Berita Edukasi 21 Maret 2011

1 ) Alumni Trisakti Desak Kejelasan Akreditasi Ijazah Pasca Sengketa Rektorat dan Yayasan http://www.jpnn.com/read/2011/03/20/87299/Alumni-Trisakti-Desak-Kejelasan-Akreditasi-Ijazah- Minggu, 20 Maret 2011 , 19:02:00 JAKARTA - Alumni Trisakti khususnya dari Fakultas Akuntansi, mendesak pihak Universitas Trisakti untuk memberikan kejelasan terhadap ijazah para mahasiswa lulusan kampus tersebut. Ketua BEM Fakultas Ekonomi 2003-2004, Nova Sofyan Hakim mengatakan, banyak mahasiswa alumni Trisakti yang kini merasa kecewa dengan ijazah yang dikeluarkan Trisakti. "Kami mencatat, sejak sengketa berlangsung hingga saat ini, berdampak langsung terhadap sebagian besar program studi Universitas Trisakti. Salah satunya, tidak diakuinya ijazah lulusan Universitas Trisakti. Pasalnya, (di situ) tidak dicantumkan status akreditasi," ungkap Nova, dalam konferensi pers gerakan "Mari Selamatkan Trisakti", di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Minggu (20/3). Adapun dampak lainnya yang dirasakan oleh para mahasiswa maupun alumni Trisakti, menurut Nova, adalah menurunnya jumlah mahasiswa secara signifikan, keterlambatan pengumuman akreditasi jurusan yang merugikan alumni, serta kurang berkembangnya infrastruktur Universitas Trisakti yang berakibat pada menurunnya daya saing lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Trisakti khususnya. ...dst 2 ) Dirjen Dikti: Akreditasi Trisakti Kewenangan BAN-PT http://www.jpnn.com/read/2011/03/20/87300/Dirjen-Dikti:-Akreditasi-Trisakti-Kewenangan-BAN-PT- Minggu, 20 Maret 2011 , 19:19:00 JAKARTA - Terhadap adanya keresahan dari para mahasiswa dan alumni Universitas Trisakti mengenai keabsahan ijazah kelulusan mereka, karena tak disebutkannya kategori akreditasi Universitas Trisakti, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Djoko Santoso mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). "Masalah pemberian akreditasi di dalam lingkungan perguruan tinggi, (itu) adalah kewenangan BAN-PT. Karena badan itulah yang berkewajiban dan berhak menilai, serta mengeluarkan status aktreditasi universitas," ungkap Djoko kepada JPNN, di Jakarta, Minggu (20/3). Soal kabar yang menyebut bahwa Kemdiknas sengaja menahan status akreditasi kampus Trisakti, akibat adanya sengketa antara rektorat dengan yayasan Trisakti, Djoko membantahnya dengan tegas. "Tidak pernah Dikti menahan akreditasi kampus. Karena itu semua diatur oleh BAN-PT," tegasnya. Sebelumnya, Wamendiknas Fasli Jalal juga sudah sempat mengimbau pihak rektorat Universitas Trisakti, untuk taat terhadap keputusan hukum yang berlaku. Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan, untuk menjaga stabilitas proses belajar-mengajar di kampus itu. ...dst 3 ) Semen Gresik Kucurkan Rp1,96 miliar untuk Beasiswa Pendidikan http://www.jpnn.com/read/2011/03/21/87323/Semen-Gresik-Kucurkan-Rp1,96-miliar-untuk-Beasiswa-Pendidikan- Senin, 21 Maret 2011 , 03:53:00 SURABAYA - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengucurkan dana sebesar Rp1,96 miliar untuk dana beasiswa pendidikan sepanjang tahun ini. Untuk tahap awal, perusahaan semen terbesar di tanah air itu memberikan beasiswa kepada 110 mahasiswa dari sepuluh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto, menuturkan, pemberian beasiswa ini diharapkan semakin memacu semangat belajar generasi muda. Dengan penguasaan iptek yang memadai, generasi muda akan menjadi pilar pembangunan bangsa. "Sehingga, masa mendatang mereka dapat membantu program pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan dan ketertinggalan bangsa," ujarnya di sela seremoni pemberian beasiswa tersebut di Grand City, Surabaya, akhir pekan lalu. Kepala Bagian Bina Lingkungan Semen Gresik, Eko Honeng, menambahkan, kesepuluh perguruan tinggi negeri yang diberi beasiswa adalah Universitas Airlangga, ITS, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, ITB, Universitas Padjadjaran, UI, Universitas Andalas, dan Universitas Hasanuddin. "Selain kepada para mahasiswa, Semen Gresik juga memberikan beasiswa kepada 142 siswa kelas khusus SMA Semen Gresik yang bekerja sama dengan Primagama dan dapat diterima di semua PTN yang ada di Indonesia," tutur Eko. ...dst 4 ) "Saya Hanya Terus Berlari Menuju Bukit" http://kampus.okezone.com/read/2011/03/20/373/436756/saya-hanya-terus-berlari-menuju-bukit Minggu, 20 Maret 2011 - 11:10 wib DEPOK – Jepang dikenal sebagai negara super canggih yang dilengkapi segala fasilitas dan transportasi penunjang yang super modern. Jepang pun tak pernah mati dalam hal perkembangan teknologi.Itu pula yang membuat warga Depok Timur, Hariyadi Budi tertarik dengan Jepang. Selain karena ingin menyelesaikan studi doktor di Sendai, Hariyadi pun mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, dan kasih sayangnya untuk anak–anak sekolah dasar (SD) di Jepang dengan mengajar di sebuah sekolah di bibir pantai di kawasan Miyagi. Sejak 2003, Hariyadi sudah berada di Jepang. Tak puas dengan gelar Doktor kajian Jepang yang didapatkannya di Universitas Indonesia (UI), dia pun memutuskan untuk mengambil studi di Universitas Tohuku Jepang dengan program studi Human Science ...cut... Sedikitnya hanya tiga benda yang dibawa Hariyadi, yakni syal, tas pinggang, dan paspor. "Saya tak bawa uang, tidak punya uang sama sekali. Mana ada ATM yang buka? Lstrik, air, telepon, dan sinyal semua tidak berfungsi, betul–betul mencekam. Untungnya saya sempat ke apartemen mencari anak saya, Tian, dia berhasil menyelamatkan diri keluar dari apartemen. Setelah menemukan paspor, kami lalu menuju bukit," Saat di atas bukit, kata Hariyadi, tak ada selimut ataupun makanan untuk para pengungsi. Salah satu temannya memiliki sisa makanan berupa ikan laut yang diberikan oleh nelayan. Tetapi umur ikan tersebut, sudah lebih dari satu bulan. "Bisa bayangkan kami makan ikan yang sudah sisa sejak satu bulan lalu. Tak ada panci untuk merebus atau memasak makanan. Kami hanya membuat api dan membakar ikan untuk bertahan hidup. ...dst 5 ) Akademisi UI Galang Dukungan untuk Jepang http://kampus.okezone.com/read/2011/03/20/373/436765/akademisi-ui-galang-dukungan-untuk-jepang Minggu, 20 Maret 2011 - 13:26 wib DEPOK – Setibanya di tanah air, Hariyadi Budi, Warga Negara Indonesia (WNI) yang selamat dari terjangan gempa dan gelombang tsunami di Jepang, langsung bergerak untuk berupaya memberikan dukungan bagi Jepang. Dia mengajak semua akademisi Universitas Indonesia (UI) tempatnya menyelesaikan program doktor kajian Jepang untuk menggalang dukungan moral bagi Jepang. Dukungan tersebut disampaikan dalam coretan–coretan tanda tangan dan kata–kata mutiara dengan media spanduk raksasa. Rencananya, spanduk tersebut akan dibuat dalam jumlah banyak dan akan dibawa ke Jepang kembali untuk dipasang di sudut–sudut kota di Jepang sebagai dukungan dari WNI. Tak hanya di UI, Hariyadi akan berkeliling ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk menggalang dukungan. Dalam waktu dekat, dia akan ke Universitas Diponegoro (Undip). ...dst 6 ) Sikap Penduduk Jepang http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/387609/38/ oleh RHENALD KASALI Ketua Program MM UI Bagaimana takjubnya dunia terhadap perilaku penduduk Jepang pascamusibah tsunami sudah banyak Anda baca. Dunia kagum dengan kedisiplinan dan kerukunan orang Jepang melewati masa-masa sulit. Tak ada rebutan makanan, walaupun perut kosong atau anak menangis.Tak ada saling serobot lalu lintas,meski sudah lebih dari lima jam jalan tidak bergerak.Tak ada amarah atau komplain yang diucapkan,kendati listrik terus-menerus padam dan kereta api tak kunjung datang.Semua orang tahu bagaimana cara menahan diri. Apa yang membuat orangorang Jepang mampu menahan diri seperti itu? ..cut...Setiap kali saya bersenggolan di Tokyo atau di Osaka yang padat, kata sumimasen menjadi begitu familier di telinga saya. Begitu cepat orang yang menyenggol mengucapkankatatersebut— yangberarti 'permisi' atau 'maafkan saya'. Anak-anak di Jepang begitu cepat mengucapkan kata itu satu dengan lainnya, disertai anggukan kepala sebagai tanda respek. Selama beberapa kali melakukan kunjungan dan studi di Jepang, seingat saya hampir tidak pernah saya melihat orang Jepang berkelahi atau rebut mulut. ...dst 7 ) Bencana Menguatkan Rakyat Jepang http://cetak.kompas.com/read/2011/03/21/03452323/bencana.menguatkan.rakyat.jepang Ahmad Arif dan Dahono Fitrianto Tokyo, Kompas - Di tengah krisis ganda akibat gempa dan tsunami, disusul ancaman radiasi karena kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi, rakyat Jepang memperlihatkan jati diri sebagai bangsa berkarakter kuat. Korban bencana yang berkesusahan tetap saling berbagi, berdisiplin tinggi, dan saling menguatkan. Kekuatan karakter bangsa Jepang itu tergambar jelas dari sikap pengungsi di kota-kota terdampak gempa, seperti Kesennuma, Prefektur Miyagi. Nyaris separuh kota hancur dan banyak warga menjadi korban. Infrastruktur kota juga lumpuh dengan padamnya aliran listrik dan air.  Setiap hari warga mengantre untuk mendapat bahan bakar dan makanan. Korban selamat dan tinggal di pengungsian juga hidup dalam kondisi yang berat, terutama di tengah suhu dingin tanpa pemanas ruangan. Namun, suasana tetap tertib. Tidak ada kerusuhan karena saling serobot. Meskipun antrean bisa mencapai 5 kilometer dan butuh waktu berjam-jam, warga tetap sabar dan disiplin. ...dst 8 ) Negara Abaikan Kekayaan Kesusastraan http://cetak.kompas.com/read/2011/03/21/04044423/negara.abaikan.kekayaan.kesusastraan. 21 Maret 2011 Jakarta, Kompas - Terbengkalainya Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin menunjukkan ketidakpedulian negara terhadap kebudayaan sastra di Tanah Air. Buku dan dokumen tertulis selama ini tidak dianggap sebagai aset penting yang berfungsi menjaga peradaban bangsa. Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang secara bertahap mengurangi anggaran untuk Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin dipastikan akan membuat pusat dokumentasi yang menjadi rujukan bagi mahasiswa dan peneliti kebudayaan Indonesia dari dalam dan luar negeri itu gulung tikar. Sejak pertama kali didirikan 1977, PDS HB Jassin benar-benar menggantungkan dana rutin dari Pemprov DKI Jakarta. "Sudah lama PDS HB Jassin mengalami kesulitan dana. Anggaran yang diberikan Pemprov DKI tidak tetap, bahkan cenderung turun dari tahun ke tahun. Kalau memang PDS HB Jassin dianggap sebagai aset nasional, seharusnya pemerintah pusat ikut memikirkannya," ujar penyair Khrisna Pabichara, Minggu (20/3). ...dst 9 ) Koleksi Sastra Terancam http://cetak.kompas.com/read/2011/03/20/03115116/koleksi.sastra..terancam 20 Maret 2011 Jakarta, Kompas - Ribuan koleksi karya sastra yang tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin terancam rusak. Sejak lama, pusat dokumentasi yang didirikan tahun 1977 itu kekurangan dana sehingga tak mampu berkembang dan sulit menyimpan koleksinya dengan baik. Dana dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta tidak cukup untuk mengelola pusat dokumentasi yang menjadi rujukan penelitian sastra (modern) itu. Menurut Endo Senggono, Kepala Perpustakaan HB Jassin, anggaran yang diberikan pemerintah tidak menentu. Tahun 2010 dan tahun ini mereka mendapat suntikan dana Rp 350 juta. "Selain untuk kegiatan pendokumentasian, dana itu juga untuk membayar karyawan," kata Endo, kemarin. Untuk perbaikan gedung, membayar listrik, telepon, dan air, semuanya ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, pengalihan tanggung jawab itu baru lima tahun terakhir. ...dst 10 ) Pengamat : Serangan ke Libia Bukan Untuk Tumbangkan Rezim http://www.antaranews.com/berita/250659/pengamat--serangan-ke-libia-bukan-untuk-tumbangkan-rezim Minggu, 20 Maret 2011 21:19 WIB Jakarta (ANTARA News) - Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, serangan pasukan Perancis, Kanada, Italia, Inggris dan AS ke Libia dibenarkan untuk menghentikan kekerasan bukan menumbangkan rezim Kadhafi. "Hanya perlu diingat serangan Perancis cs tidak boleh berkelanjutan hingga rezim Khadafi dilumpuhkan. Pelumpuhan rejim Khadafi akan menjadi pelanggaran hak internasional seperti yang terjadi pada Irak di bawah Saddam Hussein," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Minggu. Ia mengemukakan, masalah kepemimpinan di Libia harus diserahkan kepada rakyat Libia. Masyarakat internasional harus menghormati kedaulatan Libia dan tidak melakukan intervensi urusan dalam negeri negara tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (7) Piagam PBB. Menurut dia, serangan oleh Prancis, Kanada, Italia, Inggris dan AS atas tentara yang loyal terhadap Khadafi di Benghazi adalah dalam rangka menghentikan serangan pro pemerintah terhadap demonstran, oposisi dan tentara yang tidak loyal pada Khadafi. Ia mengatakan, serangan tersebut dapat dibenarkan karena tiga alasan. Pertama, serangan Prancis dan kawan-kawannya itu dalam rangka melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB 1973. ...dst 11 ) Serangan Sekutu ke Libya Dapat Dibenarkan http://www.detiknews.com/read/2011/03/20/185042/1596929/10/serangan-sekutu-ke-libya-dapat-dibenarkan?nd992203605 Minggu, 20/03/2011 18:50 WIB Jakarta - Meski menuai kecaman, tapi serangan pasukan sekutu terhadap militer Libya ternyata dapat dibenarkan. Bahkan ada payung hukum dan alasan untuk membenarkan aksi militer yang dimotori Prancis, Kanada, Italia, Inggris dan AS itu. Demikian tanggapan Guru Besar Hukum Internasional FHUI, Hikmahanto Juwana, tentang serangan pasukan koalisi sekutu ke Benghazi, Libya. Tanggapan dia sampaikan melalui surat elektronik, Minggu (20/3/2011). "Serangan oleh Prancis, Kanada, Italia, Inggris dan AS atas tentara yang loyal terhadap Khaddafi di Benghazi adalah untuk menghentikan serangan pro pemerintah terhadap demonstran, oposisi dan tentara yang tidak loyal pada Khaddafi," kata Hikmahanto. Alasan pertama adalah, masyarakat internasional dapat mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kejahatan kemanusiaan oleh rejim Khadaffi. Yaitu jatuhnya lebih banyak korban sipil Libya. "Ini desebutkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB 1973," jelas dia tentang payung hukum yang mendukung aksi militer internasional. ...dst 12 ) Berita dalam negeri Presiden Yudhoyono dalam Genggaman WikiLeaks Target Teror Bom Telah Tercapai Teror Sudah Menyebar, Rakyat Masih Diminta Sabar Majelis Ulama Sudah Mengharamkan Teror Bom Unit Pembunuh Teroris Diburu Tim Khusus Biaya Kerusakan Banjir Lahar Merapi Rp7,8 M Menakertrans Usahakan Tambahan Program Padat Karya Merapi Banjir Code, Ribuan Orang Mengungsi Sentralisasi BOS, DPR Tunggu Evaluasi Akhir Tahun Desakan Sentralisasi Dana BOS, Kemdiknas Nyatakan Siap Jimly Tidak Setuju Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dicabut Mahfud Mengaku Paham Alasan Pemerintah Harga Minyak Diprediksi Melonjak Pemerintah Jamin APBN Tak Jebol PLTN Bukan Prioritas Teknologi Nasional Berita Jepang Korban Tewas dan Hilang Akibat Tsunami di Jepang 21.381 Orang Jepang: PLTN Fukushima Akan Ditutup Berkaca dari Hiroshima dan Nagasaki Waspadai Makanan Impor dari Jepang Makanan di Jepang Mulai Tercemar Radiasi Kacang dari Jepang Tercemar Radiasi Nuklir Eropa Desak Dunia Bebas Nuklir Nenek dan Cucu Selamat Setelah 9 Hari Tertimbun Reruntuhan di Jepang Menyelamatkan WNI hingga Detik Terakhir... Akademisi UI Galang Dukungan untuk Jepang Bencana Menguatkan Rakyat Jepang Berita Libya Khadafi: Serangan AS Berbuntut Perang Panjang Khadafi Tawarkan Gencatan Senjata Liga Arab Kecam Serangan Barat di Libya Negara Non-Barat Kecam Serangan ke Libya Pengamat : Serangan ke Libia Bukan Untuk Tumbangkan Rezim Serangan Sekutu ke Libya Dapat Dibenarkan Tujuan akhir koalisi di Libia tak jelas Suara Tembakan Keras Terdengar di Kota Tripoli Pasukan Koalisi Bidik Pemutusan Dukungan Logistik Qaddafi Libya Desak Sidang Darurat DK PBB 19 Pesawat AS Serang Libya pada Minggu Gaddafi : Rakyat Libya Dipersenjatai Siap Kalahkan Barat Khadafi Sebut Negara Pengebom Libya Sebagai Teroris Gempur Pasukan Khadafi, AS dan Inggris Luncurkan Rudal Tomahawk Siapkan 20 Pesawat, Koalisi Mulai Bantu Pemberontak Libya Barat Serang Pangkalan Udara Militer Qaddafi Rudal Sekutu Serang Libya, 48 Tewas 112 Rudal Sekutu Gempur Libya Inggris: Waktunya Beraksi di Libya Libya Kutuk "Agresi Biadab" Barat

Related posts

*

*

Top