Berita Edukasi 18 Maret 2011

1 ) PPI Jepang Nilai Pemberitaan Gempa di Jepang Meresahkan http://www.tempointeraktif.com/ KAMIS, 17 MARET 2011 | 21:24 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta -Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang mengeluhkan pemberitaan gempa dan tsunami media nasional. Mereka menilai berita media massa menimbulkan kecemasan berlebihan di masyarakat khususnya keluarga mahasiswa di Indonesia. Perkumpulan mahasiswa ini mendapati berita di beberapa media massa di tanah air menyiarkan data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Mereka menilai media massa tanah air tidak profesional menyiarkan informasi kepada publik. “Berita-berita ini umumnya salah dalam mengungkapkan data dan salah memahami konteks sehingga menimbulkan misinterpretasi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ketua PPI Fithra Faisal Hastiadi dalam siaran pers yang disebarkan melalui akun jejaring sosialnya, Kamis (17/3). Fithra mencontohkan beberapa berita yang dipublikasikan sebuah portal berita dan dianggap fatal. Berita itu antara lain berjudul 881 WNI di Jepang Selamat, 30.636 Belum Diketahui Nasibnya (edisi Selasa 15/3) dan Jepang Berusaha Hidupkan Kembali Listrik di PLTN Fukusima ditulis Kamis (17/3). …dst 2 ) Pakar: Krisis Nuklir Jepang PR bagi Ilmuwan http://www.antaranews.com/ Kamis, 17 Maret 2011 19:45 WIB Semarang (ANTARA News) – Pakar nuklir Universitas Diponegoro Semarang, Dr Muhammad Nur, menyatakan bahwa krisis nuklir di Jepang akibat gempa bumi dan tsunami menjadi “pekerjaan rumah” kalangan ilmuwan dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). “Pembangunan PLTN ke depan harus pula disiapkan untuk tahan terhadap gempa bumi dan tsunami. Setidaknya menjadi lebih kuat jika terjadi bencana tersebut,” katanya di Semarang, Kamis. Ia mengatakan, PLTN di Jepang sebenarnya sudah disiapkan untuk menghadapi gempa bumi mengingat intensitas gempa di negara tersebut. Namun, katanya, kesiapan itu belum secara optimal untuk menghadapi tsunami. Ia mengatakan, terjangan tsunami yang sebenarnya menyebabkan kerusakan PLTN di Jepang dan bukan gempa bumi mengingat Jepang telah mempersiapkan PLTN menghadapi guncangan gempa bumi. “Kalau untuk PLTN di Jepang sebenarnya sudah disiapkan tahan menghadapi gempa bumi, bahkan gempa dengan kekuatan 10 Skala Richter sekalipun. Namun, gelombang tsunami ini yang merusak sistem,” katanya.Ia menjelaskan, tsunami menyebabkan sistem PLTN di Fukushima, Jepang, rusak terutama pompa untuk mendinginkan reaktor nuklir sehingga akhirnya meledak. “Reaktor nuklir sangat panas sehingga butuh pendingin. Namun tsunami yang terjadi di Jepang ikut mematikan pompa pendingin tersebut,” kata Nur yang pernah mengambil spesifikasi ilmu nuklir di Joseph Fourier University, Perancis itu. …dst 3 ) Mahasiswa asal Malang Belum Berniat Pulang http://www.jpnn.com/read/2011/03/17/86974/Mahasiswa-asal-Malang-Belum-Berniat-Pulang- Kamis, 17 Maret 2011 , 10:01:00 MALANG- Musibah yang menimpa Negara Jepang sempat memantik kekhawatiran Universitas Brawijaya (UB) Malang. Sebab saat ini ada 36 dosen dan enam mahasiswa UB yang tengah berada di Jepang. Kabar terakhir yang dihimpun menyebutkan bahwa seluruh mahasiswa tersebut dalam keadaan selamat. “Sampai saat ini kami mendapatkan laporan dari salah satu dosen yang sedang studi lanjut di Jepang, semua dosen UB yang sedang studi di sana dalam keadaan baik-baik saja,” ungkap Kepala Bagian Humas Universitas Brawijaya Dra Susantinah Rahayu. Mahasiswa dan dosen UB itu, di antaranya adalah enam mahasiswa terdiri dari tiga mahasiswa double degree dari Fakultas Teknik dan sisanya mahasiswa pertukaran pelajar dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sastra Jepang. Informasi dari salah satu dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Acmad Basuki yang sedang studi doktoral di Keio University, Tokyo menyampaikan belum ada yang mengabarkan dosen UB menjadi korban. Menurutnya di Tokyo sedang mengalami pemadaman listrik bergilir. Ia menyarankan untuk masyarakat di tanah air yang ingin menghubungi kolega atau keluarga di Jepang lebih baik melaui email, facebook atau twitter karena jaringan telpon belum stabil. …dst 4 ) Akui Guru RSBI Tak Profesional, Kemdiknas Salahkan PT http://www.jpnn.com/read/2011/03/17/87040/Akui-Guru-RSBI-Tak-Profesional,-Kemdiknas-Salahkan-PT- Kamis, 17 Maret 2011 , 23:37:00 DEPOK — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mengakui jika sumber daya manusia (SDM) atau tingkat kompetensi tenaga kependidikan sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tidak bermutu dan tidak profesional. Plt. Dirjen Pendidikan Dasar Kemdiknas, Suyanto mengatakan, hal itu bisa dilihat dari banyaknya tenaga kependidikan yang mengajar di RSBI berasal dari lulusan perguruan tinggi (PT) yang tidak berakreditasi. “Seharusnya tenaga pendidik di RSBI berasal dari lulusan perguruan tinggi yang berakreditasi baik dan memiliki tingkat kualitas akademik yang cukup tinggi,” ungkap Suyanto di dalam konferensi pers kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/3). Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengungkapkan kondisi ini diperparah ketidaksiapan PT menghasilkan lulus pascasarjana yang mengajar di RSBI. “Ya mau gimana lagi” namanya juga rintisan. Tentunya ini tidak mungkin sempurna. Maka dari itu, kita akan terus erupaya untuk dapat mencetak guru RSBI yang berkualitas,” tukasnya. …dst 5 ) EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS LAYANAN DIKTI http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1999:informasi-dan-pelaporan&catid=143:berita-harian Thursday, 17 March 2011 15:40 Jakarta, 17 Maret 2011–Dirjen Dikti Djoko Santoso didampingi Sekretaris Ditjen Dikti Harris Iskandar membuka sidang komisi 4 dalam Rembuknas Pendidikan 2011. Sidang komisi yang dihadiri oleh rektor perguruan tinggi pemerintah, direktur politeknik, kepala dinas dan instansi terkait membahas efisiensi dan efektivitas layanan Dikti. Djoko dalam sambutannya mengulas empat stategi umum dalam mewujudkan efisiensi dan efektivitas. Topik pertama adalah berbagi sumberdaya. Beberapa strategi yang dikemukakan antara lain adalah izin program studi baru, perguruan tinggi baru dan community college. Topik yang dibahas berikutnya adalah berbagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Salah satu tujuan pembahasan topik ini adalah untuk menyetarakan kompetensi perguruan tinggi di Indonesia. Selain program studi baru, strategi lain yang diulas adalah mutasi dosen. Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang baru saja secara resmi diluncurkan, menjadi salah satu ulasan dalam topik ketiga. …dst 6 ) Kalla: Kewirausahaan Jarang Dihasilkan Pendidikan Formal http://www.antaranews.com/berita/250257/kalla-kewirausahaan-jarang-dihasilkan-pendidikan-formal Kamis, 17 Maret 2011 10:40 WIB Bandung (ANTARA News) – “Terus terang, dalam pengalaman saya, kewirausahaan jarang bisa dihasilkan melalui pendidikan formal,” demikian pendapat Wakil Presiden RI periode 2004-2009, M. Jusuf Kalla, Bandung, Kamis. Oleh karena itu, Kalla dalam pidato ilmiah berjudul “Kemajuan Bangsa, Pendidikan dan Kewirausahaan” saat menerima gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menegaskan, pendidikan kewirausahaan harus dimulai dengan adanya keinginan kuat untuk memulai usaha. Bahkan, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut mengatakan, pengusaha itu ibarat seseorang yang mau belajar berenang. “Orang bisa membaca berbagai teori tentang bagaimana cara bisa berenang, tetapi jika tidak dia mulai dengan masuk ke dalam kolam untuk berenang, maka dia mungkin tidak akan pernah bisa berenang,” ujarnya. Jadi, politisi dan pengusaha senior itu menilai, faktor yang penting ialah mendorong seseorang untuk memulai usaha. Selain itu, ia pun menyatakan, hampir semua inovasi dimulai dari universitas dan perguruan tinggi, sehingga, lanjut universitas hendaknya jangan terbelenggu oleh birokrasi dan pemikirannya sendiri. “Dalam pengamatan saya, banyak universitas terbelenggu masalah-masalah internal, bahkan terhadap kecenderung universitas terjebak dalam kebanggaan bahwa ia memainkan peran penting, dan bahkan saham terbesar dalam kebangkitan reformasi,” ujarnya. …dst 7 ) FEUI-Hipmi Sepakat Bangun Potensi Generasi Muda http://kampus.okezone.com/read/2011/03/17/373/436056/feui-hipmi-sepakat-bangun-potensi-generasi-muda Kamis, 17 Maret 2011 – 18:43 wib DEP0K – Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dalam kegiatan seminar nasional yang bertemakan `Young CEO& Enterpreneur Summit’. HIPMI bertekad membangun perekonomian Indonesia melalui kemampuan pemuda dengan pembahasan beberapa sektor strategis. Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa mengatakan, Young CEO& Enterpreneur Summit akan digelar Juni 2011 yang bertujuan membangun kebersamaan potensi generasi muda, akademisi, pengusaha dan enterprenuer. Hal itu, kata dia, untuk menciptakan satu pemikiran strategi mengembangkan ekonomi bangsa. “Kami menginginkan agar pertumbuhan ekonomi berjalan cepat. Kami sedang bangun design baru,” katanya di FEUI, Kampus Depok, Kamis (17/03/11). …dst 8 ) Alat Penyejuk Rumah Non-AC Besutan ITS http://kampus.okezone.com/read/2011/03/17/372/435979/alat-penyejuk-rumah-non-ac-besutan-its Kamis, 17 Maret 2011 – 16:41 wib SURABAYA -Alat penyejuk rumah diciptakan tiga Mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Penemuan berupa Flow Wall ini berhasil mengantarkan mereka meraih juara 3 dalam Kompetisi yang diadakan Holcim pada Februari. Ketiga mahasiswa pembuat inovasi tersebut adalah Andika Ade Indra Saputra (angkatan 2007), Zahrotus Sorayya (2007), dan I Ketut Hartana (2009). Mereka meraih penghargaan melalui karya berjudul Flow Wall sebagai Solusi Dinding Penahan Panas Ramah Lingkungan pada Bangunan Berlantai Satu. Dika dan Zahro menjelaskan, Flow Wall dapat meminimalisasi penggunaan Air Conditioner (AC). Caranya menggunakan pipa yang ditanam dalam dinding batu bata. Pipa tersebut merupakan media jalannya air. Air itulah yang kemudian digunakan untuk menghambat laju panas dari luar. Setelah diteliti, ternyata terdapat perbedaan suhu luar dan dalam sebesar 4,3 derajat Celcius. …dst 9 ) Rektor ITS dapat Penghargaan dari PWI Jatim http://kampus.okezone.com/read/2011/03/17/373/436037/rektor-its-dapat-penghargaan-dari-pwi-jatim Kamis, 17 Maret 2011 – 18:14 wib SURABAYA – Atas prestasi selama menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Jawa Timur (Jatim) memberikan penghargaan kepada Rektor ITS Priyo Suprobo. “Priyo Suprobo telah membawa ITS sebagai kampus yang kian berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Ketua PWI Jatim, Dhimam Abror, Kamis (17/3/2011). Abror mengatakan, di bawah kepemimpinan Priyo Suprobo ini, ITS banyak menapakkan pretasi baik bidang akademik, keuangan dan SDM organisasi, kemahasiswaan, serta kerja sama dan pengembangan. Rencananya, kata Abror, penghargaan itu akan diberikan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Jumat (18/3/2011), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. “Besok malam penghargaan itu akan kami berikan bersama kandidat-kandidat lainnya,” katanya. …dst 10 ) UII Kaji Mata Kuliah Kode Etik Hakim MK http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/387737/ Friday, 18 March 2011 YOGYAKARTA– Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) Yogyakarta tengah mengkaji kemungkinan memasukkan kode etik hakim Mahkamah Konstitusi dalam kurikulum perkuliahan. Rencana UII ini sebagai bagian untuk mengampanyekan antimafia peradilan di Indonesia. Keinginan tersebut muncul setelah melihat sepak terjang mafia peradilan di Indonesia yang sangat mengkhawatirkan. Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai salah satu pilar akhir penegakan hukum pun sudah mulai diobok-obok. Di sisi lain, hingga kini kuliah mengenai kode etik seorang hakim konstitusi belum masuk dalam kurikulum pembelajaran. Jika dapat terakomodasi dalam proses pembelajaran, diharapkan dapat memberikan pengaruh positif pada upaya pencetakan sumber daya manusia di bidang hukum. …dst 11 ) Mahasiswa Undip Ikuti Program Wirausaha http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/387736/ Friday, 18 March 2011 SEMARANG – Sekitar 1.200 mahasiswa Undip Semarang kemarin mengikui Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha yang diselenggarakan oleh Bidang III Kemahasiswaan Undip di Gedung Prof Sudharto Kampus Tembalang. Program tersebut untuk membekali para mahasiswa setelah lulus nanti. Pembantu Rektor III Warsito SU mengatakan,kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa, memberikan softskill yang dapat dimanfaatkan para mahasiswa dalam menghadapi dunia luar.”Mahasiswa harus selalu mengasah kemauan dan selalu semangat dalam menghadapi kompetisi dunia luar untuk mewujudkan cita-citanya,” katanya,kemarin. Ketua Panitia Program Mahasiswa Wirausaha Bambang Sulistyanto menambahkan, sebagaian besar lulusan perguruan tinggi saat ini lebih banyak sebagai pencari kerja (job seeker) dari pada pencipta lapangan kerja (job creator). ….dst 12 ) Sembilan Pilar Pendidikan Karakter http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/3/17/pendidikan-karakter.aspx 17 Maret 2011 | Laporan oleh ahmad_dj Depok – Pendidikan karakter yang baik adalah pendidikan yang dimulai sedini mungkin dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. “Anak-anak menyerap semua hal pada saat berusia empat tahun, dan itu adalah periode emas otaknya,” kata Ratna Megawangi, pembicara tamu pada Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011, Rabu (16/03/2011), di Sawangan Depok, Jawa Barat. Ratna menyebutkan, ada sembilan pilar karakter. Pilar tersebut adalah cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, kejujuran, amanah dan diplomatis, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. Lalu, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai dan persatuan. Kemudian, ada pula K4 (kesehatan, kebersihan, kerapian dan keamanan). …dst 13 ) Bantuan Pendidikan Sultra Gelontorkan Rp 89 Miliar http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/17/22381478/Sultra.Gelontorkan.Rp.89.Miliar. Kamis, 17 Maret 2011 | 22:38 Wib KENDARI, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menganggarkan Rp 89 miliar untuk program pembebasan biaya operasional pendidikan (BOP) pada 2011. Program tersebut menjangkau siswa dari seluruh tingkatan sekolah, mulai taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Program pembebasan BOP itu telah diselenggarakan Sultra sejak tahun 2008. “Ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sultra Damsid, Kamis (17/3/2011) di Kendari.Selama tiga tahun pertama (2008-2010), telah terealisasi anggaran sebesar Rp 213 miliar untuk program tersebut. Target utamanya adalah agar semua penduduk usia jenjang pendidikan dasar dan menengah (usia 7 hingga 18 tahun) mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sesuai standar nasional pendidikan. Program BOP ini juga untuk melengkapi bantuan terhadap hal-hal yang tak tercakup dalam anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) yang menjadi program pemerintah pusat. Rencananya, BOP di Sultra akan berlanjut hingga tahun 2013. …dst 14 ) Jepang hari ini 139 WNI Masih Hilang Akibat Bencana di Jepang Krisis Nuklir Kian Memburuk Krisis Nuklir Jepang Picu Asing Eksodus Tsunami Jepang, China Alihkan Pasar ke RI PLTN Fukushima tersambung listrik AS Kirim Pesawat Mata-mata Untuk Periksa Reaktor Jepang Radius Aman 50 Km, Listrik Hilang se-Pulau Jawa Obama: Saya Yakin Jepang Mampu Membangun Kembali Travel Warning Berbagai Negara Terkait Bencana di Jepang Uni Eropa Minta Anggotanya Periksa Makanan dari Jepang 10.000 Orang Jalani Pemeriksaan Kontaminasi Radioaktif Pemerintah Jepang Minta 686 TKI Perawat Tak Pulang 11 Relawan Indonesia Berangkat ke Jepang Indonesia Kirim 15 Orang Tim Evakuasi Tsunami Jepang Krisis Nuklir Jepang, Sharapova jadi Ingat Chernobyl Pelajar Nilai Pemberitaan Gempa di Jepang Meresahkan Libya hari ini Pasukan Kadhafi Kuasai Misrata DK PBB Bolehkan Serangan Udara Terhadap Libya RSBI Dirjen Dikdas: Kemdiknas Sementara tidak Menambah RSBI Evaluasi RSBI Bikin Kacau Sistem Pendidikan Kalla Kritik Sekolah Bertaraf Internasional BOS Sanksi Finansial Memberatkan Daerah ‘Permendagri Soal Penyaluran Dana BOS Bukan Kitab Suci’ Perlancar BOS, Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Bersama Politik Lokal Hambat BOS Pencairan Dana BOS Banyumas Tercepat Teror BOM BNPT Usulkan Revisi UU Terorisme Aksi Teror Bom Meluas Lain-Lain Percepatan Pembangunan Mentawai Pascatsunami Butuh Rp674,43 Miliar ICMI Dukung PLTN Sebagai Solusi Terakhir Butuh 50 Tahun Pertumbuhan Penduduk Nol Sumber : http://www.kopertis12.or.id/2011/03/18/berita-edukasi-18-maret-2011.html  

lecturer & IT Development

Related posts

*

*

Top