Pedoman Operasional Perhitungan Angka Kredit Dosen 2010 (update 08/01/2011)

A.  ANGKA KREDIT DOSEN Pedoman operasional perhitungan angka kredit dosen 2010 atau di sini >>> Penjelasan lebih lanjut bisa baca: MATERI SOSIALISASI ANGKA KREDIT DOSEN di KOPWIL 3 tgl 1-2 Juli 2010 1. Pemahaman penulisan karya ilmiah agar memenuhi kepatutan serta kaitannya dengan usulan kenaikan jenjang kepangkatan, oleh Prof. Dr. Ir. Koesmawan, M.Sc, MBA.DBA., Guru Besar Bidang Manajemen-STIE Ahmad Dahlan 2. Penjelasan pedoman operasional penilaian angka kredit, kenaikan jabatan fungsional dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar, oleh Harry H.B. Mailangkay, Tim Penilai Jabatan Akademik, Kopertis Wilayah III, Jakarta 3. Presentasi KABAG TU dan Form JJA 2010 atau lihat di sini 4. Penjelasan Teknis Pengusulan Jabatan Akademik dan Angka Kredit Dosen >>> B. Dasar Hukum 1. Kepmenkowasbangpan No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang jabatan fungsional Dosen dan angka kreditnya 2. Keputusan Bersama No.61409/MPK/KP/99 dan 181 tahun 1999 tentang Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional Dosen dan angka kreditnya 3. Kepmendiknas No. 36/D/O/2001 tentang Petunjuk teknis pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan Dosen

Pertanyaan dari milis evaluasi :

I.  Pertanyaan Pertama :

Re: Publikasi artikel ilmiah yang dibutuhakan untuk pengusulan Jabatan Fungsional Lektor ke Lektor Kepala : — In evaluasi-dikti@yahoogroups.com, “Johan” wrote: Saya adalah Dosen PTS di Medan ingin mengurus kapangkatan dari Lektor menjadi Lektor kepala. Berapa banyakkah karya ilmiah saya yg harus dipublikasikan? Bagaimana status jurnalnya dan adakah anggota milis yg bisa memberikan daftar Jurnal atau aturan ttg Jurnal yg memenuhi syarat. Mohon pencerahannya. Thanks. — In evaluasi-dikti@yahoogroups.com ” Fitri ” wrote Dear Pak Johan, Kalau ingin mengurus kepangkatan dari Lektor menjadi lektor kepala pertama kita harus tahu berapa kum yang dibutuhkan untuk tujuan ini? Lektor terbagi atas gol. III/c yang memiliki ak/kum 200 dan gol.III/d yang memiliki kum 300. Saya asumsikan jabatan fungsional Pak Johan Lektor dengan pangkat sesuai sk inpassing setara dengan gol III.d kum 300 sehingga untuk mengajukan kenaikan jafung ke Lektor Kepala gol.IV/a yang ber-kum 400 dibutuhkan tambahan kum minimal 400-300= 100. >>> Untuk kenaikan dari Lektor ke Lektor kepala ada tambahan syarat khusus, bisa dibagi jadi 3 kelompok: 1 ) Kenaikan Regular (pengusulan jafung dalam kurun waktu 1-3 tahun setelah jafung terakhir) Harus memiliki publikasi artikel ilmiah di Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi Dikti atau Jurnal Ilmiah Internasional yang bereputasi sebagai penulis utama di bidang ilmiah yang sama dengan bidang ilmu yang menjadi penugasan Lektor Kepala sebanyak 25 % dari minimal pertambahan kum yang dibutuhkan, dalam contoh di atas berarti= 25% x 100= 25 harus berasal dari publikasi artikel ilmiah dalam jurnal nasional terakreditasi Dikti atau Jurnal Internasional bereputasi. Cara hitung kumnya perhatikan buku pedoman operasional perhitungan angka kredit dosen terbitan Des 2009http://www.usu.ac.id/Pedoman_operasional.pdf perhatikan hal 11 tabel 2 komponen 1.a.2) satu artikel ilmiah per semester dimuat dalam majalah/jurnal ilmiah internasional diberi kum maks = 40 dan dalam majalah/jurnal ilmiah nasional terakreditasi diberi kum maks = 25 Seandainya Pak Johan berhasil peroleh kum 40 kelebihannya bisa disimpan untuk kenaikan berikutnya. 2 ) Kenaikan dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun setelah kenaikan jafung terakhir Harus memiliki publikasi sedikitnya SATU artikel ilmiah yang serendah-rendahnya di muat dalam Jurnal Nasional tidak terakreditasi Dikti. 3 ) Loncat jabatan ( misalnya dari AA ke Lektor kepala ) Harus memiliki minimal 4 artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau 2 artikel ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi ditambah persyaratan lainnya seperti sekurang-kurangnya sudah 1 tahun memiliki jafung AA, jenjang pendidikan S3 atau Sp.II pada saat masih menduduki jafung AA dll persyaratan. >>> Daftar jurnal yang sudah terakreditasi Dikti : - Surat Keputusan Hasil Akreditasi Berkala Ilmiah (Periode II Tahun 2010) Nomor SK : 64a/DIKTI/Kep/2010 Tanggal SK : 1-Nopember-2010 Download Lampiran SK : 64a/DIKTI/Kep/2010 Download Lampiran - Surat Keputusan Hasil Akreditasi Berkala Ilmiah (Periode I Tahun 2010) Download File: SK Akreditasi Berkala Ilmiah Periode I tahun 2010 Download File: Lampiran SK - Daftar Jurnal Terakreditasi Tahun 2007, 2008, dan 2009 Download File: Daftar Jurnal Terakreditasi >>> Perhatikan artikel jurnal ilmiah yang terakreditasi dikti memiliki masa laku 3 (tiga ) tahun. Kalau mau baca isinya bisa search via : Garda Rujukan Digital http://garuda.dikti.go.id/ atau search di : http://www.jurnal.lipi.go.id/ >>> Peraturan tentang akreditasi berkala ilmiah ada 2 yaitu : 1 ) Sk Dirjen Dikti no. 11/DIKTI/Kep/2006 http://isjd.pdii.lipi.go.id/data/Pedoman-Akreditasi-Dikti.pdf Dalam pasal 2 Permendiknas no 68 tahun 2009 sudah jelas mencantumkan sejak berlaku permen no 68 ini sk Dirjen Dikti no 11/DIKTI/Kep/2006 dinyatakan tak berlaku lagi (tidak ada masa transisi yang diberikan), tapi amazing Direktur DP2M kita sampai hari ini masih happy memakai instrumen lama ini sesuai dengan surat edaran Beliau no 55/D3/LL/2010 tgl 15/01/2010 yang menyatakan instrumen untuk akreditasi artikel ilmiah tahun 2010 tetap mempergunakan sk Dirjen Dikti no.11/DIKTI/Kep/2006 2 ) Lampiran Permendiknas no 68 tahun 2009http://www.bionatura.unpad.ac.id/images/stories/PDF/permen-68-2009-rev.pdf instrumennya yang merupakan lampiran dari Permendiknas no 68 tahun 2009 yang tak tahu kapan baru dipergunakan padahal sudah dinyatakan berlaku sejak ditetapkan pada tanggal 2 Oktober 2009, ya disimpan dulu aja deh.

II.  Pertanyaan kedua dari dari seorang CPNS dosen ITx :

Ibu Fitri ysh. Saya dosen baru ITx. Waktu melamar pada penerimaan CPNS saya menggunakan ijazah S2. Saat ini saya masih CPNS golongan III B, dgn SK yg ditandatangani 31 Maret 2010. Saat ini saya masih mnyelesaikan studi S3 dimana insyaALLAH saya berencana wisuda oktober 2010. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah bila suatu saat saya mengajukan pangkat, cum2 saya dari penelitian sejak SK CPNS terbit bisa dipergunakan? karena yang saya dengar adalah nilai-nilai kum (dari penelitian dll) tidak berlaku karena SK PNS belum keluar. Selain itu, apakah ijazah S3 saya berlaku untuk kenaikan pangkat langsung ke lektor, mengingat rencana wisuda(terbit ijazah)adalah sebelum SK PNS terbit? Ataukah ijazah saya tidak diperhitungkan dan hangus shg pangkat yg bisa dapatkan hanya AA? Jika seandainya hasil penelitian, ijazah, dll tidak berlaku hanya karena penerbitannya sebelum SK PNS keluar, menurut saya hal itu dapat mematikan semangat rekan2 spt saya dalam berkarya. Mohon pencerahan Ibu. Terimakasih Fxxxx

Tanggapan :

Dear Dik Fxxxx, Selamat berhasil menjadi dosen ITx, sukses selalu ya. Dik, berbeda jabatan fungsional dosen (jabatan akademik) dengan pangkat, Asisten Ahli adalah jabatan fungsional, sementara Penata Muda (gol.III/a) adalah pangkat dan golongan, Perhatikan ini kepmendiknas  No 36/D.O/2001
Pasal 1 item (3)
Jumlah angka kredit atau KUM untuk : a. Asisten Ahli : - Penata Muda (Gol.III/a) = 100 - Penata Muda Tk.I (Gol.III/b) = 150 b. Lektor : - Penata (Gol.III/c) = 200 - Penata Tk.I(Gol.III/d) = 300 c. Lektor Kepala : - Pembina (Gol.IV/a) = 400 - Pembina Tk.I (Gol.IV/b) = 550 - Pembina Utama Muda(Gol.IV/c) = 700 d. Guru Besar : – Pembina Utama Madya(Gol.IV/d) = 850 - Pembina Utama (Gol.IV/e)= 1050 Kum yang diperoleh dari kegiatan tridharma PT ( penelitian dan pengabdian kepada  masyarakat) sebelum diangkat jadi PNS dosen TETAP diakui asal belum pernah dipergunakan pada pengusulan jabatan fungsional sebelumnya. Untuk kenaikan pangkat : Periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil ditetapkan tanggal 1 April dan 1 Oktober setiap tahun, kecuali kenaikan pangkat anumerta dan kenaikan pangkat pengabdian. Masa kerja untuk kenaikan pangkat pertama Pegawai Negeri Sipil dihitung sejak pengangkatan sebagai CALON Pegawai Negeri Sipil. Kapan boleh pengusulan kenaikan jabatan fungsional dan pangkat ? perhatikan kepmendiknas  No 36/D.O/2001 Pasal 1 item (4) Kenaikan jabatan dosen dilakukan sekurang-kurangnya setelah 1 tahun dalam jabatan dankenaikan pangkat dilakukan sekurang-kurangnya setelah 2 tahun dalam pangkat yang sedang dimiliki. Berarti Dik Fxxxx baru bisa mengusulkan kenaikan jabatan akademik paling cepat 1 tahun setelah tgl terbit SK Jabatan fungsional (jabatan akademik)terakhir walaupun Oktober 2010 sudah terima ijazah S3. Sementara pengusulan kenaikan pangkat ke III/c baru bisa diusulakan paling cepat 2 tahun setelah tgl terbit SK CPNS (berarti selelah 31 Maret 2012). Namun demikian untuk kenaikan pangkat ada pengecualian untuk PNS (bukan CPNS) yaitu dalam hal kenaikan pangkat pilhan yang memperbolehkan pengusulan pangkat setelah 1 tahun dalam pangkat terakhir PNS, persyaratannya dan ketentuannya silahkan baca posting saya seputar kenaikan pangkat PNS ( posting di web ini tgl 03 Oktober 2010 ). Ijazah S3 tidak hangus, Kum dari AA (gol III/b) adalah 150, untuk naik ke Lektor (gol III/c) dibutuhkan kum 200, artinya butuh penambahan kum 200-150=50 Kum untuk ijazah (yang sebidang dengan jenjang pendidikan sebelumnya): Ijazah Doktor/S3 kum = 200, Ijazah Magiser/S2 kum= 150 Ijazah Sarjana/S1 kum= 100 Untuk bidang ilmu yang tidak sebidang, kum S3=15, S2=10, dan S1=10 Seandainya bidang ilmu S2 sebidang dengan S3 maka kum yang peroleh dari ijazah = 200-150=50. Kum ijazah diambil dari selisih angka 200-150 adalah karena kum S2 sudah dipakai sebelumnya ( dalam pengusulan jafung AA). Seandainya merupakan pengusulan jafung awal ( sebelumnya tak memiliki jafung) maka kum untuk ijazah dapat diambil semuanya (200 untuk S3). Untuk bidang ilmu yang tidak sebidang, kum S3=15, S2=10, dan S1=10 Walaupun kum yang dibutuhkan 50 dan kum yang diperoleh dari ijazah cukup cover kebutuhan kum tersebut, namun kum tak bisa semua diambil dari ijazah, ada ketentuan % unsur utama dan unsur penunjang yang harus terpenuhi, perhatikan ini :http://hukum.unsrat.ac.id/men/kepmenkowasbangpan_99.htm SK 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 Pasal 4 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri dari : a.Unsur utama; b.Unsur penunjang; (2) Unsur utama terdiri dari : 1) Melaksanakan Pendidikan dan memperoleh gelar 2) Tridarma Perguruan Tinggi meliputi : Melaksanakan pendidikan dan pengajaran b. Melaksanakan penelitian dan pengembangan serta menghasilkan karya ilmiah… c. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Pasal 9 (1) Jumah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan fungsional Dosen dengan ketentuan sekurang-kurangnya 80%(delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (2) Persentase yang harus dipenuhi oleh dosen yang mengajar pada program pendidikan akademik untuk masing-masing kegiatan sebagaimana tersebut dalam ayat (1) adalah: 1. Memperoleh dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran sekurang-kurangnya 30%; 2. Melaksanakan penelitian sekurang-kurangnya 25% 3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebanyak-banyaknya 15%; 4. Melaksanakan kegiatan penunjang Tridharma PerguruanTinggi sebanyak-sebanyaknya 20%; (5) Angka kredit merupakan syarat yang diperlukan, tetapi belum cukup bagi kenaikan jabatan fungsional Dosen, karena harus dilihat pula syarat lain seperti integritas, kinerja, tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas serta tatakrama dalam kehidupan akademis. (6) Kenaikan jabatan fungsional Dosen dapat dilakukan, apabila yang bersangkutan telah menduduki jabatan fungsional terakhir sekurang-kurangnya satu tahun dan telah memenuhi semua persyaratan kenaikan jabatan fungsional yang berlaku. > Dalam contoh di atas, untuk naik ke jafung Lektor (gol III/c) dibutuhkan penambahan kum 50, perhitungannya : Minimal 30% x 50 = 15 harus dari kum ijazah Minimal 25% x 50 =12,5 harus dari kum penelitian Maksimal 15% x 50 boleh dari kum pengabdian kepada masyarakat= 7,5 Maksimal 20% x 50 boleh dari kum penunjang Tridharma PT = 10 Total item 1 s/d 3 minimal 80% x 50 = 40 > Jadi sudah jelas kan ? tak ada yang hilang, hanya masalah waktu, untuk pengusulan kenaikan jabatan minimal 1 tahun dari tgl sk jafung terakhir, untuk pengusulan kenaikan pangkat minimal 2 tahun dari tgl sk CPNS/PNS (kenaikan regular) atau 1 tahun dari SK PNS ( kenaikan pilihan). Kum penelitian dan pengadian yang belum pernah dipakai tetap bisa dipergunakan. Dalam kasus adik berhubung adalah CPNS maka harus 2 tahun terhitung dari SK CPNS baru bisa penyesuaian pangkat, tak bisa langsung ke gol III/C terkecuali sewaktu melamar CPNS mempergunakan ijazah S3, yang tentunya untuk formasi yang membutuhkan kualifikasi S3 juga. > Sekian yang bisa saya sharing. Welcome dilengkapi oleh teman-teman yang lain, terima kasih. Salam, Fitri >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Untuk mengetahui status proses usulan Jabatan Fungsional Guru Besar dan Lektor Kepala Kemendiknas dan Kemenag bisa via web ini : http://www.dikti.go.id/jafung/ Caranya di menu vertikal sebelah kanan di bawah tulisan Search ada kotak Search Type dan Search Stiring. Data terbaru Jafung seorang dosen bisa didapat via masukkan nama ( Dosen PTS/PTN/DPK ) atau masukkan NIP ( untuk Dosen PTN/DPK ). Contoh: - Set Search Type di posisi nama, masukkan nama contohnya Jeni Kamase ( tanpa gelar ) ke kotak Search Stiring, lalu klik submit akan keluar status Jafung terbaru Dosen ybs, dari situ bisa ketahui apakah usulan sudah berhasil atau belum. - Set Search Type di posisi nip, masukkan nip dosen ybs ke kotak Search Stiring, contohnya saya masukan 131653991 keluar data Jafung terbaru Pak Ir. Sjukri. Nama dihimpun mulai dari tgl 01 April 2010 sampai 01 bulan berjalan, update setiap tanggal satu. >>> Sumber : http://www.kopertis12.or.id/2010/08/05/pedoman-operasional-perhitungan-angka-kredit-dosen-2010.html  

lecturer & IT Development

*

*

Top