka, tidak menggunakan APBN," ujarnya seusai kuliah umum bertajuk Membangun Negara Maritim Indonesia di Aula Barat ITB, kemarin. Dia mengatakan, lokasi yang dipilih untuk membangun institut perikanan ini sesuai permintaan pemerintah Korea. "Mereka ingin lokasinya tidak terlalu jauh dari Ibu Kota,dapat ditempuh sekitar 2-3 jam." "Maka saya dapat lokasinya di Subang,"ucapnya. Saat ini proyek institut perikanan sedang dalam proses pengaturan lokasi, untuk pembangunan dan SDM-nya dari ITB dan IPB. "Saya ingin institut ini tidak kalah dengan ITB dan IPB," harapnya. Institut perikanan ini juga untuk mengembangkan perikanan di Indonesia. Karena itu diperlukan peran aktif perguruan tinggi. Rektor ITB Akhmaloka mengatakan, minat mahasiswanya sangat tinggi untuk menjadi wirausaha. "Lebih dari 30% lulusannya bekerja di bidang wirausaha, sementara 30% lainnya meneruskan S2, serta sebagian lagi bekerja di pemerintahan," jelasnya. ...dst 3 ) Institut Perikanan Indonesia Dibangun di Subang http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/20/brk,20110420-328900,id.html RABU, 20 APRIL 2011 | 14:05 WIB TEMPO Interaktif, BANDUNG - Kementerian Kelautan dan Perikanan mendirikan Institut Perikanan Indonesia. Sekolah baru itu akan dibangun di Subang, Jawa Barat, pada 2012. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Besar Kecil Normaldana pendirian sekolah itu bukan dari APBN, melainkan hibah Pemerintah Korea Selatan. "Bantuan full dari Korea Rp 350 miliar," katanya seusai kuliah umum di Aula Barat ITB, Rabu, (20/4). Dipilihnya Subang, kata Fadel, sesuai dengan permintaan pemberi dana. Korea ingin lokasinya tidak jauh dari Jakarta. "Jaraknya hanya 2-3 jam," katanya.Fadel mengatakan, pembentukan institut tersebut akan dibahas bersama Rektor ITB dan IPB. Tujuannya, menghasilkan teknologi dan wirausahawan baru di bidang kelautan. ...dst 4 ) Hukum Indonesia Kehilangan Nyawa http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/04/21/ljz0jd-hukum-indonesia-kehilangan-nyawa Kamis, 21 April 2011 04:47 WIB REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyatakan hukum Indonesia telah kehilangan nyawa, sehingga mudah dimasuki kepentingan sesaat yang bertentangan dengan hukum itu sendiri. Statemen ini disampaikan Ketua MK, saat memberikan kuliah umum dalam rangka memperingati 60 tahun Fakultas HukumUniversitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar bertema "Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Mewujudkan Cita Hukum Nasional" di Padang, Rabu (20/4). Mahfud mengatakan, sebagai cita hukum, Pancasila ibarat nyawa yang tidak hanya memberikan panduan kemana hukum dan penegakannya akan dibawa. Tapi sekaligus nilai axiologis dalam menentukan hukum apa yang akan dibentuk dan bagaimana menjalankannya. Sayangnya, ia menilai, pembentukan dan penegakan hukum saat ini telah meminggirkan Pancasila. Bahkan, ia menyatakan, perdebatan akademis dan proses pendidikan tinggi hukum mungkin juga semakin jarang mendalami cita hukum dan studi-studi filsafat hukum. ...dst 5 ) Ekonom: Akademisi Juga Lakukan "Kebohongan Publik" http://www.antaranews.com/berita/255108/ekonom-akademisi-juga-lakukan-kebohongan-publik Kamis, 21 April 2011 02:07 WIB | Padang (ANTARA News) - Ekonom UI, Prof DR Sri-Edi Swasono mengatakan, kaum akademisi di kampus juga melakukan "kebohongan publik" seperti dituduhkan kepada pemerintah Indonesia oleh tokoh lintas agama beberapa waktu lalu. "Statuta perguruan tinggi bahkan sumpah sarjana yang menyebutkan kesetiaan kepada Pancasila, kenyataannya telah mengabaikan Pancasila dalam menyusun kurukulum dan silabus di kampus," katanya di Padang, Rabu. Hal itu disampaikannya dalam orasi ilmiah pada acara puncak Dies Natalies ke 30 dan Lustrum VI Universitas Bung Hatta 2011. Orasi disampaikan dengan tema "Neoliberalisme adalah penjajahan baru dan Pasal 33 UUD 45, solusi kemelut ekonomi global". Ia menambahkan, bahkan acapkali akademisi mengingkari Pancasila dengn mengajarkan terutama pada tatanan ilmu-ilmu sosial dan budaya, paham individualisme dan liberalisme. ...dst 6 ) PENDIDIKAN KEDOKTERAN Peran Negara dan Biaya Diatur Undang-undang http://cetak.kompas.com/read/2011/04/21/05244171/peran.negara.dan.biaya..diatur.undang-undang Kamis, 21 April 2011Jakarta, Kompas - Peran negara, termasuk pembiayaan pendidikan kedokteran, diatur dalam Rancangan Undang-Undang tentang Pendidikan Kedokteran yang digodok Komisi X DPR. Tujuannya agar pendidikan kedokteran tidak sepenuhnya menjadi komoditas pasar yang bisa berimbas pada tingginya biaya kesehatan. Ketua Komisi X DPR Prof H Mahyuddin dalam Lokakarya tentang Pendidikan Kedokteran yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (20/4), mengatakan, kehadiran RUU tentang Pendidikan Kedokteran berangkat dari pemikiran perlunya tanggung jawab negara dalam pendidikan kedokteran mengingat sebagian besar pelayanan kesehatan merupakan barang publik. Karena itu, tak bisa diserahkan pada mekanisme pasar. Dalam naskah akademik RUU itu disebutkan beberapa masalah pendidikan kedokteran, antara lain terbatasnya dana pemerintah untuk RS pendidikan di bawah Kementerian Kesehatan. Proses pendidikan dilakukan dalam konteks dana seadanya. Kementerian Pendidikan Nasional tidak menyediakan anggaran pendidikan dokter spesialis. Pendanaan dan pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan swasta sehingga mekanisme pasar sangat kuat. Akibatnya, biaya pendidikan sangat tinggi dan berimbas pada tingginya biaya pelayanan kesehatan. Pada gilirannya mahasiswa memandang biaya itu sebagai investasi yang pengembaliannya akan dibebankan kepada masyarakat saat mereka menjadi dokter. ...dst 7 ) Cara Turunkan Biaya Pendidikan Dokter http://kampus.okezone.com/read/2011/04/20/373/448103/cara-turunkan-biaya-pendidikan-dokter Rabu, 20 April 2011 12:28 wib JAKARTA - Seorang mahasiswa kedokteran bisa mengeluarkan biaya pendidikan hingga ratusan juta rupiah. Ini menjadikan akses pendidikan dokter terbatas bagi kalangan tertentu saja. Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Nizam dalam Lokakarya Pendidikan Dokter di Indonesia menyampaikan, sedikitnya ada lima cara untuk menekan biaya pendidikan kedokteran. "Selain efisiensi, kita bisa juga memanfaatkan resource sharing yakni pembagian pendanaan dari beberapa lembaga dan kementerian," kata Nizam di auditorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), Rabu (20/4/2011). Nizam menambahkan, selain masalah dana, menekan biaya pendidikan bisa dilakukan dengan meningkatkan mobilitas mahasiswa kedokteran. "Kita perlu memperluas perspektif mereka dan menerapkan pendidikan eksperimen. Penerapan metode pembelajaran yang efektif, serta hukum demand-supply juga bisa membantu menurunkan biaya pendidikan kedokteran," katanya mengimbuhkan. ...dst 8 ) Beasiswa Darmasiswa Mahasiswa Asing Diminta Promosikan RI http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/20/21074748/Mahasiswa.Asing.Diminta.Promosikan.RI Rabu, 20 April 2011 | 21:07 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta para mahasiswa asing penerima beasiswa Darmasiswa dapat menjadi sumber informasi yang benar dan mempromosikan Indonesia secara obyektif sekembalinya mereka ke negara masing-masing. Hal itu disampaikan M Nuh saat memberikan sambutan pada prosesi pembekalan akhir, Rabu (20/4/2011) malam, di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Senayan, Jakarta. Pada Kamis (21/4/2011) besok, ratusan mahasiswa dari sejumlah negara ini akan kembali ke negaranya masing-masing. "Dengan berakhirnya program Darmasiswa ini, para peserta, selain akan menjadi alumni dari masing-masing lembaga perguruan tinggi, juga diharap dapat mempromosikan Indonesia secara obyektif," kata Nuh. Nuh berharap, para mahasiswa peserta Darmasiswa ini tetap menjaga komunikasi. Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di setiap negara dapat mengadakan forum alumni Darmasiswa RI, sehingga keberhasilan program ini dapat benar-benar terasa dan dirasakan semua pihak. ...dst 9 ) Wisuda Trisakti Atas Rekomendasi Kopertis III dan Kemendiknas http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/04/20/ljyi4r-wisuda-trisakti-atas-rekomendasi-kopertis-iii-dan-kemendiknas Rabu, 20 April 2011 22:10 WIB REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Juru bicara Universitas Trisakti mengatakan pelaksanaan wisuda pada Sabtu (16/4) telah sesuai surat izin atau rekomedasi Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III dan Kementerian Pendidikan Nasional. "Pelaksanaan wisuda tersebut telah sesuai surat izin/rekomendasi dari Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III, Kementerian Pendidikan Nasional No.61/K3/KL/2011 tertanggal 4 April 2011," kata Juru Bicara/Ketua Crisis Center Universitas Trisakti Dr Advendi Simangunsong, di Jakarta. Advendi mengungkapkan bahwa dalam surat izin/rekomendasi tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan wisuda sepenuhnya dilakukan oleh Rektor Universitas Trisakti dalam hal ini Prof Dr Thoby Mutis. Pemberitaan yang dibuat oleh Yayasan Trisakti didasarkan kepada putusan Mahkamah Agung RI No.821 K/Pdt.G/2010 jo.No.410/Pdt.G/2007/ PN.JKT.BAR. ...dst 10 ) UI Beri Sultan Brunei Gelar Doktor Kehormatan http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/04/20/brk,20110420-329071,id.html RABU, 20 APRIL 2011 | 22:51 WIB TEMPO Interaktif, DEPOK- Universitas Indonesia (UI) menganugerahkan Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) atas nama Haji Sir Hassanal Bolkiah Mu`izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam. "Penganugerahan gelar kehormatan kepada Sultan Brunei merupakan komitmen UI menjalankan misinya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi serta riset standar dunia," kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Rabu 20 April 2011. Vishnu mengatakan penganugerahan tersebut akan dilakukan pada Kamis (21/4) di Balai Sidang UI, Kampus Depok. Rektor UI, Prof. Dr. der Soz Gumilar Rusliwa Somantri akan memimpin Upacara Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan disaksikan sivitas akademika UI. Sultan Brunei dianugerahkan Doktor Honoris Causa dalam bidang Filsafat Kemanusiaan dan Dialog Peradaban karena kiprahnya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui pembangunan ekonomi, pendidikan dan peradaban. ...dst 11 ) PTN Makin Meragukan Kejujuran Unas http://www.jpnn.com/read/2011/04/20/90025/PTN-Makin-Meragukan-Kejujuran-Unas- Rabu, 20 April 2011 , 19:41:00 JAKARTA— Ketua Pengawasan dan Pemindaian UN DKI Jakarta Soeprijanto mengaku sudah menemukan sejumlah bukti kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (Unas), terutama pelaksanaan Unas di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Soeprijanto hanya menyebut sebuah sekolah swasta di Jakarta, namun belum membeberkan bentuk pelanggaran yang telah dilakukan. "Bentuk pelanggarannya masih terbatas pada penggandaan kunci lemari yang digunakan untuk untuk menyimpan soal-soal ujian nasional," kata Soeprijanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/4). Menurut Soeprijanto, semua soal Unas harus disimpan di lemari sekolah dan kunci hanya dibawa oleh ketua tim pengawas. Namun, ternyata kunci lemari sudah digandakan oleh pihak sekolah, dan ditemukan soal-soal tersebut sudah pindah ke lemari Yayasan. " ...dst 12 ) Pelaku Penyebarluasan Soal UN Ditindak http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/4/21/penindakan-kebocoran.aspx 21 April 2011 | Laporan oleh ahmad_dj Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya indikasi kebocoran soal ujian nasional (UN). Dari 18 laporan yang diterima, belum ada satu pun terbukti ada kebocoran. "Kami sudah turunkan tim. Sejauh ini belum ada yang terbukti bahwa itu soal asli atau jawaban asli," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat memberikan keterangan pers di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (20/4). Fasli mengatakan, apabila benar ditemukan kebocoran akan ditindak tegas. Jika yang melakukan penyebarluasan soal dan kunci jawaban adalah masyarakat, maka akan ditindak oleh pihak kepolisian sesuai dengan prosedur standar yang ada. Jika pelakunya pegawai negeri sipil, maka yang berlaku adalah aturan main PNS. "Mulai dari peringatan, penurunan pangkat, penundaan kenaikan gaji, sampai pemecatan baik secara hormat maupun tidak hormat," katanya. Jika kebocoran terjadi karena kelalaian pengawasan, siswanya tidak dihukum dan akan diberi kesempatan untuk mengulang lagi. "Kalau siswanya cheating, akan digugurkan nilai UN-nya. Jadi nilainya hanya nilai sekolah," katanya menegaskan. ...dst 13 ) Dirjen Dikti Pantau UN di Purwakarta http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2103:layanan-informasi&catid=143:berita-harian Written by Layanan Informasi Wednesday, 20 April 2011 17:31 Purwakarta, 20 April 2011--Dirjen Dikti Djoko Santoso bersama Sekretaris Ditjen Dikti Harris Iskandar melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pelaksanaan Ujian Nasional ke sekolah negeri dan swasta di Purwakarta. Dalam kunjungannya Djoko juga didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Dedy Effendi. Djoko melakukan Sidak ke tiga sekolah negeri yaitu SMKN 2 Purwakarta, SMAN 1 Purwakarta dan MAN Purwakarta. Adapun sekolah swasta yang dikunjungi Djoko adalah SMK Farmasi Yasri. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui dan memantau jalannya Ujian Nasional (UN) di sekolah-sekolah Purwakarta. Selain itu, Sidak ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan UN. ...dst 14 ) Masih Ada Kecurangan http://cetak.kompas.com/read/2011/04/21/05260085/masih.ada.kecurangan Kamis,21 April 2011 Jakarta, Kompas - Hingga hari kedua pelaksanaan ujian nasional jenjang SMA/SMK sederajat, tim pengawas dari perguruan tinggi masih menemukan kecurangan di sejumlah sekolah. Tim pengawas menilai sejumlah sekolah itu kurang percaya diri pada kemampuan murid-muridnya. "Akibatnya, guru membantu memberikan jawaban dan membiarkan muridnya mencontek di ruang ujian," kata Ketua Kepengawasan dan Pemindaian Ujian Nasional (UN) DKI Jakarta Soeprijanto Rabu (20/4) di Jakarta. Kecurangan antara lain ditemukan di sekolah-sekolah yang masih menumpang di sekolah lain. "Ditemukan kasus penggandaan kunci lemari penyimpanan naskah soal. Masih diselidiki apakah naskah soalnya juga bocor," kata Soeprijanto yang juga Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Jakarta (UNJ). ...dst 15 ) Guru di Sekolah Mutu Rendah Dukung Kecurangan http://www.jpnn.com/read/2011/04/20/90029/Guru-di-Sekolah-Mutu-Rendah-Dukung-Kecurangan- Rabu, 20 April 2011 , 20:22:00 JAKARTA -- Di sekolah-sekolah swasta yang mutunya rendah ditemukan kecurangan pada pelaksanaan ujian nasional (Unas) tahun ajaran 2010/2011 ini. Sekolah yang kualitasnya rendah ini tidak punya kepercayaan diri sehingga berbuat curang. Mestinya, dengan mekanisme penentuan kelulusan dengan pembobotan Unas dan ujian sekolah (US) sebesar 60 persen : 40 persen, semua sekolah memiliki keyakinan diri menghadapi Unas. Ketua Kepengawasan dan Pemindaian UN DKI Jakarta, Soeprijanto mengatakan, selama pelaksanaan Unas hingga saat ini sudah menemukan beberapa sekolah, khususnya sekolah swasta yang berkualitas rendah di wilayah DKI Jakarta, kurang percaya diri terhadap kemampuan siswanya. Alhasil, ditemukan bahwa guru membantu memberikan jawaban. ...dst 16 ) Mahasiswi STISIP Rappang Diculik Hariyanti Berhasil Lolos Saat Mobil Penculik Mogok http://www.detiknews.com/read/2011/04/21/025551/1622402/10/hariyanti-berhasil-lolos-saat-mobil-penculik-mogok?n991102605 Kamis, 21/04/2011 02:55 WIB Makassar - Hariyanti (20), mahasiswi semester IV Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (STISIP) Rappang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban penculikan akhirnya berhasil lolos. Hariyanti melarikan diri saat mobil penculiknya mogok. Hariyanti diculik pada Selasa (19/4) lalu sekitar pukul 05.40 Wita oleh tiga orang. Hariyanti sempat disekap selama sehari di Kab. Soppeng, Sulsel. Namun ia berhasil kabur, saat mobil Toyota Avanza milik penculik mogok di jalan Adhyaksa, Makassar. Hariyanti yang ditemui wartawan di Mapolsek Panakukang, Jl Pengayoman, Makassar, Rabu (20/4/2011), menuturkan, saat mobil para penculik tersebut mogok, dua dari tiga penculik turun untuk mendorong mobil. Saat menyadari dirinya punya peluang untuk kabur, Hariyanti tidak menyia-nyiakannya untuk menyelamatkan diri. ...dst 17 ) Kasus Cuci Otak Polri Imbau Keluarga Segera Melapor http://nasional.kompas.com/read/2011/04/20/20085037/Polri.Imbau.Keluarga.Segera.Melapor Rabu, 20 April 2011 | 20:08 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor ke kepolisian agar cepat ditangani. Pasalnya, kepolisian terkendala lambannya laporan selama ini. Hal itu dikatakan Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi menanggapi hilangnya sejumlah mahasiswa di Malang, Jawa Timur, yang diduga diculik oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII). "Sekarang yang kami perlukan bagaimana informasi itu bisa sampai ke kami secara cepat supaya kami bisa ambil langkah antisipasi. Tapi kalau udah lama baru dilaporkan, tentunya susah. Kendala kami di situ aja," kata Kepala Bareskrim Polri, Komjen Ito Sumardi, di Mabes Polri, Rabu (20/4/2011). ...dst 18 ) Polri Janji Ungkap Kasus Orang Hilang http://www.jpnn.com/read/2011/04/20/90033/Polri-Janji-Ungkap-Kasus-Orang-Hilang- Rabu, 20 April 2011 , 22:01:00 JAKARTA-Beberapa pekan terakhir marak laporan orang hilang yang diduga terkait aktivitas jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Mereka diduga menjadi korban indoktrinasi yang membuat berubah menjadi radikal dan melawan pemerintah. Terkait hal ini Polri mengaku telah melakukan serangkaian langkah untuk mengungkap kasus tersebut. Namun untuk melakukan pencegahan secara maksimal polri mengaku tidak bisa sendiri. Menurut mereka harus ada peran serta masyarakat dan lembaga negara lainnya untuk mencegah paham radikal itu. Pencegahannya, nggak bisa kepolisaian sendiri. Harus teman-teman, keluarga, segera informaskan kepada kita. Para orang tua yang anaknya masih dalam pengawasan, perhatikan. Yang tahu kan yang terdekat,'' ujar Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen (pol) Kt Untug Yoga di Mabes Polri, Rabu (20/4) sore. ...dst 19 ) Darah Pekerja Nuklir Jepang Jadi Obat http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/04/19/brk,20110419-328700,id.html SELASA, 19 APRIL 2011 | 17:13 WIB TEMPO Interaktif, Chicago -- Sampel darah para pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Daiichi di Fukushima, Jepang, seharusnya diambil dan disimpan sebagai antisipasi bila mereka terpapar radiasi tingkat tinggi dan membutuhkan transplantasi sel punca (sel induk, sel yang bisa menjadi sel jenis apa saja).Peneliti Jepang mengatakan pengumpulan darah dari para pekerja itu dapat diolah menjadi sel punca mereka sendiri yang siap digunakan untuk menjadi "obat". Sel punca ini bisa membantu membangun kembali sumsum tulang yang rusak karena terkena radiasi tinggi. "Bahaya paparan radiasi masih harus diwaspadai, karena hingga kini masih terus terjadi gempa susulan yang cukup serius," kata Dr Shuichi Taniguchi, dari Toranomon Hospital di Tokyo, dan Dr Tetsuya Tanimoto, dari Japanese Foundation for Cancer Research, dalam jurnal medis Lancet pekan lalu. Para ilmuwan mengatakan tim transplantasi di Jepang dan Eropa telah siap mengambil serta menyimpan sel-sel para pekerja, tapi hingga saat ini Komisi Keselamatan Nuklir Jepang menolaknya. "Mereka beralasan hal itu akan menjadi beban fisik dan psikologis bagi para pekerja nuklir," kata Taniguchi. ...dst 20 ) Dua Robot Menembus PLTN Fukushima http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/04/21/brk,20110421-329091,id.html KAMIS, 21 APRIL 2011 | 06:53 WIB TEMPO Interaktif, Tokyo - Setelah menanti lebih dari tiga pekan, dua robot akhirnya memperoleh lampu hijau untuk memasuki reaktor nomor tiga di pembangkit listrik tenaga nuklir Daiichi, Fukushima, Jepang. Packbot, robot militer yang dikembangkan perusahaan iRobot dari Massachusetts, Amerika Serikat, terpilih sebagai robot pertama yang memasuki gedung reaktor yang hancur. Para pekerja tak bisa memasuki bangunan reaktor itu sejak hari pertama sistem pendingin reaktor rusak karena gempa dan tsunami, 11 Maret lalu, yang menyebabkan lebih dari 27 ribu orang tewas atau hilang. Ledakan hidrogen di reaktor 1 dan 3 menghancurkan atap bangunan dan menyebarkan puing radioaktif. Ahad lalu, dua unit Packbot memasuki bangunan reaktor setelah seorang pekerja membuka pintu terluar. Setelah pekerja itu menutup pintu, salah satu robot membuka pintu dan kedua robot yang mirip lampu drafting di atas kendaraan tank kecil itu menggelinding memasuki bangunan yang gelap gulita. Misi robot yang biasa digunakan untuk menjinakkan bom itu adalah mengukur temperatur, tekanan, dan tingkat radioaktivitas di bangunan tersebut. ...dst 21 ) Sekilas Dalam Negeri Hukum Hukum Indonesia Kehilangan Nyawa Perompak Somalia Operasi Militer Dinilai Lebih Baik Atasi Perompak Somalia Perompak Somalia Sepakati Jumlah Tebusan Antasari Case Busyro: KY Tidak Intervensi Kasus Antasari Istana: Jangan Kaitkan Kasus AA-IT KPU KPK Bantah Pendam Kasus IT KPU Inilah Kejanggalan Kasus Antasari Polisi Turut Sita Dokumen Kasus-kasus KY Akan Panggil Williardi Wizar KY Tegaskan Eksaminasi Tak Terkait PK Hadapi Kasusnya, Cirus Sinaga Tetap Didampingi Pengacara dari PJI KPK Busyro Tuding Pemerintah-DPR Amputasi Wewenang KPK UN 2011 PTN Makin Meragukan Kejujuran Unas Guru di Sekolah Mutu Rendah Dukung Kecurangan Soal UN Dijual Rp5 Juta Akan Dipecat, PNS Pembocor Soal Ujian Negara Rendah, Kualitas Ujian Nasional SMA 2011 Pelaku Penyebarluasan Soal UN Ditindak Pemerintah Janji Selidiki Kebocoran Soal Lagi, Jawaban UN Diduga Bocor Pengaduan yang Masuk Langsung Dimintakan Konfirmasi Franky Sahilatua Tak Berhenti Berkarya meski Kanker Menyerang Franky Sahilatua Meninggal Dunia Kisah Mengharukan-Perjuangan seorang Anak Berusia 5 tahun Mencuci, Menyapu hingga Bantu Memasak Ekonomi Sebaiknya Fokus Eksekusi Proyek Pemerintah Pelajari Pembentukan Bank Infrastruktur Ulat Bulu Hama Ulat Bulu Meluas Penyebab Ulat Bulu Sudah Terdeteksi Penculikan dan Terorisme Polri Imbau Keluarga Segera Melapor (Marak Penculikan) Polri Janji Ungkap Kasus Orang Hilang Pengamat: Teroris Justru Orang Rasional Waspadai Tim Pembunuhan Rahasia Sidney Jones: Terorisme Kini Disebarkan Lewat Buku Bentrok Kebumen KSAD: Tak Ada Pelanggaran di Kebumen Bibit Waluyo: TNI Kok Dilawan Lain-Lain Pemerintah akan Kembangkan Obat Herbal BNP2TKI Tawarkan 12.000 Pekerjaan Hospitality di Kanada Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk Libya Hari Ini Getirnya Tragedi Kemanusiaan di Misrata Sudah 800 Kali AS Bombardir Libya NATO Siap Bantu Pemberontak Libya Nasib Qaddafi akan Didiskusikan Libya akan Gelar Pemilihan Umum Sarkozy Janji Akan Intensifkan Serangan ke Libya Libya Peringatkan Inggris PBB belum perlu militer untuk bantuan di Libia Prancis, Italia kirim tim ke Libia Jepang Hari Ini Dua Robot Menembus PLTN Fukushima Darah Pekerja Nuklir Jepang Dijadikan Obat Jepang Larang Penangkapan Ikan Tonago di Fukushima Usai Bencana, Investasi Jepang di RI Aman Jepang Diprediksi Naikkan Harga Migas Nilai Ekspor Jepang Jatuh Jepang Pertimbangkan Larangan Akses di Area Sekitar Fukushima Daiichi Korban Tewas Tsunami Jepang 14.063

Related posts

*

*

Top