Berita Edukasi 17 Maret 2011

1 ) DUGAAN KORUPSI KEMDIKNAS Satgas: Selesai, Tak Ada Korupsi! http://edukasi.kompas.com/ Rabu, 16 Maret 2011 | 20:01 WIB DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Satgas yang juga merupakan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional (Irjen Kemdiknas), Wukir Ragil, mengatakan bahwa kinerja Satgas sudah lebih dari 80 persen. Kinerjas Satgas tersebut terkait penyelidikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang dugaan korupsi di tubuh Kemdiknas senilai Rp 2,3 triliun. "Saat ini penyelidikan Satgas sudah 80 persen lebih," kata Wukir saat menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan di Depok, Rabu (16/3/2011). Wukir menambahkan, dugaan tersebut sama sekali tidak mengarah kepada tindak pidana korupsi. "Setelah direkomendasi ke BPK, semua selesai dan sama sekali tak ada tindakan korupsi," ujar Wukir. Ia memaparkan, kinerja satgas akan dipublikasikan pada Maret ini melalui Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH). "Maret belum habis dan sekarang kita sedang sibuk dengan Rembuknas," tambahnya. Masalahnya, lanjut Wukir, sekarang ini BPK sedang memeriksa laporan keuangan untuk opini 2010. "Saya juga tidak mau ada beban dan segera akan saya selesaikan," kata Wukir. >>> 2 ) Diskriminasi PTS Masih Terjadi http://suaramerdeka.com/ 17 Maret 2011 SEMARANG- Meski dalam berbagai kesempatan, pemerintah mengungkapkan upayanya menyejajarkan perguruan tinggi negeri dan swasta, pada kenyataannya diskriminasi terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) masih terjadi. Melalui kebijakan yang dibuat, pemerintah secara sadar atau tidak, memberikan fasilitas yang lebih besar kepada PTN, terutama dalam hal pemberian beasiswa dan dana penelitian bagi dosen ataupun mahasiswa. "Ini membuktikan etatisme pendidikan di Indonesia masih terjadi. Padahal dalam konstitusi disebutkan bahwa seluruh warga negara Indonesia harus diperlakukan sama dan memperoleh hak yang seimbang. Dalam dunia pendidikan, pemerintah dan DPR harusnya membuat UU yang tidak diskriminatif. Harus diingat pula banyak mahasiswa PTS yang berasal dari keluarga kurang mampu," kata Ketua Badan Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (Aptik) Drs R Djokopranoto, seusai rapat umum anggota di Semarang, Selasa (15/3). Tergolong Kaya Dia menuturkan, dalam pemberian beasiswa bidik misi, mahasiswa PTS tidak dapat bagian karena diasumsikan tergolong kaya. Begitu pula dalam penyelenggaraan program S2, di mana bagi PTS yang belum terakreditasi A tidak dapat bagian beasiswa. "Padahal PTN akreditasi apa pun, program S2-nya dapat bantuan beasiswa," tandasnya. Selain itu, pemberian hibah penelitian kepada PTN dalam bentuk block grant. Sementara untuk PTS, hibah tersebut diberikan hanya saat PTS mengajukan proposal. Dalam UU Badan Hukum Pendidikan yang akhirnya dibatalkan, pemerintah membatasi pungutan kepada mahasiswa PTN maksimal 30%. Namun pada PTS, pemerintah hanya menyebut akan memberi bantuan tanpa menyebut berapa persennya. Masih adanya diskriminasi PTN dan PTS, tutur Djoko, membuktikan 20% anggaran pendidikan dalam APBN belum disalurkan dengan baik. "Paling tidak, diskriminasi itu harus segera dihilangkan. Syukur-syukur nantinya SPP PTN dan PTS disamakan," tutur dia. ...dst 3 ) REMBUK NASIONAL Efektifkah Rembuk Nasional Pendidikan? http://edukasi.kompas.com/ Rabu, 16 Maret 2011 | 15:07 WIB DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menilai, Rembuk Nasional Pendidikan (Rembuknas) 2011 sangat efektif sebagai sarana komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. "Jika sudah bisa dirumuskan kegiatan ini tidak efektif tentu tak akan kita lakukan", kata Mendiknas di Depok, Rabu (16/3/2011). Nuh beranggapan, Rembuknas memberikan banyak hal, seperti rekonfirmasi kegiatan, adanya arahan dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, serta memberikan proses pembelajaran. Selain itu, lanjut Nuh, tema Rembuknas selalu berubah setiap tahunnya. Tahun ini tema yang diangkat adalah "Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan 5 K Kemdiknas". "Itulah mengapa rembuk nasional pendidikan ini tetap kami adakan, selain sebagai agenda rutin Kemdiknas juga karena hal-hal tersebut," papar Nuh. Menanggapi hal itu, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian menuturkan, ada indikasi pertemuan strategis serupa Rembuknas seringkali tidak efektif. Padahal, kata dia, biaya berkumpul se-Indonesia itu pasti besar. "Di sisi lain selama ini banyak keluhan tentang koordinasi dan harmonisasi, serta penyamaan persepsi tentang kebijakan, kesulitan dalam implementasi, serta kesepakatan penanganannya. Belum lagi komunikasi yang kerap berlangsung satu arah. Harusnya pemerintah pusat lebih banyak mendengar masukan dari daerah," kata Hetifah. ...dst 4 ) Kesalahan Pendidikan Tak Bisa Di-recall http://kampus.okezone.com/ Rabu, 16 Maret 2011 - 10:25 wib DEPOK - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyatakan, perlu ada efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pendidikan.  Efisiensi di antaranya dalam pengelolaan anggaran penyelenggaraan pendidikan, yaitu sekira 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Akan sangat disayangkan jika anggaran yang besar ini tidak kita kelola sebaik-baiknya. Sebab, kita otomatis dapat 20 persen, sementara kementerian lain juga masih sangat membutuhkan dana," kata Mendiknas ketika membukaRembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (d/h Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai) Kemendiknas, Bojongsari, Depok, Rabu (16/3/2011). Nuh menjelaskan, semua proses yang terjadi dalam dunia pendidikan adalah irreversible, atau tidak bisa dibalik. Karena itu, Nuh mengingatkan, semua yang dilakukan harus tepat dan efektif. "Sebab, kesalahan dalam dunia pendidikan beda dengan kesalahan dalam bidang manufaktur. Dalam dunia manufaktur, jika terdapat kesalahan dalam suatu produk, maka produk itu bisa ditarik dari pasaran. Hal itu tidak dapat kita lakukan dalam dunia pendidikan," ujar mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. ...dst 5 ) Pendidikan sebagai Mesin Mobilitas Vertikal http://www.kemdiknas.go.id/ 16 Maret 2011 | Laporan oleh aline Depok, Rabu (16 Maret 2011)--Tata kelola pendidikan harus terus menerus dilakukan secara efektif dan efisien baik dari sisi penggunaan anggaran maupun proses pendidikan itu sendiri. Efisiensi dilakukan karena dari sisi anggaran pendidikan terus membaik, sedangkan efektivitas dilakukan karena proses di dunia pendidikan tidak bisa dibalik (irreversable). "Efisiensi tidak harus diterjemahkan pengiritan, tetapi ketepatan dalam mengalokasikan sumber daya termasuk dana," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) Tahun 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (d/h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai) Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/3/2011). ...dst 6 ) Tak Lunasi Biaya Sekolah, Siswa SMU Mamuju Terancam tak Ikut UN http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/16/169842-tak-lunasi-biaya-sekolah-siswa-smu-mamuju-terancam-tak-ikut-un Rabu, 16 Maret 2011, 13:03 WIB REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU - Sejumlah pelajar tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terancam tidak ikut Ujian Nasional (UN) lantaran mereka belum melunasi pembayaran biaya-biaya yang dibebankan oleh pihak sekolah sebesar Rp 500 ribu per semester. Irwan, salah seorang pelajar SMU PGRI Mamuju yang ditemui di sekolahnya, Rabu (16/3), mengatakan, pada tahun ajaran tahun ini, para siswa di sekolahnya yang mencapai kurang lebih 125 orang terancam tak bisa mengikuti UN maupun ujian semester karena rata-rata siswa belum melakukan pembayaran sekolah dengan beban masing-masing siswa sebesar Rp 500 ribu."Pembebanan yang diberikan oleh pihak kepala sekolah tentu sangat memberatkan karena harus dibayar secara tunai. Jika tidak dilunasi dalam waktu dekat, maka siswa tidak akan diikutsertakan untuk mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) maupun ujian nasional (UN)," kata dia. Menurutnya, pembebanan terhadao siswa ini dilakukan untuk menutupi pembayaran para gaji guru kontrak selama setahun, uang pembangunan sekolah dan uang ujian," tuturnya. ...dst 7 ) IPB Menuju Jepang Ikuti International Paper Presentation http://www.antaranews.com/ Selasa, 15 Maret 2011 16:04 WIB Jakarta (ANTARA News) - Mahasiswa IPB yang terdiri dari 20 tim dilaporkan berhasil lolos seleksi mengikuti International Paper Presentation bertema AMSTECS and Tokyo Tech Indonesian Innovation Days 2011 di Jepang setelah mengikuti acara serupa bertajuk Renews 2010 di Jerman. "Semangat untuk menggapai negeri sakura itu kami hayati sebagai perwujudan kecintaan kami terhadap tanah air Indonesia." ungkap seorang mahasiswa delegasi Institut Pertanian Bogor (IPB) menuju Annual Meeting of Science and Technology Studies (AMSTECS) 2011 dalam siaran persnya kepada ANTARANews di Jakarta, Selasa. Mahasiswa IPB yang berhasil lolos seleksi untuk mengikuti International Paper Presentation itu semuanya berjumlah 20 tim. Dua tim diantaranya yakni tim pertama yang beranggotakan Dini Gustiningsih dan Desty Dwi Sulistyowati serta tim kedua yang beranggotakan Dyah Raysa Laksitoresmi dan Murdiati Suedarno Soewarno sebelumnya telah berlaga di Negeri Brundenburger Tor, Jerman, dalam acara sejenis yang bertajuk Renews 2010. AMSTECS yang akan diselenggarakan pada 19-20 Maret 2011 di Tokyo Institute of Technology ini merupakan acara tahunan yang diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang bekerja sama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri, khususnya Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia. ...dst 8 ) UPI Beri JK Gelar DHC http://www.republika.co.id/ Rabu, 16 Maret 2011, 16:04 WIB REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) akan memberikan anugerah Gelar Doctor Honoris Causa (DHC) bagi Dr H M Jusuf Kalla (mantan Wapres) dan Dra Hj Popong Otje Djundjunan (tokoh masyarakat Sunda) pada Kamis (17/3). Pemberian anugerah ini bertempat di Balai Pertemuan UPI, Jl Dr Setiabudhi No 229, Bandung. Selain pemberian anugerah, keesokan harinya Jumat (18/3) di tempat yang sama, juga akan berlangsung acara pengukuhan guru besar/profesor Universitas Pendidikan Indonesia. Pengukuhan guru besar/profesor itu diberikan kepada Prof Dr H Wina Sanjaya MPd, Prof Dr H Oong Komar MPd, dan Prof Dr H Mustofa Kamil MPd. Ketiganya berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. ...dst 9 ) BEASISWA LUAR NEGERI Sudah Dibuka, Beasiswa DAAD ke Jerman! http://edukasi.kompas.com/ Rabu, 16 Maret 2011 | 16:07 WIB KOMPAS.com - Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) atau organisasi bersama dari institusi pendidikan tinggi dan asosiasi mahasiswa Jerman kembali menawarkan beasiswa program studi pascasarjana di perguruan-perguruan tinggi di Jerman. Beasiswa untuk tahun akademik 2012/2013 ini sudah dibuka sejak Maret 2011 dan hanya ditujukan bagi para profesional muda dengan latar belakang studi tertentu. Target kandidat yang bisa meraih beasiswa ini antara lain staf pengajar, peneliti dan akademisi kampus. Pelamar disyaratkan memiliki pengalaman minimal 2 tahun di instansi pemerintah maupun swasta di bidang-bidang yang meliputi bidang Ekonomi/Bisnis Administrasi/Politik Ekonomi, Kerjasama Pembangunan, Teknik, Matematika, Perencanaan Wilayah, Pertanian, Kesehatan, Sosial/Pendidikan dan Hukum, serta Ilmu Komunikasi...cut...Informasi lengkap program beasiswa ini bisa disimak di http://www.daadjkt.org. Batas waktu pengiriman aplikasi ditunggu sampai 28 Juli 2011. ...dst 10 ) Nuklir Jepang Lepas Kendali http://cetak.kompas.com/ 17 Maret 2011 Tokyo, Rabu - Krisis nuklir Jepang makin tidak terkendali, Rabu (16/3). Kebakaran terjadi lagi, yakni menimpa reaktor Unit 4 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Sekitar 180 pekerja dipaksa keluar dari lokasi akibat tingginya radiasi. Api menjilat bangunan reaktor Unit 4 yang di dalamnya terdapat batang-batang bahan bakar pada Rabu pukul 05.45. Saat itu petugas tengah berusaha memompakan air laut untuk mendinginkan reaktor, tetapi api semakin besar. Asap putih dan awan uap membubung tinggi pada pukul 08.30 dan kondisi tersebut menambah kepanikan warga. Helikopter gagal menyiram air ke reaktor paling bermasalah. Kondisi tersebut membuat pekerja kewalahan. Sekitar 180 pekerja dipaksa keluar dari lokasi akibat tingginya paparan radiasi. Operator PLTN, Tokyo Electric Power Co (Tepco), mengatakan bahwa saat itu terjadi kebocoran partikel radioaktif yang cukup tinggi. ...dst 11 ) Pakar Nuklir Sarankan WNI Dievakuasi Radius 50 Km dari PLTN Fukushima http://www.detiknews.com/ Rabu, 16/03/2011 20:31 WIB Tokyo - Pemerintah Jepang menyatakan radius aman dari PLTN Fukushima 30 km. Namun pakar nuklir RI di Jepang merekomendasikan KBRI Tokyo untuk mengevakuasi WNI ke radius 50 km dari PLTN Fukushima. Rekomendasi ini dihasilkan setelah 10 pakar nuklir Indonesia yang sedang menyelesaikan studi di Jepang rapat dengan KBRI Tokyo hari ini seperti dilansir dari situs KBRI Tokyo, www2.indonesianembassy.jp, Rabu (16/3/2011). Kesepuluh pakar nuklir yang sedang menyelesaikan S3 Nuclear Engineering di Tokyo Institute of Technology dan Tokai University itu adalah: Teddy Ardiansyah, M. Eng; Dr. Eng Azizul Khakim; Deby Mardiansyah, M.Eng; Syeilendra Pramudita, M. Eng; Asril Pramutadi A. Mustari, M.Eng; Dwi Irwanto, M.Si, M.Eng; Arnoldus Lambertus Dipu, M.Eng; Muhammad Kunta Biddinika, M. Eng; Liem Pheng Hong, Ph.D; Dr. Eng. Sidik Permana Berikut rekomendasi lengkap para pakar nuklir tersebut: ...dst 12 ) Radiasi Mengancam, Universitas di Tokyo Tutup http://kampus.okezone.com/read/2011/03/16/373/435573/radiasi-mengancam-universitas-di-tokyo-tutup Rabu, 16 Maret 2011 - 16:53 wib ANCAMAN radiasi nuklir membuat perguruan tinggi dan universitas di Tokyo mengirim mahasiswa dan pengajarnya pulang ke rumah. Bahkan, ribuan mahasiswa asing telah meninggalkan ibu kota negara itu menuju bagian barat dan selatan Jepang atau kembali ke negara asal mereka. Pada saat gempa terjadi, banyak universitas di Jepang yang sedang libur musim semi dan akan menjalankan kegiatan perkuliahan pada April, sehingga sebagian besar mahasiswa Jepang berada di rumah. Namun, banyak universitas yang mengadakan kelas persiapan ujian atau kursus intensif. Universitas elit dalam ilmu pengetahuan, Tokyo Institute of Technology juga tidak berfungsi "Bahkan kami tidak mungkin mengirim e-mail hari ini karena mereka menutup server," kata Pengelola Pusat Studi Peradaban Dunia Roger Pulvers, seperti dikutip Chronicle, Rabu (16/3/2011). University of Tokyo hampir kosong pada Selasa siang, di mana hanya beberapa mahasiswa pascasarjana yang mengenakan penutup kepala, masker dan membawa payung untuk melindungi diri dari radiasi. ...dst 13 ) 65 Mahasiswa Indonesia Dipulangkan http://www.jpnn.com/read/2011/03/16/86903/65-Mahasiswa-Indonesia-Dipulangkan- Rabu, 16 Maret 2011 , 22:04:00 JAKARTA—Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) hingga saat ini telah berhasil memulangkan 65 mahasiswa, dari jumlah total 2000 mahasiswa asal Indonesia di Jepang. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyebutkan, jika ditambah dengan anggota keluarga yang juga turut dibawa oleh mahasiswa tersebut, maka jumlah total menjadi 105 orang. "Para mahasiswa kita di sana memang bisa dikatakan senior, rata-rata sudah berkeluarga. Maka dari itu, jumlah mahasiswa Indonesia yang pulang tadi malam, Selasa (15/3), ada 65 orang. Akan tetapi jika ditambah dengan anggota jumlah totalnya menjadi 105 orang," jelas Nuh ketika ditemui usai Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) Tahun 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/3). Nuh menjelaskan, dari 2000 orang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Sakura tersebut, sebagian besar terdaftar di Universitas Tohoku, di kota Sendai. "Sebagian besar terdaftar di Tohoku, baik yang memperoleh beasiswa dari Dikti Kemdiknas maupun beasiswa dari perusahaan-perusahaan Jepang," sebutnya. ...dst 14 ) Ribuan Pelamar Serbu Bursa Kerja ITS http://kampus.okezone.com/read/2011/03/16/373/435623/ribuan-pelamar-serbu-bursa-kerja-its Rabu, 16 Maret 2011 - 18:29 wib SURABAYA - Ribuan pencari kerja membanjiri bursa kerja yang digelar di Kampaus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Mereka terdiri dari Alumni ITS dan juga pelamar dari kampus lain. Tercatat, 50 perusaahaan mengikuti bursa kerja tersebut. Pembantu Rektor (PR) I ITS, Arif Djunaidi mengatakan, bursa kerja ini sangat bermanfaat bagi perusahaan dan para pencari kerja. Selain itu, juga upaya untuk menjalin sinergisitas antara dunia usaha dengan dunia kampus. "Bursa kerja ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kepentingan ketenagakerjaan," kata Arif saat membuka acara tersebut di Graha ITS Jalan Sukolilo, Surabaya, Rabu (16/3/2011). Bursa kerja ini merupakan agenda rutin ITS bahkan selama setahun diselenggrakan dua kali. Ketua Panitia Bursa Kerja, Heru Lumaksono, mengatakan pihaknya berusaha memfasilitasi pencari kerja untuk memasukkan lamarannya. Lebih jauh dia menjelaskan, 50 perusahaan yang terlibat dalam acara tersebut adalah perusahaan berskala nasional maupun multinasional. ...dst 15 ) SNMPTN JALUR UNDANGAN Pendaftaran Ditutup, Masih Ada Siswa yang Belum Daftar Online http://www.pikiran-rakyat.com/node/138326 RABU, 16/03/2011 - 17:43 BANDUNG, (PRLM).- Hingga hari terakhir batas waktu pengisian biodata online Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan yang ditutup Selasa (15/3), pukul 24.00 WIB, sejumlah siswa masih belum melengkapi biodata secara online. Data hingga Selasa pukul 14.09 WIB di panlok Bandung, masih ada 655 siswa yang belum melengkapi biodata online. Humas Panitia Lokal Bandung SNMPTN 2011 Weny Widyowati menuturkan, secara resmi jadwal pengisian biodata online bagi peserta yang sebelumnya sudah didaftarkan oleh pihak sekolah sudah ditutup pada Selasa (15/3) pukul 24.00 WIB. "Tidak ada informasi mengenai perpanjangan kembali waktu pengisian. Artinya resmi ditutup pada Selasa (15/3) pukul 24.00 WIB," kata Weny, Rabu (16/3). (A-157/das)*** >>> 16 ) Mahasiswa Unijoyo Tolak Pembangunan PLTN di Madura http://www.antaranews.com/berita/250165/mahasiswa-unijoyo-tolak-pembangunan-pltn-di-madura Rabu, 16 Maret 2011 17:22 WIB Bangkalan (ANTARA News) - Sekelompok mahasiswa dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo), Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang akan dibangun di Pulau Madura. "Kami khawatir pembangunan keberadaan PLTN nantinya berakibat negatif terhadap warga Madura, terutama jika terjadi ledakan seperti di Jepang," kata fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Unijoyo, Fathurrosi, Rabu. Oleh karena itu, sambung Rosi, pemerintah sebaiknya mengkaji ulang tentang rencana membangun PLTN di Pulau Madura tersebut. Rosi menjelaskan, rencana pembangunan PLTN sendiri merupakan proyek kerjasana antara badan tenaga atom nasional (BATAN) dengan "Korean Atomic Energy Research Institute" (KAERI). Lokasi pembangunan PLTN ini menurut rencana, akan ditempatkan di Desa Ketapang atau Sokobana, pantai utara Pulau Madura, Kabupaten Sampang. Kemudian ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2015 mendatang. ...dst 17 ) 315 Daerah Dijatuhi Sanksi BOS http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/387607/38/ Thursday, 17 March 2011 DEPOK – Pemerintah pusat akhirnya memberikan sanksi finansial kepada 315 daerah yang hingga tenggat waktu 15 Maret belum mencairkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) ke sekolah-sekolah. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, Kemendiknas dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepakat memotong dana transfer dari pusat ke daerah yang nonpendidikan. Adapun dana BOS tidak dipotong karena dana ini diamanatkan Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003."Kami tetapkan selama perjalanan ke Australia (pada saat mendampingi Wapres Boediono pekan kemarin)," ungkap Nuh seusai membuka Rembuk Nasional Kemendiknas,kemarin. Berdasarkan data Kemendiknas, ada 497 kabupaten/ kota yang menerima BOS. Per 15 Maret baru ada 36,6% atau 182 daerah yang telah mencairkan dana itu; sisanya, 315 daerah, masih mengendapkan dana bantuan operasional sekolah itu. Daerah tersebut berada di provinsi Aceh 19 kabupaten/ kota, Sumatera Utara (31), Sumatera Barat (10),Riau (10),Kepulauan Riau (2),Jambi (9),Sumatera Selatan (6),Kepulauan Bangka Belitung (1), Bengkulu (7), Lampung (10), Jawa Barat (9),Banten (4),Jawa Tengah (3), Yogyakarta (1). ...dst 18 ) Kuota Siswa Miskin RSBI 20% http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/387542/ Thursday, 17 March 2011 DEPOK– Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mewajibkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) memberikan kuota 20% siswa miskin berpotensi akademik. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, yang menjadi persoalan dalam RSBI ini adalah dalam pertimbangan pendanaan. Dalam anggapan masyarakat, hanya kalangan mampu yang mendapatkan layanan pendidikan di RSBI. Dampaknya sekolah ini disebut eksklusif dalam dunia pendidikan. Untuk menghindari persepsi tersebut,Mendiknas melalui Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendiknas sudah mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah RSBI agar pada penerimaan murid tahun ini memberikan porsi 20% bagi siswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik bagus. "Diwajibkannya penerimaan 20% siswa miskin berpotensi ini untuk memenuhi aspek sosial budaya dan kemasyarakatan," tuturnya usai membuka Rembuk Nasional Kemendiknas di Depok, Jawa Barat, kemarin. ...dst 19 ) Kondisi di Jepang Nuklir Jepang Lepas Kendali Pakar Nuklir Sarankan WNI Dievakuasi Radius 50 Km dari PLTN Fukushima Indonesia Bebas Radiasi Pengatur Penerbangan Lansir Peringatan Radiasi Nuklir WHO : Tidak Ada Bukti Penyebaran Radiasi Jepang Gempa Jepang, 13 Ribu Korban Tewas dan Hilang Tsunami Jepang Sudah Diprediksi Sebulan Sebelum Kejadian Wikileaks: Jepang Sudah Diingatkan Soal Nuklir Jepang Kehabisan Opsi Stop Krisis Nuklir 50 Pekerja Reaktor Fukushima Itu Jadi Benteng Terakhir Jepang "Kami Membutuhkan Bantuan Dunia" Jepang Minta Amerika Bantu Krisis Nuklir AS Akan Kerahkan Peralatan Pemantau Radiasi di Daratan Jepang Sikap Penduduk Jepang Dalam Penyelamatan, Jepang Tak Pandang Suku 166 WNI Belum Terdeteksi BNP2TKI: 17 TKI ABK Yahatu Maru Hilang Indonesia Bantu Jepang USD 2 Juta Libya, Suriah dll Khaddafi Klaim Danai Kampanye Sarkozy Empat Wartawan New York Times Hilang di Libya Pasukan Gaddafi Siap Serang Benghazi, Ban Serukan Gencatan Senjata Demonstran nekat beraksi di Damaskus Pendiri WikiLeaks Jadi Dosen di Inggris Teror BOM Paket Buku Bom Diduga Banyak Beredar Menyambung Tangan Putus Akibat Ledakan Bom Inilah Sembilan Evolusi Rakitan Bom Teroris di Indonesia Psikolog Forensik: Bom Buku Bukan Aksi Teroris, Tapi Vandalisme Pendidikan Menengah Waspadai Calo UN Tiga Titik Rawan Kebocoran Soal Unas RSBI Mendiknas Kebut Revisi Aturan RSBI Perekrutan Siswa RSBI Pakai Online RSBI, Konsep Kastanisasi Rawan Korupsi Kuota Siswa Miskin RSBI 20% Konsep RSBI Akan Diubah BOS Penyaluran BOS Lambat, 315 Pemda Kena Sanksi Dana BOS Ditahan Ratusan Sekolah Kesulitan Cairkan Dana BOS Resmikan Rembuk Nasional Pendidikan, Menko Kesra Sentil Penyaluran Dana BOS Lain-Lain Alhamdulillah! Bogor Miliki Perda Pendidikan BPPT Pantau Langsung Tsunami untuk Pertama Kali KPK Bantah Hentikan Kasus Dugaan Percobaan Suap MK Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan RI 2012, Operator Penerbangan Harus Punya Minimal 10 Pesawat  

Related posts

*

*

Top